Jokowi Lebih Diinginkan daripada Megawati

Kompas.com - 16/07/2013, 17:01 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato sambil menangis di acara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtj (1/6/2013). Nampak mendampinginya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. KOMPAS. com/Indra AkuntonoKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berpidato sambil menangis di acara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtj (1/6/2013). Nampak mendampinginya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi melesat tinggi meninggalkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dalam survei calon presiden (capres) dari PDI-P yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN). Jokowi meraih suara 68,1 persen, sementara Megawati 14,9 persen.

"Jokowi lebih diunggulkan publik untuk menjadi capres PDI Perjuangan pada Pilpres 2014 nanti dibandingkan Megawati," ujar Peneliti LSN Gema Nusantara di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Setelah Jokowi dan Megawati, publik menginginkan Puan Maharani (1,5 persen). Kemudian disusul Rano Karno (1,4 persen), Rieke Diah Pitaloka (1,4 persen), Ganjar Pranowo (1,1 persen), Budiman Sudjatmiko (0,9 persen), Maruarar Sirait (0,4 persen), Teras Narang (0,2 persen), dan terakhir Tjahjo Kumolo (0,2 persen). Adapun yang tidak memutuskan memilih yaitu sebanyak 8,1 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 1-10 Mei 2013 di 33 provinsi seluruh Indonesia dengan 1.230 responden. Hasil survei dilengkapi dengan riset kualitatif berupa analisis media dari sejumlah surat kabar. Survei ini juga memiliki margin of error sebesar 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Gema menjelaskan, semenjak memimpin Jakarta, sosok Jokowi yang dikenal sering blusukan itu semakin populer. Dalam hasil survei beberapa lembaga survei, Jokowi juga selalu unggul dibanding calon presiden lainnya.

Namun, pada survei capres yang dilakukan LSN kali ini, nama Jokowi tak diikutkan. Alasannya, Jokowi tidak masuk dalam struktur elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Hasil survei capres struktural pun diungguli oleh Prabowo Subianto (Partai Gerindra), Aburizal Bakrie (Partai Golkar), dan Wiranto (Partai Hanura).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X