Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertemuan Puan-AHY Dinilai Jadi Strategi Komunikasi Politik PDI-P dan Demokrat

Kompas.com - 20/06/2023, 12:19 WIB
Singgih Wiryono,
Dani Prabowo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai, pertemuan yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Puan Maharani dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono baru sebatas strategi komunikasi.

"Jadi, pertemuan kemarin itu masih lebih merupakan strategi komunikasi politik, baik bagi PDI-P maupun bagi Demokrat," ujar Djayadi saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (20/5/2023).

Djayadi menjelaskan, pertemuan tersebut bisa dinilai sebagai strategi politik karena belum ada arah yang jelas dalam pertemuan itu. Untuk Demokrat, misalnya, Djayadi membaca tak ada harapan besar AHY diminta menjadi cawapres Ganjar Pranowo.

Baca juga: Tanggapan Gibran Soal Pertemuan Puan Maharani dan AHY

"Mengingat mereka sudah ada dalam KPP (Koalisi Perubahan untuk Persatuan), dan bakal cawapres Ganjar juga banyak, dan belum ada informasi yang kuat yang menyatakan bahwa AHY calon kuat untuk cawapres Ganjar," tuturnya.

Sedangkan untuk PDI-P, Djayadi menilai partai berlambang kepala banteng itu hanya ingin memperlihatkan bahwa mereka bisa berkomunikasi dengan siapa saja.

"Termasuk dengan Demokrat yang dianggap paling sulit untuk berkomunikasi di tingkat nasional, bahkan Sekjen (PDI-P) Hasto pernah mengatakan mereka sulit untuk berkoalisi dengan Demokrat dan PKS di berbagai kesempatan selama beberapa waktu sebelumnya," imbuhnya.

Baca juga: Nasdem Tak Persoalkan Pertemuan Puan-AHY, Malah Usul Megawati dan SBY Silaturahmi

Sebab itu, Djayadi menyebut pertemuan Puan dan AHY masih berfungsi sebagai strategi komunikasi politik saja dan tidak memiliki dampak yang signifikan.

Tanda untuk membentuk koalisi baru pun tidak terlihat, karena di kesempatan pertemuan tersebut AHY dan Puan saling menegaskan memiliki jalan masing-masing.

"Puan misalnya mengungkapkan bahwa mereka sepakat dengan komunikasi yang berlanjut dan menjadikan pertemuan itu bukan hanya soal politik praktis," kata Djayadi.

"Sedangkan AHY mengungkapkan dengan jelas bahwa pertemuan mereka dilandasi oleh saling kesefahaman posisi masing-masing di KPP maupun di koalisi PDI-P," sambung dia.

Baca juga: Usai Pertemuan AHY-Puan, SBY Cerita soal Mimpi Naik Kereta Api Bareng Jokowi dan Megawati

Sebelumnya, Puan dan AHY menggelar pertemuan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (18/6/2023).

Pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih selama 1 jam, keduanya terlihat akrab dan sempat menyebut sebagai pertemuan kakak dan adik.

"Syukur alhamdulillah, tadi pertemuannya itu kurang lebih satu jam lebih ya. Saya banyak sekali yang bisa diomongin, bisa seperti kakak-adik. Tadi Mas AHY bilang, 'Mbak, boleh ya saya menganggap Mbak sebagai kakak?'" ujar Puan dalam jumpa pers di GBK.

"Ya, iya dong," kata Puan menirukan jawabannya kepada AHY.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com