Senin, 1 September 2014

News / Nasional

Soal Keterlibatan Anas

Nazaruddin: Sekarang Terserah KPK

Kamis, 22 Desember 2011 | 21:43 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Kamis (22/12/2011), untuk penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Nazaruddin menceritakan dengan detail keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam mengatur pemenang proyek Hambalang hingga mendapatkan fee dari pengaturannya tersebut.

Menurut Nazaruddin, semua yang dia ketahui soal pengaturan pemenang proyek Hambalang telah diceritakan kepada KPK, termasuk bagaimana peran politisi Partai Demokrat ini dalam mengatur pemenang tender proyek ini hingga uang hasil pengaturan tersebut.

Sebelumnya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, sebelum dan sesudah sidang, Nazaruddin bercerita soal uang senilai Rp 6 juta dollar Amerika Serikat yang diberikan PT Adhi Karya selaku pemenang tender proyek Hambalang kepada Anas.

Uang tersebut oleh Anas dibagikan kepada semua pengurus Partai Demokrat di daerah untuk memenangkannya dalam kongres partai itu di Bandung, Mei 2010.

"Saya sudah ceritakan semua tentang proyek Hambalang. Dari mana Mas Anas itu mulai mengatur proyek Hambalang. Di mana peran Angelina Sondakh, di mana peran pimpinan besar, seperti Mirwan Amir. Semua sudah saya jelaskan secara detail," kata Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, dia juga menceritakan kepada KPK soal ke mana aliran uang dari PT Adhi Karya terkait proyek Hambalang. Nazaruddin mengatakan, sekarang tinggal KPK menindaklanjuti semua keterangan yang dia berikan.

"Berapa uang yang diserahkan Adhi Karya sama Mas Anas, semua sudah saya ceritakan. Lewat siapa, kapan penyerahannya, dan di mana penyerahannya sudah saya ceritakan. Jadi, sekarang semuanya tinggal kembali ke KPK," katanya.


Penulis: Khaerudin
Editor : Agus Mulyadi