Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
ADVERTORIAL

Pendidikan Bela Negara, Upaya Atasi Kelunturan Nasionalisme

Kompas.com - 20/02/2016, 07:02 WIB
advertorial

Penulis


Sosialisasi Empat Pilar masih terus dilakukan MPR RI. Kali ini, MPR melakukannya dengan metode yang berbeda, yakni pendidikan bela negara.

Pada acara yang dihadiri 100 anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dari 19 perguruan tinggi di Jakarta, di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Krisnadwipayana, Universitas Mercu Buana, Sekolah Tinggi Perikanan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik ini, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang menyatakan kekagumannya pada semangat generasi muda, khususnya Menwa dalam mengikuti kegiatan ini. Namun di sisi lain, ia justru menyatakan pendidikan bela negara sebetulnya tak perlu ada.

“Tidak perlu bela negara karena kita sudah punya filosofi bangsa, yaitu Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Tapi mengapa perlu ada bela negara? Karena nilai-nilai dasar itu luntur,” tutur Oesman saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan Metode Pendidikan Bela Negara di Hotel Aryaduta, Tangerang, Banten, Jumat (19/2/2016).

Lewat penanaman nilai dasar kebangsaan kepada generasi muda ini, Oesman berharap, segala intervensi asing yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai budaya dan kebangsaan dapat teratasi. Sebab, bangkitnya rasa nasionalisme dalam diri setiap anak muda dapat meningkatkan sikap kebangsaan untuk lebih berani memperbaiki sistem di negara yang masih salah.

“Contohnya bahwa sebentar lagi akan ada pasar Asean. Di antara negara Asean, negara kita yang paling banyak jumlah penduduknya. Harusnya kita benahi dulu pasar kita sendiri, negara kita sendiri, baru bantu pasar Asean,” kata Oesman.

Menwa pun menilai, rakyat perlu memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme bila ingin negaranya menjadi negara maju.

“Kita melihat bangsa maju, pasti mereka memiliki warga dengan nasionalisme dan disiplin yang tinggi. Tahun 2025 ada bonus demografi dengan jumlah anak muda usia produktif yang sangat tinggi. Kalau punya skill yang baik akan jadi bonus, tapi bila tidak akan jadi bencana bagi bangsa kita,” tutur Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Jayakarta Raden Umar.

Sosialisasi dengan metode dan segmen yang lebih luas

Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono menilai, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan metode pendidikan bela negara ini tepat diberikan kepada Menwa karena segmen ini efektif menerima penanaman nilai-nilai kebangsaan. Namun ia menyatakan varian segmen lain pun perlu dijangkau.

“Kami terus mengembangkan metode dan sasaran sosialisasi supaya semakin luas. Tidak cuma mahasiswa, tapi sampai petani atau nelayan. Sekarang sosialisasi bersifat tidak hanya kontekstual, tapi juga implementatif dengan melibatkan psikomotorik sehingga bisa langsung diimplementasikan,” tutur Ma'ruf.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Terima Aduan Keluarga Vina, Komnas HAM Upayakan 'Trauma Healing' dan Restitusi

Terima Aduan Keluarga Vina, Komnas HAM Upayakan "Trauma Healing" dan Restitusi

Nasional
SYL Beri Kado Kalung Emas Buat Penyanyi Dangdut Nayunda Nabila

SYL Beri Kado Kalung Emas Buat Penyanyi Dangdut Nayunda Nabila

Nasional
Febri Diansyah Jadi Saksi di Sidang SYL Senin Pekan Depan

Febri Diansyah Jadi Saksi di Sidang SYL Senin Pekan Depan

Nasional
SYL Pesan 'Wine' saat Makan Siang, Dibayar Pakai Uang Kementan

SYL Pesan "Wine" saat Makan Siang, Dibayar Pakai Uang Kementan

Nasional
Kementan Kerap Tanggung Biaya Makan Bersama SYL dan Eselon I

Kementan Kerap Tanggung Biaya Makan Bersama SYL dan Eselon I

Nasional
Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Nasional
Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Nasional
Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Nasional
Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Nasional
Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Nasional
Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Nasional
Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Nasional
Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Nasional
Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Nasional
Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com