Kompas.com - 19/09/2013, 17:30 WIB
Murid SD di Sekolah Masjid Terminal (Master), Depok, Jawa Barat, Senin (15/7/2013). Sekolah bagi anak-anak jalanan ini rencananya akan digusur untuk pengembangan terminal dan mal. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESMurid SD di Sekolah Masjid Terminal (Master), Depok, Jawa Barat, Senin (15/7/2013). Sekolah bagi anak-anak jalanan ini rencananya akan digusur untuk pengembangan terminal dan mal.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra Liauw


JAKARTA, KOMPAS.com
- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya dugaan penyimpangan pada program pemetaan sekolah di Indonesia yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Total anggaran untuk pemetaan sekolah tahun 2010-2011 mencapai Rp 131,18 miliar.

Hal itu disampaikan BPK dalam jumpa pers di Kantor BPK, Jakarta, Kamis (19/9/2013). Hadir Anggota BPK Rizal Djalil, Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK Sjafrudin Mosi, Kasub Auditorat VI BPK Akhsanul Khaq.

Sjafrudin mengatakan, Kemendiknas bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni PT SI untuk melakukan pemetaan sekolah. "Dari anggaran Rp 131,18 miliar itu, ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 55,21 miliar. Adapula penggunaan anggaran yang tidak dapat ditelusuri sebesar Rp 38,07 miliar," kata Sjafrudin.

Menurut BPK, anggaran untuk ribuan tenaga ahli serta pendata diindikasikan fiktif dan tidak layak. Ditemukan pula bukti pertanggungjawaban sewa hotel atau rumah untuk para pendata yang fiktif.

Selain itu, tambah dia, hasil pengecekan di sekolah-sekolah, diketahui tidak pernah ada pendataan oleh PT SI. "Ini kan mendukung adanya (program) fiktif," kata Sjafrudin.

Ia menambahkan, hasil audit itu sudah diserahkan kepada Kejaksaan untuk diselidiki. Kerugian negara itu harus dipulihkan, pungkasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SBY Ngetwit soal Hukum Bisa Dibeli, Ada Apa?

SBY Ngetwit soal Hukum Bisa Dibeli, Ada Apa?

Nasional
Wacana Penunjukan TNI-Polri Jadi Pj Gubernur, Kemendagri: Kami Belum Bahas

Wacana Penunjukan TNI-Polri Jadi Pj Gubernur, Kemendagri: Kami Belum Bahas

Nasional
Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis, Mensos: Sudah Kami Bawa ke Balai Dinsos

Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis, Mensos: Sudah Kami Bawa ke Balai Dinsos

Nasional
Jokowi: Sambut Pandemi Ini Sebagai Endemi, karena Covid-19 Takkan Hilang dalam Waktu Lama

Jokowi: Sambut Pandemi Ini Sebagai Endemi, karena Covid-19 Takkan Hilang dalam Waktu Lama

Nasional
Nilai Integritas KPK Dinilai Sudah Hilang, Kepercayaan Publik Jadi Merosot

Nilai Integritas KPK Dinilai Sudah Hilang, Kepercayaan Publik Jadi Merosot

Nasional
Menko PMK Pastikan Pemerintah Beri Beasiswa Siswa dan Mahasiswa Atlet PON Berprestasi

Menko PMK Pastikan Pemerintah Beri Beasiswa Siswa dan Mahasiswa Atlet PON Berprestasi

Nasional
Mahasiswa Demo KPK, Stafsus Mensetneg: Yang Ingin Berkerumun Enggak Sayang Nakes, Keluarga dan Diri Sendiri

Mahasiswa Demo KPK, Stafsus Mensetneg: Yang Ingin Berkerumun Enggak Sayang Nakes, Keluarga dan Diri Sendiri

Nasional
Gedung Merah Putih Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan KPK

Gedung Merah Putih Didemo Mahasiswa, Ini Tanggapan KPK

Nasional
Kepuasan Atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg: Alhamdulillah Masih Mendekati 60 Persen

Kepuasan Atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg: Alhamdulillah Masih Mendekati 60 Persen

Nasional
7 Kader Elite Golkar Terjerat Kasus Korupsi dalam 5 Tahun Terakhir

7 Kader Elite Golkar Terjerat Kasus Korupsi dalam 5 Tahun Terakhir

Nasional
Soal Pengganti Azis Syamsuddin, Golkar: Doakan Selesai Senin Sore, Paling Telat Selasa

Soal Pengganti Azis Syamsuddin, Golkar: Doakan Selesai Senin Sore, Paling Telat Selasa

Nasional
Bareskrim Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal di Yogyakarta, 4 Orang Jadi Tersangka

Bareskrim Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal di Yogyakarta, 4 Orang Jadi Tersangka

Nasional
SBY: Mungkin Hukum Bisa Dibeli, tapi Tidak untuk Keadilan

SBY: Mungkin Hukum Bisa Dibeli, tapi Tidak untuk Keadilan

Nasional
Mahasiswa Gelar Aksi di Gedung KPK, Firli Bahuri Pimpin Rakor di Jambi

Mahasiswa Gelar Aksi di Gedung KPK, Firli Bahuri Pimpin Rakor di Jambi

Nasional
Sekjen Lodewijk F Paulus Dipertimbangkan Golkar Gantikan Azis Syamsuddin

Sekjen Lodewijk F Paulus Dipertimbangkan Golkar Gantikan Azis Syamsuddin

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.