Fadli Zon: Prabowo Didukung Kiai Maemoen

Kompas.com - 21/04/2014, 11:47 WIB
Prabowo Subianto dalam helikopter yang ditumpanginya untuk bertemu kader dan massa Gerindra di Bali, Senin (17/3/2014) Tribun Bali/Miftachul HudaPrabowo Subianto dalam helikopter yang ditumpanginya untuk bertemu kader dan massa Gerindra di Bali, Senin (17/3/2014)
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Syari’ah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maemoen Zubair di Rembang, Minggu (20/4/2014), disebut membuahkan hasil. Prabowo disebut mengantongi restu dari orang yang paling dihormati di PPP untuk maju sebagai calon presiden.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat dihubungi, Senin (21/4/2014).

“Pak Prabowo ke sana untuk memohon doa restu, memohon arahan. Harapan Pak Kiai Maemoen sangat bagus, beliau mendukung pencalonan Pak Prabowo. Dukungan ini saya pikir akan direalisasikan Kiai Maemoen,” ujar Fadli.

Dengan mengantongi restu dari Kiai Maemoen, Fadli berharap, dukungan PPP bisa solid terhadap pencapresan Prabowo. Fadli yakin, partai berbasis Islam itu bisa mengatasi persoalan di internalnya yang kini tengah memanas.

“Sebagai partai yang cukup senior, saya yakin PPP bisa punya cara untuk mengatasi masalahnya. Kami tidak mau ikut campur untuk urusan internalnya,” imbuh Fadli.

Sebelumnya, Prabowo bersama Ketua Umum PPP Suryadharma Ali melakukan pertemuan dengan Kiai Maemoen di kediamannya di Rembang, Jawa Tengah. Pertemuan berlangsung tertutup selama dua jam. Pertemuan ini dilakukan saat PPP tengah digoncang konflik internal.

Dukungan Suryadharma kepada Prabowo dianggap telah menyalahi hasil Mukernas II PPP di Bandung pada Februari lalu. Pasalnya, nama Prabowo tidak masuk dalam tujuh nama yang mendapat dukungan PPP untuk maju sebagai calon presiden. Namun, Suryadharma tetap bersikeras melakukan deklarasi, meski posisinya sudah mulai digoyang di internal PPP.

Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuzy, sebagai pihak yang bertentangan dengan Suryadharma, mengaku tak mempersoalkan pertemuan Prabowo dengan Kiai Maemoen itu. Namun, dia berharap Suryadharma bisa mematuhi prosedur partai dalam menentukan arah koalisi. Koalisi yang dilakukan Suryadharma, sebutnya, adalah sikap pribadi dan bukan merupakan haluan partai.

“Saya hanya berharap pertemuan dengan Kiai Maemoen di Rembang bisa membawakan kesejukan. Biasa kan kalau bertemu kiai ya sejuk. Semoga saja ini yang terjadi,” ucapnya. (Sabrina Asril)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Kembali Catat Kasus Harian Tertinggi, Epidemiolog: Jangan Terpaku Kasus Harian

Indonesia Kembali Catat Kasus Harian Tertinggi, Epidemiolog: Jangan Terpaku Kasus Harian

Nasional
Anita Kolopaking Akui Pernah Kirim Surat hingga Tanya Kemungkinan Ajukan Fatwa ke MA

Anita Kolopaking Akui Pernah Kirim Surat hingga Tanya Kemungkinan Ajukan Fatwa ke MA

Nasional
Dalam 2 Bulan, Ada 91.640 Kampanye Tatap Muka dan 2.126 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dalam 2 Bulan, Ada 91.640 Kampanye Tatap Muka dan 2.126 Pelanggaran Protokol Kesehatan

Nasional
Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Sempat Marah soal 'Action Plan' yang Dibuat Jaksa Pinangki

Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Sempat Marah soal "Action Plan" yang Dibuat Jaksa Pinangki

Nasional
Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Pesan dan Harapan Guru untuk Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
MK Tolak Gugatan terhadap UU Pornografi yang Dimohonkan Terdakwa Kasus Video Porno

MK Tolak Gugatan terhadap UU Pornografi yang Dimohonkan Terdakwa Kasus Video Porno

Nasional
Polri: Ada 1.448 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Polri: Ada 1.448 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Nasional
Jadi Saksi Mata KPK Tangkap Menteri, Ngabalin: Edhy Prabowo Kooperatif, Enaklah Tadi..

Jadi Saksi Mata KPK Tangkap Menteri, Ngabalin: Edhy Prabowo Kooperatif, Enaklah Tadi..

Nasional
Mendikbud: Orang Tua Jangan Khawatir, Sekolah Tak Bisa Paksa Anak Belajar Tatap Muka

Mendikbud: Orang Tua Jangan Khawatir, Sekolah Tak Bisa Paksa Anak Belajar Tatap Muka

Nasional
Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Minta Bantuannya karena Ingin Punya Nama Baik

Anita Kolopaking Sebut Djoko Tjandra Minta Bantuannya karena Ingin Punya Nama Baik

Nasional
Kemendes PDTT Raih Predikat Kementerian yang Informatif, Begini Respon Gus Menteri

Kemendes PDTT Raih Predikat Kementerian yang Informatif, Begini Respon Gus Menteri

Nasional
Megawati Minta Nadiem Luruskan Sejarah, Ini Kata Kemendikbud

Megawati Minta Nadiem Luruskan Sejarah, Ini Kata Kemendikbud

Nasional
Guru Sambut Baik Rencana Pembelajaran Tatap Muka 2021, Tergantung Izin Kepala Daerah

Guru Sambut Baik Rencana Pembelajaran Tatap Muka 2021, Tergantung Izin Kepala Daerah

Nasional
Cerita Ngabalin Satu Rombongan dengan Edhy Prabowo, tapi Tak Ditangkap KPK

Cerita Ngabalin Satu Rombongan dengan Edhy Prabowo, tapi Tak Ditangkap KPK

Nasional
Puan Bertemu Pimpinan DPR Korea Selatan, Bahas Penanganan Covid-19 hingga Pelindungan Pekerja Migran

Puan Bertemu Pimpinan DPR Korea Selatan, Bahas Penanganan Covid-19 hingga Pelindungan Pekerja Migran

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X