Jumat, 25 Juli 2014

News / Nasional

Ical Klaim Rakyat Ingin Dirinya Jadi Presiden

Jumat, 29 Juni 2012 | 10:37 WIB

Berita terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical mengklaim bahwa rencana penetapan dirinya sebagai calon presiden di Pemilu 2014 merupakan implementasi dari aspirasi kader Golkar di daerah, bahkan rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Ical saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Golkar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012). Hadir para pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah serta kader Golkar.

Ical mengklaim bahwa penetapan dirinya sebagai capres berjalan dengan demokratis dan sesuai dengan konstitusi partai. Adapun klaim bahwa rakyat menginginkan dirinya menjadi pemimpin negara mengacu pada hasil jajak pendapat berbagai lembaga survei.

Ical mengutip hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia yang menempatkan dirinya di posisi ketiga dengan angka 17,5 persen. Di atas Ical, masih ada dua tokoh dari parpol lain, yakni Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri (18,3 persen) dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (18 persen).

Selain itu, Ical mengutip hasil survei terbaru dari Asia Pacific Association of Political Consultants yang menyebut dirinya telah berada di urutan teratas dengan perolehan angka 22 persen.

"Saya sudah roadshow desa ke desa untuk meningkatkan elektablitas partai dan figur calon presiden dari Partai Golkar. Ada antusiasme dan dukungan yang luar biasa besar, terutama kaum muda dan pemilih pemula," kata Ical.

Rapimnas itu bakal digelar hingga Sabtu besok. Agenda Rapimnas di antaranya mendengarkan laporan dari organisasi massa sayap Golkar, pengurus daerah, dan tanggapan dari pengurus pusat. Rapimnas juga akan meminta kesediaan Ical menjadi capres, pengesahan Ical sebagai capres, hingga pembacaan keputusan Rapimnas terkait pencapresan.

Terakhir, deklarasi pencalonan Ical sebagai Presiden akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center di Sentul, Bogor.


Penulis: Sandro Gatra
Editor : Pepih Nugraha