Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ipda Farouk Ashadi Haiti: Saya Tidak Mau Bawa Embel-embel Bapak

Kompas.com - 15/04/2015, 20:17 WIB
Fabian Januarius Kuwado

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
- Putra sulung calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Pol Badrodin Haiti, Farouk Ashadi Haiti, berprofesi sebagai polisi dengan pangkat Inspektur Dua. Bagaimana ia menjalankan profesinya dengan status putra petinggi kepolisian?

Farouk mengaku, berbagai isu miring kerap menerpanya. Hal itu disampaikannya saat berbincang seusai kunjungan Komisi III DPR ke kediaman Badrodin, Jalan Muhammad Kahfi I, Nomor 34, RT 07 RW 04, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2015) siang.

"Banyak yang bilang enggak enak, sebenarnya dari dulu, kan sebelum Bapak saya jadi calon Kapolri, dia jadi Wakapolri," ujar Farouk.

Berbagai isu itu diantaranya, mendapatkan perlakuan spesial dari atasan, menggunakan fasilitas ayahnya dan berbagai isu lainnya. Perwira Akademi Kepolisian angkatan 2012 itu mengaku menanggapi santai isu-isu miring itu dan membuktikannya dengan kerja. Saat ini, Farouk  menjabat sebagai Kepala Subunit II Direktorat Tindak Pidana Tertentu di Polrestabes Surabaya.

"Lihat saja kinerja saya dari dulu. Saya enggak pernah memanfaatkan jabatan bapak saya. Kalau bisa, saya memang enggak mau bawa embel-embel Bapak saya dalam kerjaan," ujar Farouk.

Selama ini, Farouk mengatakan, ayahnya juga sering memberikan masukan atas kinerjanya.

Mengenai pencalonan ayahnya sebagai Kapolri, Farouk memberikan dukungan dan berharap Badrodin mampu membawa Polri menjadi institusi yang profesional, akuntabel, dan humanis. 

"Bapak itu kalau dilihat dari sisi keluarga, dia pekerja keras, tegas dan ulet. Kelebihan dia itu mampu mengayomi. Itu kelebihan dibanding yang lain, menurut saya," ujar Farouk.

Presiden menunjuk Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri menggantikan calon sebelumnya, Budi Gunawan. Komisi III menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Badrodin pada Kamis (16/4/2015) besok.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi 'King Maker'

Berharap Anies Tak Maju Pilkada, Refly Harun: Levelnya Harus Naik, Jadi "King Maker"

Nasional
Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Perkara Besar di Masa Jampidum Fadil Zumhana, Kasus Sambo dan Panji Gumilang

Nasional
Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Refly Harun: Anies Tak Punya Kontrol Terhadap Parpol di Koalisi Perubahan

Nasional
Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Verifikasi Bukti Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai, Warga Akan Didatangi Satu-satu

Nasional
Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Indonesia Dorong Pemberian Hak Istimewa ke Palestina di Sidang PBB

Nasional
Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Beban Melonjak, KPU Libatkan PPK dan PPS Verifikasi Dukungan Calon Kepala Daerah Nonpartai

Nasional
Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Peran Kritis Bea Cukai dalam Mendukung Kesejahteraan Ekonomi Negara

Nasional
Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Refly Harun Ungkap Bendera Nasdem Hampir Diturunkan Relawan Amin Setelah Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo

Nasional
UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

UU Pilkada Tak Izinkan Eks Gubernur Jadi Cawagub, Wacana Duet Anies-Ahok Buyar

Nasional
Jemaah Haji Tak Punya 'Smart Card' Terancam Deportasi dan Denda

Jemaah Haji Tak Punya "Smart Card" Terancam Deportasi dan Denda

Nasional
Sebelum Wafat, Jampidum Kejagung Sempat Dirawat di RSCM 2 Bulan

Sebelum Wafat, Jampidum Kejagung Sempat Dirawat di RSCM 2 Bulan

Nasional
Jampidum Kejagung Fadil Zumhana Meninggal Dunia

Jampidum Kejagung Fadil Zumhana Meninggal Dunia

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, PKS: Kontrol Terhadap Pemerintah Wajib

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, PKS: Kontrol Terhadap Pemerintah Wajib

Nasional
Istri di Minahasa Dibunuh karena Mengigau, Komnas Perempuan Sebut Fenomena Femisida

Istri di Minahasa Dibunuh karena Mengigau, Komnas Perempuan Sebut Fenomena Femisida

Nasional
Kabaharkam Siapkan Strategi Pengamanan Khusus di Akses Masuk Pelabuhan Jelang WWF ke-10 di Bali

Kabaharkam Siapkan Strategi Pengamanan Khusus di Akses Masuk Pelabuhan Jelang WWF ke-10 di Bali

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com