Langkah Dedi Mulyadi Dinilai Misteri, ke PDI-P atau Ubah Pilihan Golkar? - Kompas.com

Langkah Dedi Mulyadi Dinilai Misteri, ke PDI-P atau Ubah Pilihan Golkar?

Estu Suryowati
Kompas.com - 27/11/2017, 20:39 WIB
Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam sebuah acara diskusi di Kantor Kosgoro, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam sebuah acara diskusi di Kantor Kosgoro, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio memperkirakan masih sangat mungkin ada tiga pasangan calon yang bersaing pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Sejauh ini ada dua nama yang diperkirakan bersaing, yaitu Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Deddy Mizwar akan berpasangan dengan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu yang diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional.

Sedangkan, Partai Golkar telah mengumumkan dukungan terhadap Ridwan Kamil untuk berpasangan dengan kadernya, Daniel Muttaqien. Meski demikian, Ridwan Kamil juga ada kemungkinan berpasangan dengan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Lalu bagaimana peluang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai calon ketiga? Hendri Satrio mengaku belum bisa memprediksinya.

"Sekarang yang masih menjadi misteri menurut saya kan Dedi Mulyadi dan PDI Perjuangan. Apakah Dedi Mulyadi akan ke PDI Perjuangan atau tidak?" kata Hendri di Jakarta, Senin (27/11/2017).

(Baca juga: Dedi Mulyadi Anggap Rekomendasi Calon Kepala Daerah Golkar Perlu Dievaluasi)

Meski demikian, Hendri menilai Dedi Mulyadi masih punya peluang besar untuk maju sebagai calon gubernur. Pengamat dari Universitas Paramadina ini menilai rekomendasi Partai Golkar bisa saja berubah di tengah jalan.

Sebab, menurut dia, pengaruh Dedi Mulyadi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat lebih kuat dibandingkan Ridwan Kamil yang sudah diusung partai berlambang beringin itu.

"Karena Ridwan Kamil enggak punya akar rumput. Dedi Mulyadi, punya. Jadi, kalau tiba-tiba Partai Golkar ganti ketua umum, bisa jadi itu rekomendasi buat Ridwan Kamil berubah," kata Hendri.

Kompas TV Dedi menilai penahanan Setnov adalah momentum perubahan Golkar

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisEstu Suryowati
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM