Tokoh Muslim Indonesia Akan Tengahi Konflik Saudi-Iran

Kompas.com - 12/01/2016, 21:41 WIB
Menteri Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Tangerang Selatan, salah satunya adalah TPS 46 dan 47 Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Tangerang Selatan, salah satunya adalah TPS 46 dan 47 Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan.
Penulis Jodhi Yudono
|
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Sejumlah tokoh Muslim Indonesia akan dikirim sebagai perutusan pemerintah ke Arab Saudi dan Iran untuk menengahi konflik kedua negara tersebut.

"Saya kira dalam waktu dekat ini. Saya dengar dari Bu Menlu sudah menyiapkan tim ke Saudi dan Iran untuk masing-masing bisa menahan diri," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Selasa.

Luhut mengatakan, tim khusus tersebut terdiri atas beberapa tokoh Muslim Indonesa dari organisasi Islam. "Beberapa tokoh agama Indonesia, mungkin dari NU, mungkin dari Muhammadiyah," jelas Luhut.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut mengatakan kemungkinan keberangkatan utusan tersebut pada pekan ini, tergantung dengan konfirmasi dari kedua negara untuk menerima utusan dari Indonesia.

Luhut menilai Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki peran yang signifikan sebagai mediator bagi kedua negara yang sedang berkonflik.

"Sekarang apa peran Indonesia? Kita melihat bahwa Indonesia itu sebagai negara berpenduduk Islam terbesar tentu bisa memainkan peran cukup signifikan untuk mencegah jangan sampai ada konflik di antara mereka," ujar Luhut.

Menurut dia, konflik antara Arab Saudi dan Iran dapat menimbulkan dampak secara internasional yang dapat mempengaruhi perekonomian dunia.

Dia menilai, konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut bukanlah perseteruan antar aliran agama melainkan konflik kepentingan yang berkaitan dengan ekonomi.

"Ini ujung-ujungnya konflik kepentingan, ekonomi lagi, siapa yang paling berpengaruh," kata Luhut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X