Pimpinan DPR: Jika Sejak Awal Pemerintah Tidak Setuju, Revisi UU KPK Batal

Kompas.com - 08/10/2015, 15:14 WIB
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Selasa (6/10/2015) KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua DPR RI Agus Hermanto saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Selasa (6/10/2015)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai, pembahasan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi masih cukup panjang. Sebab, saat ini pembahasan revisi itu baru sampai tahap sinkronisasi.

"Belum mengajukan rancangan proses. Jadi masih dalam proses yang panjang," kata Agus di Kompleks Parlemen, Kamis (8/10/2015).

Setelah rancangan undang-undang rampung disusun, barulah RUU itu diusulkan untuk masuk ke dalam program legislasi nasional. Namun, untuk memasukkan itu ke dalam prolegnas, perlu mendapat persetujuan bersama dengan pemerintah.

"Bila dari awal pemerintah tak menyetujuinya, ya tidak terjadi UU. Jadi sekarang nggak usah buru-buru, karena ini masih dalam tataran ide teman-teman," ujarnya.

Fraksi Demokrat menjadi satu dari empat fraksi yang tidak menandatangani usulan revisi UU KPK saat rapat pleno Badan Legislasi, Selasa (6/10/2015) lalu. Meski demikian, ia menegaskan, jika revisi dilakukan, Demokrat akan mengusulkan pasal-pasal yang justru memperkuat fungsi dan tugas KPK.

"Ke depan KPK harus dikuatkan baik itu pencegahan, konstruksi SDM, maupun anggaran," ujarnya.

Sebanyak 45 anggota DPR dari enam fraksi mengusulkan revisi UU KPK. Mereka meminta agar revisi UU itu masuk ke dalam Polegnas Prioritas 2015 dan menjadi inisiatif DPR. Namun, pembahasan saat rapat pleno Baleg kemarin gagal mencapai kesepakatan untuk menjadikannya revisi UU tersebut menjadi inisiatif DPR. Rencananya, seluruh fraksi akan berkumpul kembali pada Senin pekan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wamenhan Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara

Wamenhan Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara

Nasional
Lima Mobil Mewah Diduga Milik Anggota DPR Pakai Pelat Mirip Polisi, Punya Siapa?

Lima Mobil Mewah Diduga Milik Anggota DPR Pakai Pelat Mirip Polisi, Punya Siapa?

Nasional
Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu Sudah Diterima, Komisi II Rencanakan 'Fit and Proper Test' Awal Februari

Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu Sudah Diterima, Komisi II Rencanakan "Fit and Proper Test" Awal Februari

Nasional
KSAU Serahkan 182 Kendaraan Dinas ke Satuan TNI AU

KSAU Serahkan 182 Kendaraan Dinas ke Satuan TNI AU

Nasional
Bareskrim Ungkap Total Kerugian Sementara Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Capai Rp 503 Miliar

Bareskrim Ungkap Total Kerugian Sementara Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Capai Rp 503 Miliar

Nasional
Pimpinan DPR Minta Pemerintah Konsisten, Proyek Ibu Kota Tak Bebani APBN

Pimpinan DPR Minta Pemerintah Konsisten, Proyek Ibu Kota Tak Bebani APBN

Nasional
Soal Kabar Kunjungan ke Israel, Kepala BNPB: Itu Hoaks

Soal Kabar Kunjungan ke Israel, Kepala BNPB: Itu Hoaks

Nasional
Formasi Guru PPPK di Daerah Terpencil Sepi Peminat, Nadiem Sebut Masalahnya Bukan Hanya Uang

Formasi Guru PPPK di Daerah Terpencil Sepi Peminat, Nadiem Sebut Masalahnya Bukan Hanya Uang

Nasional
Kian Melesatnya Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Usai Omicron Ditemukan di Jakarta

Kian Melesatnya Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Usai Omicron Ditemukan di Jakarta

Nasional
Saat Saksi Minta Munarman Bersabar Hadapi Perkara

Saat Saksi Minta Munarman Bersabar Hadapi Perkara

Nasional
Alasan Kemenkes Putuskan Vaksin Primer Sinovac Hanya untuk Anak

Alasan Kemenkes Putuskan Vaksin Primer Sinovac Hanya untuk Anak

Nasional
Tanggapi Wacana Tarif KRL Naik, Anggota DPR: Tak Pantas Dinaikkan Saat Ini

Tanggapi Wacana Tarif KRL Naik, Anggota DPR: Tak Pantas Dinaikkan Saat Ini

Nasional
Saksi di Persidangan Munarman Mengaku Pernah Kirim Anggota FPI ke ISIS

Saksi di Persidangan Munarman Mengaku Pernah Kirim Anggota FPI ke ISIS

Nasional
Diperiksa KPK, Eks Dirjen Keuangan Daerah Ditanya soal Prosedur Dana PEN

Diperiksa KPK, Eks Dirjen Keuangan Daerah Ditanya soal Prosedur Dana PEN

Nasional
Kala Komisi II Debat 'Bau Balsem' Saat Rapat dengan Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu

Kala Komisi II Debat "Bau Balsem" Saat Rapat dengan Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.