Kasus Aiptu Labora, 15 Polisi Telah Diperiksa

Kompas.com - 12/06/2013, 12:36 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Polda Papua dan Badan Reserse Kriminal Polri telah memeriksa 80 saksi terkait sejumlah kasus Aiptu Labora Sitorus, anggota Polres Raja Ampat, Papua Barat. Sebanyak 15 di antaranya anggota kepolisian.

"Sudah ada 80 orang yang diperiksa, anggota (polisi) ada 15 orang," ujar Kapolda Papua Inspektur Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2013).

Tito menjelaskan, anggota kepolisian yang diperiksa termasuk atasan Labora yakni Kapolres Raja Ampat AKBP Taufik Irpan yang kemudian dicopot dari jabatannya. Pemeriksaan itu dilakukan pihak Bareskrim Polri.

"Sudah (Kapolres Raja Ampat), itu termasuk dalam penyidikan. Kapolres-kapolres ada beberapa. Itu pun Mabes Polri yang periksa," katanya.

Namun, menurut Tito, belum ada polisi lain yang terbukti terkait dengan kasus Labora. Labora merupakan tersangka kasus dugaan bisnis BBM ilegal dan kayu ilegal serta tersangka tindak pidana pencucian uang. Anggota Polri dilarang berbisnis seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Polri.

Kasus Labora mencuat setelah adanya laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening mencurigakan yang disebut senilai Rp 1,5 triliun milik Labora. Laporan yang dikirim oleh PPATK itu merupakan akumulasi transaksi Labora dari tahun 2007 hingga 2012. Setelah diselidiki, rekening Labora terkait dua perusahaan, yaitu PT Seno Adi Wijaya yang bergerak di bidang bahan bakar minyak dan PT Rotua yang bergerak di bidang kayu.

Labora mengakui memiliki usaha di bidang migas dan kayu. Namun, menurut dia, bisnis itu legal. PT Rotua dan PT Seno Adi Wijaya dibeli oleh istri Labora tak lebih dari sepuluh tahun lalu. Jajaran direksi perusahaan itu ditempati oleh orang-orang dari dalam keluarga besarnya. Istri Labora menjadi komisaris, adik iparnya menjadi direktur, dan kepemilikan saham dibagi juga kepada dua anaknya.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

    Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

    Nasional
    Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

    Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

    Nasional
    Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

    Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

    Nasional
    Kejagung Periksa Istri Tersangka Kasus Jiwasraya Heru Hidayat

    Kejagung Periksa Istri Tersangka Kasus Jiwasraya Heru Hidayat

    Nasional
    Ray Rangkuti: Presiden Tak Boleh Biarkan Ada Bayang Kekuasaan Selain Dirinya

    Ray Rangkuti: Presiden Tak Boleh Biarkan Ada Bayang Kekuasaan Selain Dirinya

    Nasional
    Wabah Covid-19, Pemerintah Kembangkan Ventilator Portabel

    Wabah Covid-19, Pemerintah Kembangkan Ventilator Portabel

    Nasional
    Miliki Ketua BAru, MA Diminta Gelar Persidangan Uji Materi secara Terbuka

    Miliki Ketua BAru, MA Diminta Gelar Persidangan Uji Materi secara Terbuka

    Nasional
    Hoaks Covid-19 Sebabkan Gangguan Psikologis, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Berikan Narasi Positif

    Hoaks Covid-19 Sebabkan Gangguan Psikologis, Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Berikan Narasi Positif

    Nasional
    Amnesty: Pemidanaan Penghina Presiden Justru Bisa Tingkatkan Jumlah Orang Masuk Penjara

    Amnesty: Pemidanaan Penghina Presiden Justru Bisa Tingkatkan Jumlah Orang Masuk Penjara

    Nasional
    Tak Patuhi Maklumat Kapolri, 3.000 Warga Jatim Buat Surat Pernyataan Tak Akan Berkerumun

    Tak Patuhi Maklumat Kapolri, 3.000 Warga Jatim Buat Surat Pernyataan Tak Akan Berkerumun

    Nasional
    Kepala Gugus Tugas Covid-19: Banyak Negara dengan Sistem Kesehatan Bagus, tetapi Tak Semua Mampu

    Kepala Gugus Tugas Covid-19: Banyak Negara dengan Sistem Kesehatan Bagus, tetapi Tak Semua Mampu

    Nasional
    Pemerintah RI Terima Sumbangan Rp 82,5 Miliar dari Dunia untuk Tangani Covid-19

    Pemerintah RI Terima Sumbangan Rp 82,5 Miliar dari Dunia untuk Tangani Covid-19

    Nasional
    Lebih dari 20 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19

    Lebih dari 20 Dokter Meninggal Selama Pandemi Covid-19

    Nasional
    Ucapkan Selamat, Ketua KY Yakin Ketua MA Terpilih Bisa Bawa Perubahan

    Ucapkan Selamat, Ketua KY Yakin Ketua MA Terpilih Bisa Bawa Perubahan

    Nasional
    Abu Bakar Ba'asyir Ajukan Permohonan Asimilasi ke Presiden Jokowi

    Abu Bakar Ba'asyir Ajukan Permohonan Asimilasi ke Presiden Jokowi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X