Kompas.com - 26/06/2013, 14:27 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan ibu rumah tangga, Syarifah Darmiati Ida, terkait penyidikan kasus dugaan suap pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) PON dan korupsi kehutanan, Rabu (26/6/2013). Syarifah akan diperiksa sebagai saksi dalam melengkapi berkas pemeriksaan suaminya, Gubernur Riau Rusli Zainal, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Diperiksa sebagai saksi untuk RZ (Rusli Zainal),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

KPK memeriksa Syarifah karena yang bersangkutan dianggap tahu seputar kasus yang menjerat Rusli. Syarifah diduga sebagai istri kedua Rusli. Saat menggeledah rumah Rusli di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, KPK menyita sejumlah dokumen, di antaranya bukti setoran pajak, pembayaran telepon, kartu kredit, dan paspor atas nama Syarifah.

Tim penyidik KPK juga mendapatkan informasi bahwa rumah mewah Rusli di Kembangan tersebut diatasnamakan Syarifah. Saat dikonfirmasi mengenai latar belakang Syarifah, Juru Bicara KPK Johan Budi mengaku belum mendapatkan informasi apakah wanita itu benar istri kedua Rusli atau bukan.

“Humas belum mendapatkan informasi soal hal itu,” katanya.

Selain Syarifah, KPK memanggil saksi lainnya, yakni Siska Riady. Informasi yang diperoleh Kompas.com, Siska adalah seorang dokter yang merupakan istri dari ajudan Rusli, Said Faisal. KPK menetapkan Rusli sebagai tersangka atas tiga tuduhan perbuatan korupsi.

Pertama, Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan perda itu. Terkait pembahasan perda yang sama, Rusli juga diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau. Petinggi Partai Golkar ini juga diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 2001 sampai 2006.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Ungkap Alasan Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob

    Polisi Ungkap Alasan Komnas HAM Periksa Ferdy Sambo dan Bharada E di Mako Brimob

    Nasional
    LPSK Belum Bisa Lindungi Bharada E karena Tak Difasilitasi Kepolisian

    LPSK Belum Bisa Lindungi Bharada E karena Tak Difasilitasi Kepolisian

    Nasional
    Di Acara Haul Ke-13, Muhaimin Iskandar Sebut Gus Dur Sosok Merekatkan

    Di Acara Haul Ke-13, Muhaimin Iskandar Sebut Gus Dur Sosok Merekatkan

    Nasional
    Sempat Ngaku Dipecat, Sekjen Berkarya Ikut Daftarkan Partai ke KPU

    Sempat Ngaku Dipecat, Sekjen Berkarya Ikut Daftarkan Partai ke KPU

    Nasional
    Bareskrim Tunjuk Pengacara Baru untuk Bharada E

    Bareskrim Tunjuk Pengacara Baru untuk Bharada E

    Nasional
    Ini Daftar 31 Polisi Diduga Langgar Kode Etik di Kasus Brigadir J

    Ini Daftar 31 Polisi Diduga Langgar Kode Etik di Kasus Brigadir J

    Nasional
    Sekjen Gerindra ke Peserta Rapimnas: Besok Kita Kedatangan Saudara Seperjuangan

    Sekjen Gerindra ke Peserta Rapimnas: Besok Kita Kedatangan Saudara Seperjuangan

    Nasional
    Songsong Blue Economy, Kementerian KP Siap Cetak SDM Produktif dan Bertalenta

    Songsong Blue Economy, Kementerian KP Siap Cetak SDM Produktif dan Bertalenta

    Nasional
    Akui Beri Informasi Tak Benar soal Kematian Brigadir J, Ferdy Sambo: Saya Minta Maaf...

    Akui Beri Informasi Tak Benar soal Kematian Brigadir J, Ferdy Sambo: Saya Minta Maaf...

    Nasional
    Hari Ini, Prabowo Beri Jawaban Permintaan Kader Maju Capres 2024

    Hari Ini, Prabowo Beri Jawaban Permintaan Kader Maju Capres 2024

    Nasional
    Harta Kekayaan Mukti Agung Merosot Rp 7 M saat Menjabat Bupati Pemalang

    Harta Kekayaan Mukti Agung Merosot Rp 7 M saat Menjabat Bupati Pemalang

    Nasional
    Daftar ke KPU, Partai Berkarya Targetkan 5 Persen Kursi DPR pada Pemilu 2024

    Daftar ke KPU, Partai Berkarya Targetkan 5 Persen Kursi DPR pada Pemilu 2024

    Nasional
    Keputusan Kapolri Bubarkan Satgassus Merah Putih Dinilai Tepat

    Keputusan Kapolri Bubarkan Satgassus Merah Putih Dinilai Tepat

    Nasional
    Jokowi Anugerahi Tanda Kehormatan bagi 127 Tokoh, dari Sastrawan hingga Nakes

    Jokowi Anugerahi Tanda Kehormatan bagi 127 Tokoh, dari Sastrawan hingga Nakes

    Nasional
    Pengamat: Prabowo Wajah Lama di Pilpres, Publik Bisa Jadi Jenuh

    Pengamat: Prabowo Wajah Lama di Pilpres, Publik Bisa Jadi Jenuh

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.