Luruskan Opini, Menlu Sebut Belanda dan Brasil Tidak Putuskan Hubungan Diplomatik

Kompas.com - 20/01/2015, 13:51 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa pemerintah Brasil dan Belanda tidak memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Mereka hanya memanggil duta besarnya untuk konsultasi terkait eksekusi terhadap terpidana mati yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Saya perlu luruskan opini di masyarakat, dua negara bukan memutus hubungan diplomatik. Tidak sama sekali," ujar Retno usai silaturahmi bersama pemimpin redaksi media masa di Gedung Nakula, Kementerian Polhukam, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Retno mengatakan, penarikan dan pemanggilan dubes adalah dua hal yang berbeda. Ia memastikan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dengan Belanda dan Brasil tetap berjalan dengan baik.

Kejaksaan sebelumnya mengeksekusi enam terpidana mati, yakni Ang Kim Soei (62), warga negara Belanda; Namaona Denis (48), warga negara Malawi; Marco Archer Cardoso Mareira (53), warga negara Brasil; Daniel Enemua (38), warga negara Nigeria; Rani Andriani atau Melisa Aprilia (38), warga negara Indonesia; dan Tran Thi Bich Hanh (37), warga negara Vietnam.

Pemerintah Brasil lalu memanggil duta besarnya di Jakarta untuk konsultasi, dan menegaskan eksekusi mati itu akan mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

"Penggunaan hukuman mati, yang dikecam masyarakat internasional, memberi pengaruh buruk untuk hubungan kedua negara," demikian pernyataan kantor presiden Brasil, yang dikutip kantor berita resmi negeri itu, Minggu (18/1/2015).

Sementara itu, Belanda juga memanggil pulang duta besarnya di Jakarta dan mengecam keras eksekusi terhadap Ang Kiem Soei.

"Hukuman mati adalah hukuman yang kejam dan tak manusiawi yang mengabaikan kehormatan dan integrias seorang manusia," kata Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X