Rabu, 23 Juli 2014

News / Nasional

PDI-P: Mega dan Jokowi Itu Satu Koin yang Sama

Jumat, 10 Januari 2014 | 17:05 WIB
KOMPAS IMAGES/FABIAN JANUARIUS Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri turut hadir dalam acara pembukaan kirab budaya, yang merupakan bagian dari World Royal Heritage 2013 di Monas, Minggu (8/12/2013) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tak mempermasalahkan hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden mengalahkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

"Bu Mega dan Pak Jokowi itu kan satu koin yang sama. Sumbernya Bung Karno. Jadi tidak ada persoalan," kata Hasto, di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/1/2014).

Menurut Hasto, PDI Perjuangan belum terlihat solid karena belum menentukan calon presiden yang akan diusung dalam Pemilihan Presiden 2014. Jika telah ditentukan, ia yakin semua kader PDI Perjuangan akan bersatu mendukung calon yang akan ditentukan Megawati.

"Dan (keputusan kami soal capres) itu akan mengubah peta politik juga," katanya.

Hasto mengatakan, dengan keputusan Megawati, partainya akan menentukan capres setelah pemilu legislatif digelar. Selain tidak tergesa-gesa, ujarnya, keputusan itu juga memiliki makna bahwa semua kader harus bergerak untuk mencapai target 27 persen dalam pileg.

"Tak masalah walau waktunya sebentar. Struktur partai nanti bisa langsung digerakkan," tandasnya.

Jokowi melejit

Survei Kompas selama 2012 sampai 2013 mendapati bahwa dukungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo semakin tak terkejar oleh sesama kandidat yang dinilai punya kans untuk diusung dalam Pemilu Presiden 2014.

Survei Kompas yang digelar dengan melibatkan 1.400 responden calon pemilih pada Pemilu 2014 itu memunculkan gambaran sosok Jokowi tak hanya mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai yang mengusungnya selama ini. Data yang didapatkan dalam tiga tahap survei Kompas ini menunjukkan konsistensi tren peningkatan dukungan untuk Jokowi.

Mendapatkan dukungan 17,7 persen dukungan pada survei pertama yang digelar Kompas pada Desember 2012, Jokowi melipatgandakan dukungannya menjadi 32,5 persen pada survei Juni 2013, dan terus membubung menjadi 43,5 persen pada survei Desember 2013. Tiga survei Kompas ini menempatkan lima kandidat selain Jokowi yang mendapatkan dukungan suara signifikan untuk berlaga pada Pemilu Presiden 2014. Mereka adalah Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Wiranto, Megawati Soekarnoputri, dan Jusuf Kalla.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Rahmat Fiansyah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary