Ini Kata Pramono soal Perbedaan Pendapat Nasdem atas Revisi UU MD3

Kompas.com - 12/11/2014, 18:08 WIB
Politisi PDI Perjuangan Pramono Anung Indra Akunto/KOMPAS.comPolitisi PDI Perjuangan Pramono Anung
Penulis Dani Prabowo
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh atas perbedaan sikap anak buahnya di DPR terkait rencana revisi UU MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3).

Menurut Pramono, dirinya tidak memiliki hak untuk mengomentari perbedaan sikap yang diberikan rekannya sesama anggota Koalisi Indonesia Hebat yang berbeda fraksi.

"Kalau itu tanyakan saja langsung kepada Pak Surya Paloh," kata Pramono seusai bertemu dengan sejumlah petinggi parpol dari Koalisi Merah Putih (KMP) di kediaman Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa, Rabu (12/11/2014).

Sebelumnya diberitakan, Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Victor Laiskodat, menyatakan, pihaknya menolak penyelesaian konflik di DPR melalui revisi Tata Tertib DPR dan Undang-Undang No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

Menurut Victor, menyelesaikan masalah dengan cara mengubah aturan adalah bukti negatif sebuah proses politik di parlemen. Pramono mengatakan, seluruh pimpinan KIH sebelumnya telah menggelar pertemuan di kediaman Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Selasa (11/11/2014) kemarin.

Meski tak menjelaskan hasil pertemuan kemarin, tetapi ia memastikan bahwa perbedaan sikap di tubuh KIH telah selesai.

"Jadi di Teuku Umar kita sudah diberikan mandat untuk pertemuan hari ini. Dan alhamdullilah sudah ada titik temu, jadi tidak ada lagi yang bisa bilang ini bukan bagian (dari kesepakatan)," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pramono menambahkan, pertemuan yang dilangsungkan di kediaman Hatta menjadi salah satu titik positif penyelesaian konflik antara KIH dan KMP. Ia optimisitis, dalam waktu dekat konflik antara kedua koalisi akan segera berakhir.

"Kami yakin Kamis atau Jumat besok selesai," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

Nasional
WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

Nasional
Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani 'Overhaul'

Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani "Overhaul"

Nasional
Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

Nasional
Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Nasional
Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

Nasional
KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

Nasional
Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Nasional
Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

Nasional
KRI Cakra-401 Selesai 'Overhaul', TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

KRI Cakra-401 Selesai "Overhaul", TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

Nasional
Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

Nasional
Gerindra Berharap Dapat Koalisi dengan PDI-P untuk Menangkan Prabowo sebagai Presiden

Gerindra Berharap Dapat Koalisi dengan PDI-P untuk Menangkan Prabowo sebagai Presiden

Nasional
Dongkrak Elektoral untuk 2024, PPP Gelar Workshop Anggota DPRD Se-Indonesia

Dongkrak Elektoral untuk 2024, PPP Gelar Workshop Anggota DPRD Se-Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.