Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Pesan Basrief Arief untuk HM Prasetyo

Kompas.com - 27/11/2014, 16:07 WIB
Fathur Rochman

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com 
— Mantan Jaksa Agung, Basrief Arief, berharap agar pemimpin kejaksaan yang baru, HM Prasetyo, selalu tegas dalam menangani kasus-kasus. Basrief mengaku akan selalu mendukung kerja Prasetyo.

"Semoga dia (Prasetyo) tegas, ya. Selama 30 tahun lebih kita sudah bergaul dan insya Allah kita akan berikan dukungan kepada beliau," ujar Basrief seusai menghadiri acara "Pelepasan Basrief Arief", di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Basrief mengatakan, semua pihak harus memberikan dukungan kepada Prasetyo dalam menjalankan tugas-tugasnya ke depan selama menjabat sebagai Jaksa Agung.

Berdasarkan pengalamannya menjabat sebagai Jaksa Agung, Basrief menuturkan, setidaknya ada dua hal pokok yang harus dilakukan dalam upaya penegakan hukum di Indonesia. Pertama, kata dia, pemberdayaan manusia di kejaksaan harus ditingkatkan.

Menurut dia, reformasi birokrasi harus terus dilanjutkan meski hal tersebut tidaklah mudah.

"Jadi tidak mungkin seperti membalik telapak tangan. Ini saya kira ke depan Pak Pras akan memperhatikan," ucap Basrief.

Kedua, lanjut Basrief, terkait upaya melaksanakan tugas-tugas pokok kejaksaan. Saat ini yang menjadi fokus kejaksaan adalah memberantas tindak pidana korupsi.

"Saya yakin dengan bantuan seluruh aparatur kejaksaan, nanti Pak Prasetyo akan mampu melaksanakan tugas dengan baik," ujar Basrief.

Menanggapi harapan Basrief tersebut, Prasetyo mengaku akan melanjutkan semua pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Basrief.

"Kita akan bekerja, bekerja, bekerja, itu pedoman kita," kata mantan politisi Partai Nasdem itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Cemas Lawan Kandidat Lain di Pilgub Jatim, Khofifah: Kenapa Khawatir?

Tak Cemas Lawan Kandidat Lain di Pilgub Jatim, Khofifah: Kenapa Khawatir?

Nasional
Khofifah Tolak Tawaran Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Pilih Maju Pilkada Jatim

Khofifah Tolak Tawaran Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Pilih Maju Pilkada Jatim

Nasional
Soal Duetnya pada Pilkada Jatim, Khofifah: Saya Nyaman dan Produktif dengan Mas Emil

Soal Duetnya pada Pilkada Jatim, Khofifah: Saya Nyaman dan Produktif dengan Mas Emil

Nasional
Pertamina Goes To Campus, Langkah Kolaborasi Pertamina Hadapi Trilema Energi

Pertamina Goes To Campus, Langkah Kolaborasi Pertamina Hadapi Trilema Energi

Nasional
Respons Luhut Soal Orang 'Toxic', Golkar Klaim Menterinya Punya Karya Nyata

Respons Luhut Soal Orang "Toxic", Golkar Klaim Menterinya Punya Karya Nyata

Nasional
Ditanya Soal Progres Pertemuan Prabowo-Megawati, Gerindra: Keduanya Mengerti Kapan Harus Bertemu

Ditanya Soal Progres Pertemuan Prabowo-Megawati, Gerindra: Keduanya Mengerti Kapan Harus Bertemu

Nasional
Gerindra Tangkap Sinyal PKS Ingin Bertemu Prabowo, tapi Perlu Waktu

Gerindra Tangkap Sinyal PKS Ingin Bertemu Prabowo, tapi Perlu Waktu

Nasional
Mencegah 'Presidential Club' Rasa Koalisi Pemerintah

Mencegah "Presidential Club" Rasa Koalisi Pemerintah

Nasional
Nasdem-PKB Gabung Prabowo, Zulhas Singgung Pernah Dicap Murtad dan Pengkhianat

Nasdem-PKB Gabung Prabowo, Zulhas Singgung Pernah Dicap Murtad dan Pengkhianat

Nasional
Pengamat HI Harap Menlu Kabinet Prabowo Paham Geopolitik, Bukan Cuma Ekonomi

Pengamat HI Harap Menlu Kabinet Prabowo Paham Geopolitik, Bukan Cuma Ekonomi

Nasional
PDI-P Harap MPR Tak Lantik Prabowo-Gibran, Gerindra: MK Telah Ambil Keputusan

PDI-P Harap MPR Tak Lantik Prabowo-Gibran, Gerindra: MK Telah Ambil Keputusan

Nasional
Sepakat dengan Luhut, Golkar: Orang 'Toxic' di Pemerintahan Bahaya untuk Rakyat

Sepakat dengan Luhut, Golkar: Orang "Toxic" di Pemerintahan Bahaya untuk Rakyat

Nasional
Warung Madura, Etos Kerja, dan Strategi Adaptasi

Warung Madura, Etos Kerja, dan Strategi Adaptasi

Nasional
BMKG: Suhu Panas Mendominasi Cuaca Awal Mei, Tak Terkait Fenomena 'Heatwave' Asia

BMKG: Suhu Panas Mendominasi Cuaca Awal Mei, Tak Terkait Fenomena "Heatwave" Asia

Nasional
Momen Unik di Sidang MK: Ribut Selisih Satu Suara, Sidang 'Online' dari Pinggir Jalan

Momen Unik di Sidang MK: Ribut Selisih Satu Suara, Sidang "Online" dari Pinggir Jalan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com