Salin Artikel

Apa yang Dapat Dilihat dari Pembentukan AUKUS?

Kerja sama baru yang disebut AUKUS itu merupakan sebuah pakta pertahanan bersejarah mencakup wilayah Asia Pasifik. AUKUS merupakan singkatan dari Australia, United Kingdom dan United States of America.

Langkah ini jelas terlihat di permukaan sebagai sebuah upaya dalam mengadang pengaruh China, terutama laju pertumbuhan kekuatan militernya.

Persoalannya, melalui pakta AUKUS ini Australia akan memperoleh kesempatan untuk membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi canggih dari Amerika Serikat.

AUKUS telah menjadi momen penting dan untuk kali pertama Inggris dan Amerika Serikat berbagi teknologi kapal selam yang sangat sensitif itu dengan Australia. AS dan US akan membantu Australia untuk membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir.

Respons China terhadap pembentukan AUKUS adalah dengan mengatakannya sebagai sebuah langkah yang tidak bertanggung jawab.

Kemenlu China mengatakan, pembentukan AUKUS akan sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional serta merangsang munculnya kembali arena perlombaan senjata. AUKUS seolah memunculkan lagi dinamika era Perang Dingin yang berlatar belakang aspek ideologi.

Perancis sangat tersinggung dengan terbentuknya AUKUS, karena selain tidak diberitahu sebelumnya, juga berbuntut pembatalan proses pembelian kapal selam oleh Australia senilai 40 miliar dollar AS.

Pemerintah Perancis menarik duta besarnya di Amerika Serikat dan Australia sebagai sinyal ketidaksenangannya dengan pembentukan AUKUS.

Pada setiap langkah pembentukan pakta pertahanan antarnegara akan selalu ada "persetujuan rahasia" yang tidak pernah diumumkan atau dipublikasikan secara terbuka. Pada setiap langkah pembentukan pakta pertahanan akan selalu berisi agenda strategis yang terkandung di dalamnya.


Demikian pula kiranya dengan AUKUS, kita tidak atau belum tahu apa sebenarnya yang menjadi agenda utama dibalik meja pembentukan AUKUS.

Perjanjian kerja sama perdagangan bebas antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan misalnya, yang bertajuk KORUS adalah salah satu contohnya. KORUS ternyata menyimpan top secret agreement antara US dan Korea Selatan yang terkait mekanisme sistem pertahanan udara Amerika Serikat dalam penggunaan ICBM (Inter Continental Balistic Missile).

Hal ini baru terungkap pada tulisan Bob Woodward dalam bukunya yang terkenal dan menghebohkan berjudul Fear: Trump in the White House (2018).

Demikianlah memang pada setiap perjanjian kerja sama antarnegara , terlebih yang berwujud pakta pertahanan, maka pasti mengandung top secret agreement yang tersembunyi di dalamnya.

Selain persetujuan tentang pembangunan kapal selam bertenaga nuklir untuk Australia oleh Amerika Serikat dan Inggris, yang secara resmi dan terbuka diumumkan, kita sulit mengetahui apa lagi yang terkandung di balik pakta pertahanan AUKUS.

Yang pasti dari reaksi China terhadap pembentukan AUKUS dan respon kemarahan Perancis dalam hal yang sama terdapat banyak masalah strategis yang tersembunyi di dalamnya.

Yang pasti lagi adalah kenaikan suhu sengketa yang selama ini terpendam di Kawasan Laut China Selatan dan Indo Pasifik akan meningkat dengan pembentukan AUKUS.

Kapal selam bertenaga nuklir adalah satu hal. Kapal Selam dilengkapi dengan senjata nuklir adalah hal yang bisa saja mengikutinya.

Dalam konteks ini Selandia Baru telah dengan tegas menyatakan sikap bahwa mereka tidak akan mengijinkan kapal selam bertenaga nuklir milik siapapun termasuk milik Australia nantinya, untuk memasuki wilayah perairan teritorial kedaulatannya.

Menarik untuk melihat respons Indonesia terhadap AUKUS ini. Kemenlu RI melalui penjelasan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di Kawasan yang mengingatkan Australia tentang kewajibannya untuk menjaga perdamaian dan keamanan.

Di samping itu, Indonesia juga menekankan kembali kewajiban negara lain untuk senantiasa respek atau menghormati hukum Internasional.


Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang langkah apa yang akan dilakukan oleh Indonesia (selain pernyataan itu) sebagai negara terbesar di ASEAN dalam menghadapi pembentukan AUKUS.

Sikap dan Langkah yang akan dilakukan oleh Indonesia dipastikan akan sangat berpengaruh besar terhadap sikap dan langkah dari negara negara anggota ASEAN lainnya.

Dengan kata lain negara negara Anggota ASEAN tengah menunggu apa yang akan dilakukan Indonesia dalam menyikapi terbentuknya pakta militer baru bernama AUKUS.

Itulah secara garis besar, untuk sementara yang dapat terlihat dari perkembangan lingkungan strategis di Kawasan Indo Pasifik.

Meningkatnya "suhu sengketa" di Kawasan Laut China Selatan dan berkembang pesatnya pengaruh China dengan kemajuan teknologi serta persenjataannya, mungkin saja telah menjadi salah satu pemicu terbentuknya AUKUS.

https://nasional.kompas.com/read/2021/11/17/18483011/apa-yang-dapat-dilihat-dari-pembentukan-aukus

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Polisi Menangkap Tanpa Ada Bukti?

Bisakah Polisi Menangkap Tanpa Ada Bukti?

Nasional
Tanggal 30 Mei Memperingati Hari Apa?

Tanggal 30 Mei Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tempat yang Tidak Boleh Dimasuki Penyidik dalam KUHAP

Tempat yang Tidak Boleh Dimasuki Penyidik dalam KUHAP

Nasional
Saksi Ungkap Kakak Bupati Langkat Pengusaha Jagung yang Ikut Tender Proyek Infrastruktur

Saksi Ungkap Kakak Bupati Langkat Pengusaha Jagung yang Ikut Tender Proyek Infrastruktur

Nasional
Otoritas Perlindungan Data Pribadi Dinilai Tak Leluasa jika di Bawah Kemenkominfo

Otoritas Perlindungan Data Pribadi Dinilai Tak Leluasa jika di Bawah Kemenkominfo

Nasional
Otoritas Perlindungan Data Pribadi di Bawah Kementerian Dikhawatirkan Rentan Terpengaruh Politik

Otoritas Perlindungan Data Pribadi di Bawah Kementerian Dikhawatirkan Rentan Terpengaruh Politik

Nasional
JPU Pertanyakan Peran Kakak Bupati Langkat: Kepala Desa Bisa Atur Kadis hingga Ganti Pejabat

JPU Pertanyakan Peran Kakak Bupati Langkat: Kepala Desa Bisa Atur Kadis hingga Ganti Pejabat

Nasional
KPK Duga Wali Kota Ambon Ikut Campur Tentukan Pemenang Lelang

KPK Duga Wali Kota Ambon Ikut Campur Tentukan Pemenang Lelang

Nasional
Hakim Ingatkan Saksi Kasus Korupsi di Langkat: Tak Usah Berpikir Selamatkan Siapa-siapa

Hakim Ingatkan Saksi Kasus Korupsi di Langkat: Tak Usah Berpikir Selamatkan Siapa-siapa

Nasional
Saksi Sebut Kakak Bupati Langkat Sewa Perusahaan agar Dapat Tender Proyek

Saksi Sebut Kakak Bupati Langkat Sewa Perusahaan agar Dapat Tender Proyek

Nasional
Periksa Sekretaris KONI Bogor, KPK Dalami Dugaan Ade Yasin Kumpulkan Uang dari Kontraktor

Periksa Sekretaris KONI Bogor, KPK Dalami Dugaan Ade Yasin Kumpulkan Uang dari Kontraktor

Nasional
Pengacara Duga Ada 'Sosok Besar' yang Ubah Parkindo 1945 Jadi Partai Mahasiswa

Pengacara Duga Ada "Sosok Besar" yang Ubah Parkindo 1945 Jadi Partai Mahasiswa

Nasional
Saksi Ungkap Cara Kakak Bupati Langkat Atur Pemenang Tender Proyek Infrastruktur

Saksi Ungkap Cara Kakak Bupati Langkat Atur Pemenang Tender Proyek Infrastruktur

Nasional
Wamenkes Jelaskan Tahapan Covid-19 Jadi Endemi, Saat Ini Indonesia Masih Pandemi Terkendali

Wamenkes Jelaskan Tahapan Covid-19 Jadi Endemi, Saat Ini Indonesia Masih Pandemi Terkendali

Nasional
Relawan Ganjar 'Pede' soal Kode Dukungan Jokowi Buat 2024

Relawan Ganjar "Pede" soal Kode Dukungan Jokowi Buat 2024

Nasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.