Salin Artikel

Saat Warganet Bandingkan Kebersamaan Surya Paloh-Anies dengan Jokowi-Ganjar...

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebersamaan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Senin (3/10/2022) menjadi perbincangan di dunia maya.

Warganet menyoroti Ganjar yang diajak oleh Presiden Jokowi ikut naik dalam mobil dinas kepresidenan Indonesia RI 1.

Perbincangan mengenai hal ini ramai dibahas di Twitter pada Senin malam.

"Pak Ganjar" menjadi salah satu topik yang ramai dibahas atau trending pada platform media sosial itu. Hingga pukul 22.00 WIB, setidaknya ada 4.250 cuitan yang membahas mengenai hal itu.

Dalam beberapa cuitan, warganet membandingkan situasi yang dialami Ganjar Pranowo dengan Gubernur DKI Anies Baswedan pada Senin.

Yang menjadi perbincangan warganet adalah, jika Anies baru saja diusung sebagai calon presiden (capres) oleh Partai Nasdem maka Ganjar sudah bisa naik mobil kepresidenan bersama Presiden Jokowi.

Adapun Ganjar Pranowo merupakan salah satu kandidat capres yang sering masuk dalam bursa di banyak lembaga survei.

Penjelasan Istana soal kebersamaan Ganjar dan Jokowi

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan soal Jokowi yang mengajak Ganjar Pranowo naik mobil kepresidenan.

Dia menjelaskan, Presiden mengajak Ganjar naik mobil bersama dari helipad yang berlokasi di Landasan Utama TNI AD Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, menuju ke lokasi acara peletakan batu pertama pabrik pipa di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang.

Ganjar juga ikut dalam mobil Presiden saat kembali dari KITB menuju ke helipad.

"Tadi Presiden mengajak Gubernur Ganjar Pranowo dalam satu mobil dari helipad menuju tempat acara dan sebaliknya. Dari tempat acara ke helipad," ujar Bey dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin.

Menurut Bey, tidak hanya sekali ini Presiden mengajak Ganjar satu mobil bersama.

"Kan pernah juga yang divideokan Pak Ganjar," ungkapnya.

Lebih lanjut Bey menjelaskan, sebetulnya momen Presiden mengajak kepala daerah yang dikunjungi untuk satu mobil sudah sering. Sebab, tidak hanya gubernur, kadang bupati dan wali kota juga diajak satu mobil oleh Presiden.

"Tujuannya Presiden ingin mengetahui lebih jauh mengenai daerah tersebut. Sebelum hari ini, waktu di Maluku Utara juga Presiden satu mobil dengan Gubernur Maluku Utara," jelas Bey.

Adapun pada Senin siang, Presiden Jokowi memang melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik pipa PT Wavin Manufacturing Indonesia di KITB Batang.

Usai melakukan groundbreaking Presiden Jokowi langsung kembali ke Jakarta pada Senin sore.

Kebersamaan Surya Paloh-Anies

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh telah mengumumkan secara resmi bahwa partainya mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024.

Pengumuman itu dilakukan di Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Senin siang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Anies Baswedan menghadiri langsung pengumuman deklarasi capres 2024 tersebut.

Anies tampak mengenakan setelan jas berwarna hitam. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya saat menyapa awak media.

Kemudian, Anies masuk bersama Paloh ke dalam aula tempat deklarasi capres 2024.

Anies dan Paloh pun duduk bersebelahan. Anies ikut dalam rangkaian pengumuman deklarasi capres untuk Pilpres 2024.

Mereka menyanyikan lagu "Indonesia Raya" hingga "Himne Nasdem".

Dalam deklarasi ini, sejumlah elite Partai Nasdem tampak hadir langsung. Mereka di antaranya Prananda Surya Paloh, Rachmat Gobel, Syahrul Yasin Limpo, dan Ahmad Sahroni.

Ojo kesusu dari Jokowi

Sebelumnya, Presiden Jokowi selaku ketua Dewan Pembina Pro Jokowi (Projo) meminta organisasi sukarelawan pendukungnya itu agar tidak terburu-buru memberikan dukungan untuk kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Jokowi menilai, ada beragam persoalan, seperti ketidakpastian akibat pandemi dan kenaikan harga yang semestinya lebih dahulu diselesaikan sebelum membicarakan urusan politik.

Jokowi pun menekankan bahwa dinamika politik saat ini belum begitu jelas karena partai-partai politik pun belum memutuskan tokoh yang akan diusung sebagai calon presiden pada 2024.

Oleh karena itu, menurut Jokowi, Projo semestinya bersabar agar tidak keliru mengambil sikap dalam menghadapi Pilpres 2024.

"Partai apa mencalonkan siapa belum jelas sehingga jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Setuju kita sabar? Setuju kita tidak tergesa-gesa dulu?" ujar Jokowi saat berpidato dalam Rapat Kerja Nasional V Projo pada 21 Mei.

"Kalau sudah menjawab seperti itu saya jadi enak. Tapi kalau desak-desak saya, saya nanti keterucut (kelepasan). Sekali lagi, ojo kesusu dhisik (jangan terlalu terburu-buru)," kata Jokowi.

Di tengah pidatonya itu, Jokowi juga sempat memberikan kode bahwa boleh jadi tokoh yang akan dijagokan oleh Projo untuk maju sebagai calon presiden turut hadir dalam acara rakernas tersebut.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara ini. Salah satunya yakni Ganjar Pranowo.

"Jangan tergesa-gesa. Jangan tergesa-gesa. Meskipun, meskipun, mungkin yang kita dukung ada di sini," kata Jokowi.

Ganjar jadi capres PSI

Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 pada Senin sore.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, mengeklaim bahwa terpilihnya nama Ganjar merupakan hasil forum Rembuk Rakyat yang sudah diselenggarakan sejak akhir Februari 2022.

Ia berujar, Rembuk Rakyat ini untuk menjaring capres untuk melanjutkan kepemimpinan Joko Widodo, dilakukan oleh dewan pimpinan pusat dan pengurus daerah bertemu dengan para tokoh di daerah untuk mendengar aspirasi soal calon presiden.

"Dari hasil Rembuk Rakyat itu, kami mengumumkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024," kata Grace dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022) sore.

"Sejak awal, Pak Ganjar atau akrab kami sapa Mas Ganjar, unggul dibandingkan kandidat lainnya," lanjutnya.

PSI mengeklaim, ada 9 nama kandidat yang muncul dari hasil Rembuk Rakyat, antara lain Mahfud MD, Tito Karnavian, hingga Erick Thohir dan Sri Mulyani, minus nama Anies Baswedan.

Grace menambahkan, Ganjar merupakan calon terbaik karena "memiliki visi kebangsaan dan kebhinekaan yang sama dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh PSI".

"Selain itu PSI juga melihat Mas Ganjar sebagai sosok paling pas untuk melanjutkan kerja-kerja yang selama ini sudah dilakukan Pak Jokowi dalam memajukan Indonesia," ujar dia.

"Ini adalah capres 2024 pilihan rakyat lewat Rembuk Rakyat, bukan keinginan dari elite PSI, dan keinginan rakyat itu seusai dengan hati nurani kami juga di PSI," imbuh Grace.

Grace juga menilai bahwa Ganjar politisi yang merakyat serta mengerti aspirasi dan pola komunikasi kaum muda, terbukti dari cara politikus PDI-P itu mengoptimalkan penggunaan media sosialnya.

https://nasional.kompas.com/read/2022/10/04/06583421/saat-warganet-bandingkan-kebersamaan-surya-paloh-anies-dengan-jokowi-ganjar

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kubu Ferdy Sambo Tuding Replik JPU Sesatkan Peradilan

Kubu Ferdy Sambo Tuding Replik JPU Sesatkan Peradilan

Nasional
Gerindra Minta Jangan Ada 'Privilege' untuk Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI hingga Tewas

Gerindra Minta Jangan Ada "Privilege" untuk Pensiunan Polisi Penabrak Mahasiswa UI hingga Tewas

Nasional
BPOM Terbitkan Izin Edar Antibodi Monoklonal Rituxikal Buatan Indonesia

BPOM Terbitkan Izin Edar Antibodi Monoklonal Rituxikal Buatan Indonesia

Nasional
Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Masih Dalami Dugaan Keterlibatan BPOM

Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Masih Dalami Dugaan Keterlibatan BPOM

Nasional
PBNU Kecewa Mars 1 Abad NU Dipakai untuk 'Kepentingan Politik', PKB Buka Suara

PBNU Kecewa Mars 1 Abad NU Dipakai untuk "Kepentingan Politik", PKB Buka Suara

Nasional
Polri Targetkan Seluruh Polda Punya CCTV dengan Teknologi Face Recognition untuk Deteksi Buronan

Polri Targetkan Seluruh Polda Punya CCTV dengan Teknologi Face Recognition untuk Deteksi Buronan

Nasional
Singgung “Duri dalam Rumah Tangga”, Kuat Ma’ruf Bantah Tahu Perselingkuhan Putri-Yosua

Singgung “Duri dalam Rumah Tangga”, Kuat Ma’ruf Bantah Tahu Perselingkuhan Putri-Yosua

Nasional
MK Tolak Legalkan Pernikahan Beda Agama

MK Tolak Legalkan Pernikahan Beda Agama

Nasional
Kuat Ma’ruf Bakal Divonis atas Kasus Pembunuhan Brigadir J pada 14 Februari

Kuat Ma’ruf Bakal Divonis atas Kasus Pembunuhan Brigadir J pada 14 Februari

Nasional
Pengacara Kuat Ma'ruf Tuding Dalil Replik Jaksa Hanya Asumsi dan Tak Berdasar

Pengacara Kuat Ma'ruf Tuding Dalil Replik Jaksa Hanya Asumsi dan Tak Berdasar

Nasional
Anies Dapat Tiket Capres, PKB Ucapkan Selamat

Anies Dapat Tiket Capres, PKB Ucapkan Selamat

Nasional
Kapolri Minta Jajarannya Gelar 'Jumat Curhat' Tampung Aspirasi Masyarakat

Kapolri Minta Jajarannya Gelar "Jumat Curhat" Tampung Aspirasi Masyarakat

Nasional
Kuat Ma'ruf Dituduh Jaksa Tahu Perselingkuhan Putri dan Brigadir J, Pengacara Sebut itu Imajinasi

Kuat Ma'ruf Dituduh Jaksa Tahu Perselingkuhan Putri dan Brigadir J, Pengacara Sebut itu Imajinasi

Nasional
PKB Klaim Sejalan dengan NU, Ketum PBNU Minta Politik Identitas Diakhiri

PKB Klaim Sejalan dengan NU, Ketum PBNU Minta Politik Identitas Diakhiri

Nasional
Minta Duplik Diterima, Penasihat Hukum Kuat Ma'ruf Memohon Hakim Tolak Replik Jaksa

Minta Duplik Diterima, Penasihat Hukum Kuat Ma'ruf Memohon Hakim Tolak Replik Jaksa

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.