Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pedagang Pasar Wonogiri Keluhkan Kenaikan Harga Beras dan Cabai Rawit ke Ganjar

Kompas.com - 29/12/2023, 13:04 WIB
Fika Nurul Ulya,
Krisiandi

Tim Redaksi

WONOGIRI, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menerima aduan naiknya harga-harga bahan pokok dari para pedagang Pasar Kota Wonogiri, Sukorejo, Giritirto, Kabupaten Wonogiri, Jumat (29/12/2023).

Adapun bahan-bahan pangan yang naik tersebut, di antaranya beras, bawang merah, hingga cabai rawit.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Ganjar mulai menyusuri pasar sekitar pukul 11.00 WIB. Di sana, ia terlibat pembicaraan dengan para pedagang pasar.

Baca juga: PDI-P Selalu Kalah di Jaktim dan Jaksel, TKD Ganjar-Mahfud MD Gencarkan Kampanye di Sana

Salah satu pedagang menyampaikan, pasokan cabai rawit lancar namun harganya meningkat di akhir tahun 2023.

"Pasokan lancar?" tanya Ganjar kepada pedagang itu.

"Lancar, Pak. (Tapi) Harga naik, Pak," keluh pedagang tersebut.

Ganjar lantas bertanya kembali, "Banyak yang naik?"

"Cabai rawit (sebelumnya) Rp 70.000 per kilo, hari ini Rp 78.000 per kilo. Iya, bawang (juga) naik sudah seminggu, sebelumnya Rp 32.000 per kilo sekarang Rp 40.000 (per kilo)," jawabnya.

Baca juga: Survei CSIS: Elektabilitas Ganjar-Mahfud Ungguli Prabowo-Gibran di Jateng dan DIY

Pedagang makanan ringan, juga menyatakan adanya kenaikan harga kebutuhan dapur.

Ia mengeluh dan bertanya kepada Ganjar akibat kenaikan harga-harga tersebut di libur Natal dan Tahun Baru 2024.

"Ya pokoke mundak (naik), Pak. Piye iki (bagaimana ini), Pak? Bawang merah, gula pasir, Beras," tutur dia.

Di kesempatan terpisah Ganjar mengatakan, kenaikan harga beras berkaitan erat dengan produksi padi di sejumlah wilayah.

Dia tak memungkiri, para pedagang beras sudah mengeluhkan kenaikan harga sejak 4-6 bulan terakhir.

Baca juga: Kenang Masa Kecil Hidup Susah, Ganjar Pranowo: Mimpi Saya Berkeliling Indonesia

Padahal sebelumnya, kata Ganjar, harga beras mencapai Rp 11.000/liter, saat ini mencapai Rp 14.000/liter. Ganjar bilang, perlu program khusus untuk menyelesaikan persoalan kenaikan harga beras.

"Mereka mengatakan harga beras Pak tolong turunin, dan beberapa kebutuhan bumbu-bumbu dapur tadi yang antara lain cabai, bawang merah, bawang putih. Kemudian ayam ada sedikit kenaikan dalam waktu 2-3 hari ini, mereka lagi mendapatkan harga baru bahasanya, ini yang kami coba dengarkan," jelas Ganjar.

Sebagai informasi, Ganjar kembali berkampanye di beberapa wilayah di Jawa Tengah, meliputi Wonogiri, Surakarta, dan Boyolali hari ini.

Baca juga: Di Balik Turunnya Elektabilitas Ganjar-Mahfud dan Bayang-bayang Pilpres Satu Putaran...

Rencananya usai berkunjung ke Pasar Kota Wonogiri, ia akan melakukan pertemuan dengan TPC, caleg partai koalisi dan relawan, di RM Sari Raras 2.

Kemudian pukul 14.00 WIB, Ganjar akan menghadiri Launching Program SMK Gratis Langsung Kerja untuk Keluarga Miskin di Lapangan Pule, Selogiri, Wonogiri.

Lalu, menghadiri pertemuan dengan milenial dan gen Z Wonogiri di Omah Rayap Resto, Wonogiri pukul 15.15 WIB, mengunjungi Masjid Habib Syech di Solo pukul 17.50 WIB, dan ramah tamah dengan warga Senting, Boyolali pukul 20.10 WIB.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Pejabat Kementan Tanggung Sewa 'Private Jet' SYL Rp 1 Miliar

Pejabat Kementan Tanggung Sewa "Private Jet" SYL Rp 1 Miliar

Nasional
Pejabat Kementan Tanggung Kebutuhan SYL di Brasil, AS, dan Arab Saudi

Pejabat Kementan Tanggung Kebutuhan SYL di Brasil, AS, dan Arab Saudi

Nasional
Gubernur Maluku Utara Akan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 106,2 Miliar

Gubernur Maluku Utara Akan Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 106,2 Miliar

Nasional
MK Jadwalkan Putusan 'Dismissal' Sengketa Pileg pada 21-22 Mei 2024

MK Jadwalkan Putusan "Dismissal" Sengketa Pileg pada 21-22 Mei 2024

Nasional
Mahfud Ungkap Jumlah Kementerian Sudah Diminta Dipangkas Sejak 2019

Mahfud Ungkap Jumlah Kementerian Sudah Diminta Dipangkas Sejak 2019

Nasional
Tanggapi Ide Tambah Kementerian, Mahfud: Kolusinya Meluas, Rusak Negara

Tanggapi Ide Tambah Kementerian, Mahfud: Kolusinya Meluas, Rusak Negara

Nasional
[POPULER NASIONAL] Perbandingan Jumlah Kementerian Masa Megawati sampai Jokowi | Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah

[POPULER NASIONAL] Perbandingan Jumlah Kementerian Masa Megawati sampai Jokowi | Indonesia Kecam Serangan Israel ke Rafah

Nasional
Tanggal 12 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 12 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 11 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 11 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Demokrat Anggap Rencana Prabowo Tambah Kementerian Sah Saja, asal...

Demokrat Anggap Rencana Prabowo Tambah Kementerian Sah Saja, asal...

Nasional
Indonesia Digital Test House Diresmikan, Jokowi: Super Modern dan Sangat Bagus

Indonesia Digital Test House Diresmikan, Jokowi: Super Modern dan Sangat Bagus

Nasional
Menko Polhukam Harap Perpres 'Publisher Rights' Bisa Wujudkan Jurnalisme Berkualitas

Menko Polhukam Harap Perpres "Publisher Rights" Bisa Wujudkan Jurnalisme Berkualitas

Nasional
Saksi Sebut Kementan Beri Rp 5 Miliar ke Auditor BPK untuk Status WTP

Saksi Sebut Kementan Beri Rp 5 Miliar ke Auditor BPK untuk Status WTP

Nasional
Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU Jadi Prioritas DKPP, Sidang Digelar Bulan Ini

Kasus Dugaan Asusila Ketua KPU Jadi Prioritas DKPP, Sidang Digelar Bulan Ini

Nasional
Gubernur Maluku Utara Nonaktif Diduga Cuci Uang Sampai Rp 100 Miliar Lebih

Gubernur Maluku Utara Nonaktif Diduga Cuci Uang Sampai Rp 100 Miliar Lebih

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com