Prabowo: Tak "Turun Gunung", Akademisi Pengecut!

Kompas.com - 27/11/2013, 17:05 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto DEYTRI ROBEKKA ARITONANGKetua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta para akademisi untuk lebih berperan aktif terlibat dalam upaya memecahkan berbagai permasalahan bangsa. Menurut Prabowo, saat ini bukan lagi waktunya kaum akademisi hanya menyibukkan diri di dalam pusat pendidikan. Mereka harus ikut turun sampai menyentuh akar permasalahan.

"Saya minta guru besar turun gunung," kata Prabowo saat seminar politik di Kampus FKUI, Salemba, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Prabowo menyampaikan, sejak zaman perjuangan dulu, keterlibatan para akademisi ikut membawa Indonesia meraih kemerdekaan. Baginya, kaum akademisi yang hanya menyibukkan diri di dalam ruangannya adalah bagian dari kelompok yang tak bertanggung jawab dan pengecut.

"Cara (diam) itu pengecut. Sekarang ada Dewan Guru Besar UI, kita harus berkumpul, mencari pemecah dari semua masalah," kata bakal calon presiden itu.

Dalam seminar ini, Prabowo banyak memaparkan sejumlah permasalahan bangsa, khususnya di bidang kesenjangan ekonomi. Prabowo juga menilai sistem pemerintah Indonesia lemah dan inefisiensi. Akibatnya, terbuka lebar peluang untuk melakukan korupsi.

Praktik korupsi saat ini, kata Prabowo, hampir menyentuh semua sendi negara. Ia mengaku prihatin dan menjadikan masalah korupsi sebagai hal utama yang harus diselesaikan.

Seminar ini digelar oleh Dewan Guru Besar UI sampai akhir pekan nanti. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan hadir secara bergantian. Ketua KPK Abraham Samad dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD telah hadir. Selanjutnya, ada Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, dan pada hari penutupan akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenlu: Vietnam Usul KTT ASEAN 2020 Diadakan Face to Face

Kemenlu: Vietnam Usul KTT ASEAN 2020 Diadakan Face to Face

Nasional
UPDATE Covid-19 3 Juni: Pemerintah Sudah Periksa 354.434 Spesimen dari 246.433 Orang

UPDATE Covid-19 3 Juni: Pemerintah Sudah Periksa 354.434 Spesimen dari 246.433 Orang

Nasional
Jubir Pemerintah: Kita Tak Perlu Menunggu Datangnya Vaksin untuk Kembali Produktif

Jubir Pemerintah: Kita Tak Perlu Menunggu Datangnya Vaksin untuk Kembali Produktif

Nasional
Ini Sebaran Pasien Covid-19 yang Meninggal, Jatim Tertinggi

Ini Sebaran Pasien Covid-19 yang Meninggal, Jatim Tertinggi

Nasional
Ancaman Pidana Menanti bagi Pemotong Bansos Covid-19

Ancaman Pidana Menanti bagi Pemotong Bansos Covid-19

Nasional
UPDATE 3 Juni Covid-19 di Indonesia: ODP 48.153 dan PDP 13.285 Orang

UPDATE 3 Juni Covid-19 di Indonesia: ODP 48.153 dan PDP 13.285 Orang

Nasional
Yurianto: Kita Harus Yakini, Sepulang dari Luar Rumah Pasti Berpotensi Membawa Virus

Yurianto: Kita Harus Yakini, Sepulang dari Luar Rumah Pasti Berpotensi Membawa Virus

Nasional
Sri Mulyani Akui Baru Sebagian Kecil Tenaga Medis yang Dapat Insentif

Sri Mulyani Akui Baru Sebagian Kecil Tenaga Medis yang Dapat Insentif

Nasional
Mensos Juliari: Angka Kemiskinan Naik Jadi 13,22 Persen akibat Pandemi

Mensos Juliari: Angka Kemiskinan Naik Jadi 13,22 Persen akibat Pandemi

Nasional
Bansos Covid-19 Diperpanjang Hingga Desember, tapi Nilainya Dipangkas

Bansos Covid-19 Diperpanjang Hingga Desember, tapi Nilainya Dipangkas

Nasional
Sebaran 684 Kasus Baru Covid-19 di 23 Provinsi, Penambahan di Jatim Lampaui Jakarta

Sebaran 684 Kasus Baru Covid-19 di 23 Provinsi, Penambahan di Jatim Lampaui Jakarta

Nasional
Marak Aksi Demonstrasi di AS, Kemenlu Imbau WNI Tak Keluar Rumah

Marak Aksi Demonstrasi di AS, Kemenlu Imbau WNI Tak Keluar Rumah

Nasional
Jubir Pemerintah: Belum Semua Kasus Covid-19 Bisa Terkonfirmasi

Jubir Pemerintah: Belum Semua Kasus Covid-19 Bisa Terkonfirmasi

Nasional
UPDATE 3 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 8.406 Orang, Bertambah 471

UPDATE 3 Juni: Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 8.406 Orang, Bertambah 471

Nasional
ICW Minta Polisi Informasikan Perkembangan Kasus OTT UNJ

ICW Minta Polisi Informasikan Perkembangan Kasus OTT UNJ

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X