Prabowo: Kemiskinan dan Dendam Masa Lalu Timbulkan Kebencian

Kompas.com - 28/06/2014, 23:10 WIB
Prabowo Subianto saat menghadiri Istigasah di Pondok Pesantren Al Hamidy, Desa Potoan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (24/6/2014). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPrabowo Subianto saat menghadiri Istigasah di Pondok Pesantren Al Hamidy, Desa Potoan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (24/6/2014).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com -- Calon presiden Prabowo Subianto menyebutkan, suasana kebencian lebih mudah terjadi dalam keadaan kemiskinan. Selain karena kemiskinan, kebencian juga berasal dari dendam masa lalu.

"Dari segi praktis saya, suasana kebencian mudah terjadi dalam keadaan kemiskinan, dalam keadayaan sumber daya tidak terbagi secara adil," jelas Prabowo dalam Dialog Kenegaraan, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (28/6/2014).

Ia menuturkan, ketidakadilan ini mengakibatkan timbulnya rasa iri, benci, dan rasa dengki. Secara realistis, rasa benci dan dengki itu bagian dari diri manusia. Biasanya orang yang patah semangat, frustasi, atau merasa tidak ada harapan, lebih mudah dibangkitkan rasa tidak puasnya.

"Kamu miskin gara-gara mereka yang mengambil kekayaanmu," kata Prabowo mencontohkan.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, 'kamu' merujuk pada orang yang tengah frustasi, sedangkan 'mereka' itu adalah kelompok, ras, atau agama lain. Selain karena masalah kemiskinan, Prabowo juga menyebutkan, kebencian masih terpelihara karena kebanyakan masyarakat berpegang pada dendam masa lalu.

"Eyang buyutku pernah dihina eyang buyut dia. Kalau gitu, aku ngga boleh ke rumahnya," kata Prabowo menganalogikan kembali. Masyarakat Indonesia, tambah Prabowo, masih mengingat pelajaran seperti itu. Sehingga secara tidak langsung, kebencian terus mengakar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Nasional
Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Nasional
Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Nasional
Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Nasional
BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

Nasional
Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Nasional
KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

Nasional
[POPULER NASIONAL} Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

[POPULER NASIONAL} Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

Nasional
Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Nasional
[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

Nasional
Organisasi Mahasiswa Sarankan Jokowi Istirahatkan Wiranto

Organisasi Mahasiswa Sarankan Jokowi Istirahatkan Wiranto

Nasional
Nasdem dan Gerindra Sepakat Amandemen UUD 1945 Secara Menyeluruh

Nasdem dan Gerindra Sepakat Amandemen UUD 1945 Secara Menyeluruh

Nasional
Tiba-tiba Prabowo Potong Jawaban Surya Paloh Saat Ditanya soal Gerindra Jadi Oposisi atau Ikut Pemerintah

Tiba-tiba Prabowo Potong Jawaban Surya Paloh Saat Ditanya soal Gerindra Jadi Oposisi atau Ikut Pemerintah

Nasional
Bertemu Prabowo, Surya Paloh Bantah Bahas Menteri

Bertemu Prabowo, Surya Paloh Bantah Bahas Menteri

Nasional
Prabowo: Saya dan Surya Paloh Bersahabat, Kadang Berseberangan

Prabowo: Saya dan Surya Paloh Bersahabat, Kadang Berseberangan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X