Luhut Nanti Akan Lepas Jabatan Kepala Staf Kepresidenan

Kompas.com - 14/08/2015, 15:12 WIB
Dari kiri ke kanan: Thomas Lembong (Menteri Perdagangan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Polhukam), Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Rizal Ramli (Menko Kemaritiman), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), dan Sofyan Djalil (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago). SETKABDari kiri ke kanan: Thomas Lembong (Menteri Perdagangan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Polhukam), Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Rizal Ramli (Menko Kemaritiman), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), dan Sofyan Djalil (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan bahwa posisi Kepala Staf Kepresidenan nantinya tidak akan dirangkap oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang juga menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Meski demikian, diperlukan waktu untuk memilih dan menetapkan figur yang akan memimpin Kantor Staf Presiden (KSP).

Pramono menuturkan, jaminan tidak adanya rangkap jabatan itu dinyatakan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pembicaraan Pramono dengan Jokowi berlangsung di Istana Presiden pada Kamis (13/8/2015).

"Yang prinsip adalah tidak ada rangkap jabatan. Siapapun yang akan diberi, tunggu," ucap Pramono Anung di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengatakan bahwa KSP akan berada di bawah Seskab. Sementara Presiden Jokowi mengatakan telah menyiapkan sejumlah nama untuk dipilih menjadi Kepala KSP.

Luhut sebelumnya mengaku tidak sepakat apabila keberadaan kantor staf Kepresidenan dilebur ke Sekretariat Kabinet. Menurut dia, Presiden lebih baik mempertahankan struktur yang ada sekarang. (baca: Luhut Nilai Kantor Staf Kepresidenan Tak Perlu Digabung ke Setkab)

"Menurut saya biar saja seperti sekarang karena bisa memberikan saran secara mandiri pada berbagai bidang, tapi itu terserah Presiden," ujar Luhut.

JK menyebut bahwa kantor staf presiden lebih baik di bawah Setkab karena saat ini tak memiliki pimpinan. Seluruh tugas kepala staf presiden pun diambil alih oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (baca: Wapres: Kantor Staf Kepresidenan Akan Berada di Bawah Seskab)

"Sementara ini akan diberi tanggung jawab ke Seskab menjalankan lembaga itu karena hampir sama tugas-tugasnya," ujar dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X