Kompas.com - 28/06/2013, 16:57 WIB
Kapolri Jenderal Timur Pradopo bersama Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (13/2/2013). Kompas.com/SABRINA ASRILKapolri Jenderal Timur Pradopo bersama Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (13/2/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mencari 250 batang dinamit yang hilang. Menurut Timur, tim saat ini fokus dalam mencari bahan peledak yang hilang dalam perjalanan dari Subang ke Bogor, Jawa Barat, itu.

"Sekarang kita fokus mencari barang itu. Kita telah bentuk tim, baik dari Markas Besar maupun Polda. Kita tunggu saja hasilnya nanti," kata Timur di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2013).

Timur mengatakan, kepolisian memiliki prosedur dalam mengamankan distribusi dinamit tersebut. Sistem pengamanan itu pun nantinya akan dievaluasi apakah terdapat kelalaian petugas. Sebab, kejadian hilangnya dinamit itu tidak diketahui pasti.

"Kenapa bisa terjadi seperti ini? Pasti kita lakukan (evaluasi). Jangan sampai terulang. Itu, kan membahayakan," kata Timur.

Selain itu, Timur juga tidak dapat memastikan pelaku berasal dari kelompok teror. Menurutnya, kepolisian akan bekerja sesuai bukti dan fakta di lapangan. Detasemen Khusus 88 Antiteror pun ikut dikerahkan untuk membantu penyelidikan.

Diberitakan sebelumnya, dua kardus seberat 50 kilogram berisi 250 dinamit diketahui hilang, Kamis (27/6/2013) sekitar 07.30 WIB. Dinamit tersebut hilang dari dalam empat Mitsubishi Colt Diesel saat akan dikirimkan ke lokasi tambang PT Batusarana Persada di Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Dinamit tersebut diambil pada hari Rabu (26/6/2013) sekitar pukul 14.00 WIB dari gudang bahan peledak PT MNK Subang. Empat truk tersebut mengangkut bahan peledak lainnya dengan jenis amonium nitrat sebanyak 30.000 kilogram, dinamit 2.000 kilogram, dan detonator listrik sebanyak 4.000 unit.

Truk tersebut tiba di lokasi PT Batusarana Persada pada pukul 07.30 WIB. Saat diperiksa oleh kru dan kepala teknik tambang PT Batusarana Persada, diketahui truk bernomor polisi T 8952 TF itu telah sobek terpal penutupnya. Setelah dibongkar, beberapa kardus dinamit hilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pilpres 2024 Diprediksi Munculkan 3 Poros Capres, Bergantung Sikap PDI-P

    Pilpres 2024 Diprediksi Munculkan 3 Poros Capres, Bergantung Sikap PDI-P

    Nasional
    Gerindra soal Menentukan Koalisi: Politik Sama Kayak Orang Pacaran

    Gerindra soal Menentukan Koalisi: Politik Sama Kayak Orang Pacaran

    Nasional
    Begini Kronologi UAS dan Rombongan Tak Diizinkan Masuk ke Singapura

    Begini Kronologi UAS dan Rombongan Tak Diizinkan Masuk ke Singapura

    Nasional
    KPK Geledah Kantor Sejumlah SKPD di Pemkot Ambon

    KPK Geledah Kantor Sejumlah SKPD di Pemkot Ambon

    Nasional
    Gerindra Belum Akan Mendeklarasikan Koalisi dalam Waktu Dekat

    Gerindra Belum Akan Mendeklarasikan Koalisi dalam Waktu Dekat

    Nasional
    Mengenal Bawaslu, Sejarah hingga Tugas dan Wewenang

    Mengenal Bawaslu, Sejarah hingga Tugas dan Wewenang

    Nasional
    Masa Tahanan Fakarich, Brian Edgar Nababan, dan Admin Indra Kenz di Kasus Binomo Diperpanjang

    Masa Tahanan Fakarich, Brian Edgar Nababan, dan Admin Indra Kenz di Kasus Binomo Diperpanjang

    Nasional
    Penyidik PNS Kementerian LHK Periksa Terbit Rencana Perangin Angin di KPK

    Penyidik PNS Kementerian LHK Periksa Terbit Rencana Perangin Angin di KPK

    Nasional
    DPR Gelar Rapat Paripurna, 76 Anggota Hadir Fisik dan Virtual 252 Orang

    DPR Gelar Rapat Paripurna, 76 Anggota Hadir Fisik dan Virtual 252 Orang

    Nasional
    Boyamin Saiman Penuhi Panggilan KPK

    Boyamin Saiman Penuhi Panggilan KPK

    Nasional
    Dubes RI di Singapura: UAS Tidak Dideportasi, tapi Tak Diizinkan Masuk karena Tak Penuhi Kriteria

    Dubes RI di Singapura: UAS Tidak Dideportasi, tapi Tak Diizinkan Masuk karena Tak Penuhi Kriteria

    Nasional
    Tanggapi Survei Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi, Begini Kata KSP

    Tanggapi Survei Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi, Begini Kata KSP

    Nasional
    PPP Sebut Isu Koalisi Indonesia Bersatu Arahan Istana sebagai Imajinasi

    PPP Sebut Isu Koalisi Indonesia Bersatu Arahan Istana sebagai Imajinasi

    Nasional
    Menteri PPPA: Umat Buddha Punya Peran Besar Ciptakan Lingkungan Aman bagi Perempuan dan Anak

    Menteri PPPA: Umat Buddha Punya Peran Besar Ciptakan Lingkungan Aman bagi Perempuan dan Anak

    Nasional
    Kejagung Imbau Terdakwa Tidak Pakai Atribut Keagamaan di Ruang Sidang

    Kejagung Imbau Terdakwa Tidak Pakai Atribut Keagamaan di Ruang Sidang

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.