Kamis, 17 April 2014

News / Nasional

Ical Kalah Populer, Golkar Tetap Optimistis

Rabu, 6 Juni 2012 | 17:20 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar tampaknya tak gentar dengan hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate yang menyebut nama Jusuf Kalla lebih populer sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014 dibandingkan dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad, nama Aburizal alias Ical sudah tak dapat digantikan lagi capres lain.

Golkar optimistis nama Aburizal akan meningkat menjelang Pemilu 2014. "Ini, kan, masih ada waktu dua tahun lagi. Kita melihat perkembanganlah. Pak Aburizal, kan, sudah dipilih sebagai capres Golkar dalam rapimnas. Itu sudah rangkaian sistem di Golkar yang tidak bisa diubah," kata Fadel seusai mengikuti pemaparan survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) di Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2012).

Dalam survei SSS, Kalla mendapat dukungan paling tinggi sebagai capres untuk Pemilu 2014 daripada Aburizal. Ia berada pada urutan ketiga setelah Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Kalla mendapat dukungan 14,9 persen di 163 kabupaten/kota di 33 provinsi, sedangkan Aburizal hanya 10,6 persen.

"Perbedaannya, kan, tidak terlalu banyak. Aburizal juga tidak terlalu rendah. Kami harus tetap berpikir positif, jangan langsung divonis," katanya.

Ia menyatakan, melalui survei SSS ini, Golkar akan melihat poin-poin kekurangan Aburizal di lapangan dan berusaha memperbaikinya ke depan, terutama mengenai sejumlah pulau yang lebih banyak memilih Prabowo, Megawati, dan Kalla.

"Kemarin, kan, Pak Jusuf Kalla sudah menjadi ketua umum dan mencalonkan diri sebagai presiden. Sekarang saatnya orang lain juga diberi kesempatan. Sekarang saatnya Pak Aburizal. Insya Allah nanti elektabilitasnya akan naik," ujarnya.


Penulis: Maria Natalia
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo