Jusuf Kalla Sebut Kenaikan Harga BBM untuk Perbaikan Infrastruktur

Kompas.com - 29/03/2015, 16:54 WIB
TRIBUN TIMUR / MUHAMMAD ABDIWAN Warga antre membeli bahan bakar minyak (BBM) di sebuah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (18/11/2014) dini hari. Antrean panjang terjadi karena adanya pengumuman pemerintah tentang kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter terhitung mulai 18 November pukul 00.00 WIB.


JAKARTA, KOMPAS.com
- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tujuannya untuk membangun infrastruktur menjadi lebih baik. Menurut dia, kenaikan harga BBM akan menyumbang lebih banyak uang ke kas negara.

"Indonesia kan mau bikin jalan lebih panjang, sekolah lebih banyak. Kalau tidak ada uang negara yang cukup, bagaimana bisa membangun jalan, rumah sakit, dan sekolah?" ujar Kalla di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

Kalla mengatakan, kenaikan harga BBM diselaraskan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Subsidi yang ada digunakan dengan tepat.

"Itu risiko kebijakan yang diambil," kata Kalla.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga BBM jenis solar dan premium untuk wilayah penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama.

Harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 6.400 per liter. Adapun harga bensin premium RON 88 naik menjadi Rp 7.300 per liter dari harga Rp 6.800 per liter. Harga ini berlaku sejak Sabtu (28/3/2015) mulai pukul 00.00 WIB.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra

Close Ads X