Puncak Arus Mudik Lebaran Diperkirakan 3-4 Agustus

Kompas.com - 20/07/2013, 14:11 WIB
Ilustrasi: Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (16/8/2012). Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri, arus mudik di bandara ini mengalami peningkatan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi: Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (16/8/2012). Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri, arus mudik di bandara ini mengalami peningkatan.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suroyo Alimoeso memprediksi, puncak kepadatan arus mudik Lebaran akan terjadi pada H-3 dan H-4 Lebaran, yaitu Sabtu (3/7/2013) dan Minggu (4/7/2013).

"Saya perkirakan, puncak arus mudik itu H-3 dan H-4. Kalau Jumat (2/7/2013), orang masih mengejar shalat jumat. Jadi, akan akan mulai terjadi kepadatan pada Sabtu dan Minggu," ujarnya dalam diskusi yang mengangkat tema "Peliknya Manajemen Mudik" di Cikini, Jakarta, Sabtu (20/7/2013).

Ia mengatakan, jika pemerintah mampu mengurai kemacetan pada hari-hari itu, kemacetan jalur mudik bukanlah masalah besar. Menurutnya, tugas besar pemerintah dalam mengurai kemacetan juga menyangkut lokasi kemacetan.

"Yang juga harus diurai nanti adalah kemacetan di jalur Pantura, yaitu dari Cikampek ke arah Indramayu. Akan diurai juga dari Cirebon ke arah Tegal. Itu yang utama," pungkas Suroyo.

Salah satu upaya mengurangi kemacetan, menurutnya, adalah dengan memberlakukan pelarangan bagi kendaraan pengangkut barang berat melintas di jalur mudik pada saat puncak arus mudik. Pelarangan itu akan diberlakukan sejak H-4 Lebaran.

"Mulai H-4, yang boleh melintas di jalur mudik hanya kendaraan pengangkut orang dan kebutuhan pokok masyarakat saja. Kendaraan besar baru boleh melintas lagi setelah Lebaran," kata Suroyo usai diskusi.

Ia mengatakan, selain demi menjamin keselamatan pengguna jalan, pelarangan itu juga untuk mengurangi kemacetan yang disebabkan laju kendaraan berat yang cukup lambat.

"Apalagi kalau dia (kendaraan) kelebihan beban, pasti jalannya semakin lambat," katanya.

Adapun Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Winarno menyatakan, kemacetan di jalur mudik memang kerap disebabkan kendaraan besar seperti truk yang berhenti di bahu jalan.

"Baik itu berhenti karena istirahat atau karena mogok," ujar Winarno.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Enam Hal Ini Bisa Bantu Perbaiki Stigma Negatif Terkait Covid-19

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Putusan MA Dinilai Tak Mungkin Ubah Hasil Pilpres 2019, Ini Alasannya

Nasional
Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita 'Tracing' Terus tetapi Tak Ada Alat

Dokter di Sampit ke Jokowi: Percuma Kita "Tracing" Terus tetapi Tak Ada Alat

Nasional
Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Periksa Eks Deputi Bappenas, KPK Gali Informasi Penerimaan Uang dari Mitra PT DI

Nasional
Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Periksa Saksi, KPK Konfirmasi Aset Milik Nurhadi dan Menantunya yang Berada di SCBD

Nasional
Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Belajar dari Putusan MA, Perludem Nilai Revisi UU Pemilu Perlu Memuat Putusan MK Terkait

Nasional
Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Jokowi Tunjuk Prabowo jadi 'Leading Sector' Lumbung Pangan Nasional

Nasional
Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Pimpinan KPK Datangi Kantor Anies Baswedan, Ini yang Dibicarakan...

Nasional
Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Korupsi Impor Tekstil India

Nasional
Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Putusan MA Dinilai Tak Pengaruhi Legitimasi Jokowi

Nasional
Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Rekor 2.657 Kasus Baru Covid-19, Jokowi: Ini Lampu Merah Lagi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X