Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gemasnya Iriana Jokowi Melihat "Marching Band" Anak-anak PAUD

Kompas.com - 21/02/2017, 11:33 WIB
Fabian Januarius Kuwado

Penulis


KARANGANYAR, KOMPAS.com - Ibu Negara Iriana Widodo senang bukan main melihat anak-anak kecil memainkan marching band.

Momen itu terjadi saat Iriana bersama sejumlah istri menteri Kabinet Kerja mengunjungi PAUD Assalam, Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Selasa (21/2/2017) pagi.

Seusai meninjau satu per satu kegiatan di ruang belajar, Iriana disambut dua puluhan anak yang tergabung dalam marching band di lapangan PAUD. Anak-anak itu memainkan sejumlah lagu.

Ibu Negara tidak berhenti tersenyum melihat mereka. Bahkan, Iriana merasa gemas dengan salah satu anak yang bertubuh kecil, tetapi lihai memainkan alat musik pukulnya.

"Yang itu bagus, bagus banget," Iriana memuji.

Ibu Wakil Presiden Mufida Kalla yang berada di samping Iriana tak kalah heboh. Ia mengacungkan kedua jempolnya kepada anak yang bertubuh kecil itu sembari tertawa.

Di PAUD itu, Iriana dan rombongan menyerahkan paket perlengkapan belajar kepada 104 siswa PAUD itu. Paket itu terdiri dari pensil warna, buku tulis, buku cerita, buku gambar, dan alat peraga permainan.

Kunjungan kerja Iriana dan rombongan ke PAUD itu merupakan bagian rangkaian dari kunjungan kerja ke tujuh titik di Karanganyar. Setelah dari PAUD, Iriana dijadwalkan mengikuti acara penanaman pohon, peninjauan pencegahan kanker serviks, hingga meninjau industri batik.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com