”Lopo”, Balai Kearifan Suku Timor

Kompas.com - 02/11/2013, 09:33 WIB
|
EditorSandro Gatra

Makanan itu diprioritaskan untuk masa puncak kemarau. Tidak boleh diambil sebelum waktu itu tiba. Sebab, tanaman dan sumber air selalu mengalami kekeringan pada puncak kemarau. Kehidupan terancam.

Baun meminta, melalui peserta musyawarah, agar 145 keluarga di dusun itu menyimpan jagung saja. Setiap keluarga wajib menyimpan 500 bulir jagung. Namun, dimungkinkan pula jika ada keluarga yang menyimpan jenis makanan lain, seperti kelapa kering dan umbi-umbian.

Usulan Baun disetujui 15 peserta yang hadir. Mereka adalah anggota badan musyawarah adat di dusun itu.

Faot pun meyakinkan peserta musyawarah bahwa segala jenis makanan yang masuk ke lopo akan bertahan sampai batas waktu yang diharapkan. Leluhur akan menambahkan jika jumlahnya terbatas dan membuat makanan itu awet, bertahan sampai musim paceklik tiba.

Mince Naitboho, anggota musyawarah adat yang mewakili perempuan di dusun itu, mendukung Moses Baun. Makanan yang disimpan di dalam lumbung tidak boleh diambil. Pintu masuk keluar lumbung tetap dikunci dan orang yang ditunjuk mengambil makanan itu harus mendapat restu dari semua warga dusun.

Mince meminta istri ketua adat, Belina Faot, sebagai penjaga pintu lopo. Permintaan itu disetujui peserta musyawarah. ”Kami minta Mama Belina menjaga pintu karena letak lopo persis di depan rumah ketua adat. Pengawasan terhadap makanan ini lebih terjamin dan makanan ini bisa dimanfaatkan sesuai tujuan,” ujar Mince.

Peserta bertepuk tangan. Pembicaraan semakin seru. Dialog berlangsung dalam bahasa adat ”dawan”, santai, dan akrab.

Angkat jagung

Hari itu juga, seusai musyawarah adat, warga beramai-ramai memikul jagung dari rumahnya, dikumpulkan di rumah ketua adat dan diantar masuk ke dalam lopo. Jagung dan makanan lain yang disimpan di lopo haruslah diambil dari hasil terbaik.

Setiap keluarga melaporkan jumlah jagung atau makanan lain yang dibawa ke lopo kepada ketua adat. Anggota badan
musyawarah adat menghitung dan mencatat dalam buku dusun.

Jumlah makanan yang diambil setiap keluarga saat puncak musim kemarau disesuaikan dengan jumlah yang disimpan. Jika ada kerusakan, itu pun menjadi milik keluarga yang menyimpan. Jika sebagian jagung tersebut hilang, hal itu menjadi tanggung jawab siapa pun penjaga pintu lopo.

Pangan yang disimpan di lopo tak hanya dikonsumsi, tetapi juga sebagai bibit pada musim tanam berikut. Selain jagung, bibit sorgum pun disimpan di lopo. Sorgum adalah pangan lokal yang sedang dikembangkan di Timor Tengah Selatan setelah lama ditinggalkan.

Praktik menyimpan makanan di lumbung pangan itu berkembang tahun 1970-an. Waktu itu, setiap keluarga memiliki lumbung. Tak hanya untuk menyimpan pangan, lopo juga membangun dialog, kejujuran, dan kebersamaan di antara warga dusun.

Ketua Yayasan Animasi Timor Martinus Krivo, yang mendampingi warga Dusun Nuut, mengatakan, sejak pengadaan kembali lumbung pangan, tidak ada lagi kasus kelaparan di kawasan itu. Warga selalu siaga menghadapi paceklik dengan pangan lokal.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

Nasional
63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

Nasional
Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

[POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

Nasional
Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

Nasional
Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

Nasional
Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

Nasional
RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

Nasional
Masyarakat Sipil Kecewa RUU PKS Bakal Ditarik dari Prolegnas 2020

Masyarakat Sipil Kecewa RUU PKS Bakal Ditarik dari Prolegnas 2020

Nasional
Jala PRT: Pekerja Rumah Tangga Soko Guru Ekonomi yang Luput Perhatian

Jala PRT: Pekerja Rumah Tangga Soko Guru Ekonomi yang Luput Perhatian

Nasional
Begini Panduan Pakai Masker yang Tepat Menurut Gugus Tugas

Begini Panduan Pakai Masker yang Tepat Menurut Gugus Tugas

Nasional
Pengesahan RUU Perlindungan PRT Dinilai Jadi Sejarah Penghapusan Kekerasan dan Diskriminasi

Pengesahan RUU Perlindungan PRT Dinilai Jadi Sejarah Penghapusan Kekerasan dan Diskriminasi

Nasional
Jubir Pemerintah: Kapasitas Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Baru Terisi 53,39 Persen

Jubir Pemerintah: Kapasitas Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Baru Terisi 53,39 Persen

Nasional
Persentase Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Masih di Bawah Rata-rata Global

Persentase Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Masih di Bawah Rata-rata Global

Nasional
UPDATE 5 Juli: 1.607 Kasus Baru Covid-19, Jatim Catat Kenaikan Tertinggi

UPDATE 5 Juli: 1.607 Kasus Baru Covid-19, Jatim Catat Kenaikan Tertinggi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X