Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Jokowi Mengevlog di Hari Putusan Sengketa Hasil Pilpres yang Menangkan Prabowo-Gibran...

Kompas.com - 23/04/2024, 08:05 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo kembali melakukan rekaman video blog (vlog) di sela-sela kegiatan kunjungan kerja (kunker) di Provinsi Gorontalo pada Senin (22/4/2024).

Kegiatan membuat vlog dengan menggunakan kamera smartphone itu dilakukan Presiden saat mengunjungi proyek pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Aktivitas Presiden itu kemudian diunggah di video reels Instagram resmi Presiden, @jokowi pada Senin.

Dalam video, tampak Presiden memegang smartphone sambil memberikan penjelasan kepada audiens soal proyek pembangunan bendungan yang sedang berlangsung.

Baca juga: Jokowi Optimistis, Bendungan Bulango Ulu Gorontalo Selesai Akhir 2024

"Siang hari ini, saya dengan Pak Menteri PU, Pak Menteri Perhubungan mengunjungi Waduk Bulango Ulu, Bendungan Bulango Ulu di Provinsi Gorontalo, dan ini letaknya di Bone Bolango, Provinsi Gorontalo," kata Jokowi saat bicara ke kamera.

"Bendungan Bulango Ulu ini memiliki luas genangan 483 hektar. Dengan kapasitas tampung sangat besar sekali, 84 juta. Ini masih dalam proses pembangunan. Dan akan selesai insya Allah akhir tahun ini dengan anggaran Rp 2,4 triliun yang sudah dikerjakan sejak 2019," jelas Presiden sambil menunjukkan pemandangan sekeliling pembangunan bendungan.

Sebelum kegiatan nge-vlog pada Senin, Presiden sudah beberapa kali merekam aktivitasnya dalam bentuk video blog.

Baca juga: PDI-P Diprediksi Gabung Pemerintahan Jika Jokowi-Prabowo Tak Harmonis

Salah satunya vlog soal aktivitas memberi makan rusa di Istana Kepresidenan Bogor yang direkam enam tahun lalu.

Namun, menariknya, kegiatan nge-vlog Presiden Jokowi pada Senin dilakukan di saat yang bersamaan dengan prosesi pembacaan putusan terhadap sengketa hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Sengketa tersebut melibatkan putra sulung Presiden Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka, sebagai salah satu pihak terkait.

Gibran merupakan calon wakil presiden (cawapres) yang mendampingi calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam kontestasi pilpres tahun ini.

Baca juga: Komarudin Watubun Tegaskan Jokowi dan Gibran Tak Lagi Kader PDI-P

Pasangan Prabowo-Gibran sebelumnya telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai pemenang pilpres dengan raihan 96.214.691 suara atau sekitar 58,58 persen dari seluruh suara sah nasional.

Sementara itu, dua pasangan capres-cawapres lainnya, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, mengantongi 40.971.906 suara (24,95 persen dari seluruh suara sah nasional) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD hanya sanggup mengoleksi 27.040.878 suara (16,47 persen).

Dua pasangan capres-cawapres itulah yang mengajukan sengketa hasil pilpres ke MK.

Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud sama-sama meminta agar Prabowo-Gibran didiskualifikasi, dan digelar pemungutan suara ulang untuk pilpres.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Febri Diansyah Jadi Saksi di Sidang SYL Senin Pekan Depan

Febri Diansyah Jadi Saksi di Sidang SYL Senin Pekan Depan

Nasional
SYL Pesan 'Wine' saat Makan Siang, Dibayar Pakai Uang Kementan

SYL Pesan "Wine" saat Makan Siang, Dibayar Pakai Uang Kementan

Nasional
Kementan Kerap Tanggung Biaya Makan Bersama SYL dan Eselon I

Kementan Kerap Tanggung Biaya Makan Bersama SYL dan Eselon I

Nasional
Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Draf Revisi UU Polri: Perpanjangan Usia Pensiun Jenderal Polisi Ditetapkan dengan Keputusan Presiden

Nasional
Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Bayar Cicilan Apartemen Biduanita Nayunda, SYL: Saya Merasa Berutang Budi

Nasional
Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Kehadirannya Sempat Buat Ricuh di MK, Seorang Saksi Mengaku Tambah Ratusan Suara PAN di Kalsel

Nasional
Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Gerindra: Negara Rugi jika TNI-Polri Pensiun di Usia 58 Tahun

Nasional
Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Kemenkominfo Galang Kolaborasi di Pekanbaru, Jawab Tantangan Keberagaman untuk Kemajuan Bangsa

Nasional
Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Pegawai Setjen DPR Antusias Donor Darah, 250 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan

Nasional
Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Kasus Timah, Kejagung Tahan Eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM

Nasional
Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Soal Putusan Sela Gazalba, Kejagung: Perkara Belum Inkrah, Lihat Perkembangannya

Nasional
Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Berhaji Tanpa Visa Haji, 24 WNI Diamankan Polisi Arab Saudi

Nasional
Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Enggan Beberkan Motif Anggota Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung: Intinya Itu Terjadi

Nasional
Pengusaha RBS Pernah Jadi Saksi Kasus Timah, Akan Jadi Tersangka?

Pengusaha RBS Pernah Jadi Saksi Kasus Timah, Akan Jadi Tersangka?

Nasional
Tolak Konsep Panti Jompo, Risma: Tidak Sesuai Budaya Kita

Tolak Konsep Panti Jompo, Risma: Tidak Sesuai Budaya Kita

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com