Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahfud Mengaku Belum Dapat Tawaran Jadi Cawapres Ganjar dari PDI-P

Kompas.com - 28/09/2023, 19:11 WIB
Syakirun Ni'am,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku belum mendapat tawaran dari PDI-P untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo.

Adapun nama Mahfud kerap disebut masuk bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) Ganjar.

Bahkan, Ganjar menyebut Mahfud bisa menjadi pendampingnya.

"Belum, belum ditawari," kata Mahfud selepas menghadiri peringatan hari ulang tahun Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2023).

Baca juga: Respons PPP jika Sandiaga Tak Terpilih Jadi Cawapres Ganjar

Ketika ditanya apakah ia sudah ditawari menjadi cawapres oleh Ganjar, Mahfud hanya menjawab akan memberikan jawaban kepada mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

"Nanti saya jawab kepada Pak Ganjar," ujar Mahfud

Meski demikian, Mahfud mengaku tetap berkomunikasi dengan semua partai politi, termasuk PDI-P. Namun, komunikasi itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Menko Polhukam.


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, sebagai Menko Polhukam, ia harus berkomunikasi dengan semua kekuatan politik dan mengikuti dinamika politik.

"Karena saya harus jaga keseimbangan, jadi saya berkomunikasi dengan semuanya," tutur Mahfud.

Sebelumnya, PDI-P menyebut Mahfud MD masuk dalam bursa cawapres Ganjar.

Baca juga: PPP Mau Cawapres Ganjar dari Kaum Agamis, Bisa Sandiaga Uno atau Mahfud

Ketua DPP PDI-P Puan Maharani menyebut, bakal cawapres Ganjar juga mengerucut ke Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta mantan Panglima TNI Andika Perkasa.

Puan menyebut, salah satu bakal bursa cawapres Ganjar dari kalangan NU adalah Mahfud MD

Namun, ketika ditanya apakah Mahfud bisa menjadi salah satu kandidatnya, Ganjar menjawab bisa saja.

"Saya kira bisa," ujarnya, Minggu (24/9/2023).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com