Calon Tunggal di Denpasar, KPU Buka Pendaftaran Usai Penetapan

Kompas.com - 09/08/2015, 13:57 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman. Icha RastikaKomisioner Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman.
Penulis Icha Rastika
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah akan membuka kembali pendaftaran untuk bakal calon Wali Kota Denpasar setelah satu pasangan calon menyatakan mundur, sehingga menyisakan satu pasangan calon. Menurut Komisioner KPU Arief Budiman, pendaftaran untuk Denpasar tersebut akan kembali dibuka setelah penetapan nama calon yang dijadwalkan pada 24 Agustus mendatang.

"Denpasar masuk kategori kedua ini, dikarenakan setelah pendaftaran dipenuhi dua (pasangan calon) tetapi setelah verifikasi ternyata tidak lolos sehingga sisa satu. Untuk kelompok kedua ini undang-undang sudah mengatur dilakukan penundaan paling lama 10 hari, kemudian dibuka pendataran lagi tiga hari," kata Arief di Kantor KPU Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Menurut Arief, ada dua kategori perpanjangan pendaftaran yang ditetapkan. Pertama adalah bagi tujuh daerah yang sejak dibukanya pendaftaran hanya ada satu pasang calon yang mendaftar. Kedua adalah bagi daerah yang bakal calonnya menjadi hanya satu pasang setelah pasangan lainnya tidak lolos tahap verifikasi pendaftaran.

Bagi kategori kedua seperti yang terjadi di Denpasar, Arief telah mengusulkan kepada internal KPU agar diberikan waktu perpanjangan tiga hari jika setelah pembukaan pendaftaran kedua tidak juga memenuhi syarat dua pasangan bakal calon kepala daerah.

Perpanjangan pendaftaran dilakukan berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait antisipasi calon tunggal.

"Yang kedua ini kita buka lagi karena kan ada rekomendasi. Sebenarnya aturan KPU kan satu kali buka, yang ikut kurang, ikut 2017. Tapi ini kan ada rekomendasi (maka ditambah lagi tiga hari setelah pembukaan pendaftaran kedua)" tutur Arief.

Namun, jika setelah perpanjangan pendaftaran kedua itu berakhir masih menyisakan pasnagan calon tunggal, Pilkada Wali Kota Denpasar terpaksa ditunda hingga 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, masih ada kurang lebih 81 daerah yang berpotensi pasangan calon tunggal. Selain Denpasar, Arief mengaku telah menerima laporan telepon mengenai satu daerah lain yang calonnya menjadi pasangan calon tunggal setelah melalui verifikasi.

Namun, Arief enggan menyebutkan nama daerah tersebut. "Kita tunggu laporan resmi saja," ucap dia.

Sebelumnya, satu dari dua pasangan bakal calon Wali Kota Denpasar mengundurkan diri dari pencalonan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasangan bakal calon yang mundur yaitu, I Ketut Suwandhi dan I Made Arjaya.

Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum Hadar Nafis Gumay, pasangan tersebut tidak memenuhi perbaikan persyaratan administrasi dan menyampaikan pengunduran diri.

Adapun pasangan lain yang mendaftar sebagai calon Wali Kota di Kota Denpasar adalah I B Rai Dharmawijaya Mantra dan I Gusti Ngr Jayan Negara. Kedua pasangan tersebut sama-sama diusung oleh partai politik.

Meski secara tidak langsung pasangan yang mengundurkan diri tersebut telah gugur dari pencalonan, menurut Hadar, penetapan pembatalan pencalonan akan diumumkan secara resmi pada 24 Agustus 2015. Ini bersamaan dengan pengumuman nama-nama calon kepala daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Formula E Diusut KPK, Bambang Soesatyo: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah

Formula E Diusut KPK, Bambang Soesatyo: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah

Nasional
Kunjungi Jambi, Muhadjir Pastikan Keluarga Miskin Bakal Dapat Bansos

Kunjungi Jambi, Muhadjir Pastikan Keluarga Miskin Bakal Dapat Bansos

Nasional
BKN Ingatkan soal Sanksi bagi ASN yang Nekat Cuti dan ke Luar Kota Saat Libur Natal-Tahun Baru

BKN Ingatkan soal Sanksi bagi ASN yang Nekat Cuti dan ke Luar Kota Saat Libur Natal-Tahun Baru

Nasional
Kepala BKN: ASN Wajib Batalkan Cuti Saat Libur Natal-Tahun Baru

Kepala BKN: ASN Wajib Batalkan Cuti Saat Libur Natal-Tahun Baru

Nasional
2.233 Atlet Ikuti Kompetisi Perairan KSAL Cup 2021

2.233 Atlet Ikuti Kompetisi Perairan KSAL Cup 2021

Nasional
Menanti Langkah Konkret Jaksa Agung soal Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Menanti Langkah Konkret Jaksa Agung soal Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
134.500 Dosis Vaksin Novavax Tiba dari China, Pemerintah Kejar Target Vaksinasi Covid-19

134.500 Dosis Vaksin Novavax Tiba dari China, Pemerintah Kejar Target Vaksinasi Covid-19

Nasional
Kemenkes: Efikasi Novavax 96,4 Persen terhadap Covid-19 Varian Non-alfa

Kemenkes: Efikasi Novavax 96,4 Persen terhadap Covid-19 Varian Non-alfa

Nasional
Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Nasional
UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

Nasional
Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Nasional
Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Nasional
Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.