Anggota Komisi III Minta Polri Transparan soal Kematian Terduga Teroris - Kompas.com

Anggota Komisi III Minta Polri Transparan soal Kematian Terduga Teroris

Kompas.com - 14/02/2018, 19:31 WIB
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani meminta Polri transparan dalam menjelaskan penyebab kematian MJ, terduga teroris yang ditangkap di Indramayu beberapa waktu lalu.

Kematiannya menyisakan tanda tanya karena ia meninggal usai dibawa Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri untuk menjalani pemeriksaan.

"Jadi itu minta dijelaskan secara transparan. Polisi harus menjelaskan penyebab kematiannya," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menurut Arsul, Polri harus menjelaskan kenapa MJ dibawa oleh Densus 88. Sebab, ia mendengar kabar bahwa MJ sedang dalam kondisi sakit.

Selain itu, kata Arsul, polisi juga harus menjelaskan apakah MJ sudah dipenuhi haknya dengan menyediakan dokter atau membawa ke rumah sakit.

"Harus dijelaskan kenapa kalau orang sakit kok dibawa. Kedua, ketika mengetahui dia sakit apa sudah menyediakan dokter atau membawa ke rumah sakit," kata Arsul.

(Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Kematian Terduga Teroris di Indramayu Jangan Seperti Kasus Siyono)

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan bahwa MJ meninggal setelah dibawa Densus 88 untuk menjalani pemeriksaan.

"Saya mendengar bahwa ada kasus tersebut, ada penangkapan kemudian meninggal," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Namun, Setyo mengaku belum mengkonfirmasi penyebab meninggalnya MJ. Ia juga belum bisa memastikan apakah MJ meninggal karena mendapat kekerasan selama pemeriksaan atau penyebab lain.

Sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com, MJ dimakamkan di Kapuran, Kota Agung, Lampung. Jenazahnya tiba di rumah duka pada Sabtu (10/2/2018) sekitar pukul 5.00 WIB. Ia kemudian dishalatkan di masjid sekitar dan dimakamkan.

Densus 88 Antiteror menangkap MJ di Kecamatan Haurgelis, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018). Ia diamankan bersama istrinya, ASN, yang juga dibawa untuk dimintai keterangan.

MJ sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es. MJ diduga anggota kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan terpidana teroris yang saat ini mendekam di Lapas Cipinang, Ali Hamka. Ia pun diduga terlibat dalam kegiatan kelompok teroris di Indonesia.

Kompas TV Salah satunya pelemparan bom molotov di Mapolsek Cluring dan Kantor Samsat Banyuwangi pada 2017 lalu.


Komentar

Close Ads X