Fadjroel Tantang Fadli Zon Buat Puisi tentang Penculikan

Kompas.com - 17/04/2014, 12:22 WIB
Tampilan tweet Fadjroel Rachman Twitter @fadjroeLTampilan tweet Fadjroel Rachman
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mendapat kritik karena kerap membuat puisi untuk menyerang lawan politiknya. Aktivis sekaligus pengamat politik Fadjroel Rahman menantang Fadli untuk membuat puisi tentang penculikan para aktivis pada era Orde Baru.

Tantangan itu dilontarkan Fadjroel dalam akun Twitter-nya @Fadjroel, Kamis (17/4/2014). "Saya ingin membantu @fadlizon membuat PUISI PENCULIKAN pasti akan menjadi masterpiece di jagat sastra dan politik," tulis Fadjroel di awal tweet-nya.

Fadjroel menilai, Fadli menyepelekan kasus penculikan tersebut. Dalam tweet-nya, Fadjroel juga memberi beberapa tautan pemberitaan lawas terkait kasus penculikan aktivis 1998. Salah satunya mengenai diberhentikannya bakal capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dari ABRI.

"Ayo bung @fadlizon bikin masterpiecemu PUISI PENCULIKAN, idenya 13 KORBAN HILANG TAK PERNAH PULANG. Kita tunggu nih!" tulis Fadjroel.

"Kalau PUISI PENCULIKAN selesai bung nanti bikin KONFERENSI PERS khusus PEMBACAAN PUISI dan KLARIFIKASI PENCULIKAN!"  katanya.

Sebelumnya, Fadli kembali membuat puisi dengan judul "Raisopopo". Dalam puisi itu, ia bercerita tentang blusukan, tentang wayang, dan mimpi fatamorgana calon pemimpin. Fadli tidak menyebut siapa yang ia maksud dalam puisi itu.

Namun, pihak PDI-P meyakini bahwa puisi itu ditujukan kepada bakal calon presiden Joko Widodo alias Jokowi. Sebelumnya, Jokowi sempat menggunakan istilah "rapopo".

Sebelum puisi ini, Fadli pernah membuat puisi berjudul "Air Mata Buaya" dan "Sajak Seekor Ikan". Fadli tidak pernah menyebutkan siapa yang ia singgung dalam puisi tersebut. Namun, publik kemudian menghubungkan isi puisi itu dengan pencapresan Jokowi.

Politisi muda PDI-P Fachmi Habcyi pernah menanggapi puisi Fadli dengan membuat puisi berjudul "Pemimpin Tanpa Kuda". Fadli membalasnya dengan puisi berjudul "Sandiwara", yang berisi mengenai seseorang yang tidak menepati janji. Ini dibalas lagi oleh Fachmi melalui puisi bertajuk "Rempong".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga RUU Belum Disepakati, Prolegnas Prioritas 2021 Diputuskan Hari Ini

Tiga RUU Belum Disepakati, Prolegnas Prioritas 2021 Diputuskan Hari Ini

Nasional
Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Nasional
Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Nasional
Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Nasional
Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Nasional
Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Nasional
Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Nasional
Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Nasional
KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

Nasional
Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Satgas Covid-19 Minta Pemda Lakukan Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka

Nasional
Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Ini Alasan Polri Belum Panggil Rizieq Shihab terkait Kerumunan di Jakarta dan Bogor

Nasional
Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Ditanya Alasan Turuti Perintah Brigjen Prasetijo, Saksi Singgung soal Hubungan Senior-Junior di Polri

Nasional
Mendes PDTT Minta 'BumDes Bersama' Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Mendes PDTT Minta "BumDes Bersama" Pertimbangkan Model Bisnis Berskala Luas

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X