Nasdem: Atut Sebaiknya Mengundurkan Diri

Kompas.com - 18/12/2013, 04:08 WIB
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah KOMPAS/HENDRA A SETYAWANGubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah
Penulis Dani Prabowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah disarankan mengundurkan diri dari jabatannya, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dan pengurusan sengketa pemilu kepala daerah Lebak.

"Kalau ia tetap bertahan menjadi gubernur, maka ia tidak akan konsentrasi mengurus masyarakat Banten karena KPK akan ketat memeriksanya. Jadi, sebaiknya Atut mengundurkan diri," kata Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Selasa (17/12/2013).

Meski menyarankan pengunduran diri Atut, Rio mengaku prihatin dengan penetapan status hukum tersebut. Dia mengatakan Atut adalah gubernur perempuan yang sebenarnya diharapkan dapat menjadi contoh untuk sesama perempuan di Indonesia.

Namun, di atas keprihatinan tersebut, kata Rio, apresiasi tetap harus diarahkan ke KPK. Menurut dia, KPK memperlihatkan ketegasannya menangani kasus korupsi di Banten.


Penetapan Atut sebagai tersangka pun dilakukan tak lama setelah adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, mendapatkan status hukum yang sama. "KPK memberikan perhatian lebih kepada kasus Banten ini," ujar Rio.

Seperti diberitakan, Atut menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar terkait pengurusan sengketa Pilkada Lebak. Dia dijerat dengan Pasal 6 Ayat 1 huruf a UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

"Ratu Atut dinyatakan secara bersama-sama atau turut serta dengan tersangka yang sudah ditetapkan terlebih dulu, yaitu TCW (adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana) dalam kasus penyuapan Ketua MK Akil Mochtar," ujar Ketua KPK Abraham Samad.

Atut juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di puskesmas Kota Tangerang Selatan, Banten, untuk tahun anggaran 2012. Hanya, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, status Atut sebagai tersangka dalam kasus ini masih bersifat sementara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X