Kamis, 2 Oktober 2014

News / Nasional

Keterpilihan Rata-rata Partai Islam di Bawah 5 Persen

Selasa, 26 Juni 2012 | 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Riset Lembaga Survei Nasional (LSN) memperlihatkan partai-partai Islam atau partai berbasis massa Islam sudah tidak eksis dalam dunia percaturan politik Indonesia. Partai tersebut antara lain Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Dari hasil survei, jika pemilihan umum dilaksanakan hari ini, jawabannya untuk partai Islam, elektabilitasnya rata-rata di bawah 5 persen," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century Park Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Dalam survei LSN, partai-partai Islam semakin ditinggalkan konstituennya. Awal Pemilu 1999, konstituen partai-partai Islam sebanyak 36,52 persen. Tahun 2004 meningkat 38,39 persen. Namun, pada Pemilu 2009 menjadi 29,14 persen, hingga survei Juni 2012 menurun menjadi 15,7 persen.

Menurut Umar, dukungan terhadap partai Islam merosot dilihat dari faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal seperti masyarakat Indonesia, meski mayoritas umat Islam, secara politik kurang ideologis. Faktor lain adalah dari partai itu sendiri, yakni krisis identitas.

"Partai-partai yang dulu mengklaim mewakili kepentingan umat Islam belakangan cenderung memosisikan dirinya sebagai partai terbuka, meskipun masih menggunakan simbol-simbol Islam," ungkapnya.

Selain itu, partai Islam juga krisis tokoh pemimpin. Para politisi yang aktif atau memimpin partai-partai tersebut kurang mendapat dukungan publik untuk menjadi presiden RI 2014-2019. Tokoh-tokoh partai Islam juga berada di bawah 5 persen, seperti Hidayat Nur Wahid (4,6 persen), Hatta Rajasa (3,9 persen), dan Yusril Ihza Mahendra (3,2 persen).

Posisi tertinggi ada pada tokoh partai nasionalis atau non-Islam, seperti Megawati Soekarnoputri (18 persen) dan Prabowo Subianto (17,4 persen). Menurutnya, partai-partai tersebut harus segera berbenah, melakukan konsolidasi, menemukan identitas diri, serta mengakomodasi dinamika aspirasi dan kepentingan mayoritas umat Islam Indonesia.

Namun hingga saat ini, LSN menilai tidak ada gerakan dari partai-partai tersebut untuk menyongsong Pemilu 2014. "Sampai detik ini belum ada gebrakan partai-partai Islam menyongsong Pemilu 2014. Tidak seperti partai lain, sampai saat ini kita belum melihat sosialisasi ataupun mobilisasi dukungan," lanjutnya.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Pepih Nugraha