Kapolri Klaim Tahu Apa yang Terjadi dengan Pesawat Malaysia Airlines MH370

Kompas.com - 12/09/2014, 22:15 WIB
Sebuah kapal cepat yang dikendarai awak Ocean Shield dan awak AL Australia melintasi kapal itu saat terlibat dalam pencarian Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia. AFPSebuah kapal cepat yang dikendarai awak Ocean Shield dan awak AL Australia melintasi kapal itu saat terlibat dalam pencarian Malaysia Airlines MH370 di Samudera Hindia.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Kapolri Jenderal Sutarman mengaku mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak Maret Lalu.

Saya berbicara dengan Kepala Polisi Malaysia Tun Mohammed Hanif Omar, saya tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan MH370," ujar Sutarman di hadapan pihak maskapai Lion Air, dan sejumlah perwira tinggi kepolisian di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/9/2014).

Meskipun demikian, Sutarman enggan menyebut kepada wartawan mengenai hal yang ia ketahui tentang pesawat yang membawa 239 penumpang dengan rute penerbangan Kuala Lumpur-Beijing itu.

Hingga saat ini, publik belum mengetahui di mana lokasi pesawat tersebut. Bahkan, para ahli dari pihak penerbangan hingga kini belum tahu soal penyebab hilangnya pesawat penumpang tersebut.

Dalam pertemuan penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan penerbangan PT Lion Mentari (Lion Air), Jumat siang, Sutarman mengimbau agar perusahaan penerbangan di Indonesia dapat menggunakan tenaga ahli yang cukup dan kompeten dalam mengoperasikan semua pesawat.

Dalam pidatonya, Sutarman juga berjanji akan melakukan pengamanan terhadap moda transportasi udara di Indonesia. Menurut dia, menjaga keamanan penerbangan merupakan bagian dari tanggung jawab Polri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setahun Usia Pemerintahan, Jokowi Dinilai Semakin Berjarak dengan Masyarakat

Setahun Usia Pemerintahan, Jokowi Dinilai Semakin Berjarak dengan Masyarakat

Nasional
Menhub: Penumpang Kereta dan Pesawat Tetap Harus Lampirkan Hasil Tes Covid-19

Menhub: Penumpang Kereta dan Pesawat Tetap Harus Lampirkan Hasil Tes Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19: Jangan ke Tempat Wisata yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19: Jangan ke Tempat Wisata yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Nasional
Jokowi Belum Tanda Tangani UU Cipta Kerja, Moeldoko: Tinggal Tunggu Waktu

Jokowi Belum Tanda Tangani UU Cipta Kerja, Moeldoko: Tinggal Tunggu Waktu

Nasional
Perkuat Ketahanan Sosial KPM Selama Pandemi, Kemensos Kembali Salurkan BSB

Perkuat Ketahanan Sosial KPM Selama Pandemi, Kemensos Kembali Salurkan BSB

Nasional
Komnas HAM: Perlindungan Masyarakat Adat atas Konflik Agraria Dipinggirkan Pemerintah

Komnas HAM: Perlindungan Masyarakat Adat atas Konflik Agraria Dipinggirkan Pemerintah

Nasional
Sterilisasi, DPR Berlakukan WFH Dua Hari

Sterilisasi, DPR Berlakukan WFH Dua Hari

Nasional
Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

Ketua Satgas Akui Pemerintah Lengah Awasi Libur Panjang pada Agustus

Nasional
Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

Komnas HAM: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Diselesaikan Pemerintah

Nasional
6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

6.375 Akun Medsos Didaftarkan untuk Kampanye Pilkada, Facebook Paling Banyak

Nasional
Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

Ketua Komisi X Apresiasi Politik Anggaran Nadiem Makarim

Nasional
Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Nasional
Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Nasional
Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Nasional
Setahun Nadiem, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Perbaiki Komunikasi Publik

Setahun Nadiem, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Perbaiki Komunikasi Publik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X