Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Indonesian Insight Kompas
Kelindan arsip, data, analisis, dan peristiwa

Arsip Kompas berkelindan dengan olah data, analisis, dan atau peristiwa kenyataan hari ini membangun sebuah cerita. Masa lalu dan masa kini tak pernah benar-benar terputus. Ikhtiar Kompas.com menyongsong masa depan berbekal catatan hingga hari ini, termasuk dari kekayaan Arsip Kompas.

Mudik Istimewa 2023

Kompas.com - 20/04/2023, 09:05 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MUDIK 2023 boleh dibilang istimewa. Setidaknya ada dua sebab yang menjadikannya istimewa.

Pertama, ini adalah mudik pertama setelah tiga tahun pandemi Covid-19 yang dilepas bebas laiknya sebelum pagebluk. Kedua, salah satu puncak arus mudik 2023, Kamis (20/4/2023), berbarengan dengan gerhana matahari hibrida. 

Lonjakan mudik

Tersebab tak ada lagi aneka pembatasan aktivitas terkait pandemi Covid-19, pemerintah memperkirakan ada sekitar 123 juta orang mudik pada 2023. Angka ini jauh melonjak dari 85 juta pemudik pada 2022, ketika pelonggaran untuk mudik mulai dilakukan.  

Baca juga: Hikayat Mudik di Indonesia...

Dari total perkiraan 123 juta pemudik itu, 18 juta di antaranya disebut berangkat dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) saja. Ini bahkan melonjak tajam dibanding jumlah pemudik dari kawasan yang sama pada 2019—sebelum wabah Covid-19 menerpa Indonesia dan dunia—meski belum kembali ke data pada 2018.

 

Baca juga: Jokowi, Covid-19, dan Hikayat Mudik

Puncak mudik 2023 diperkirakan terjadi pada Kamis dan Jumat (21/4/2023). Sebagian besar di antaranya, terutama yang berangkat dari Jakarta, menggunakan kendaraan pribadi.

Meski mudik adalah tradisi yang terjadi tiap tahun, di luar situasi pandemi Covid-19, kepadatan dan kemacetan lalu lintas tetap terjadi di jalur-jalur utama mudik.

Baca juga: Mudik, Pulang untuk Maaf yang Tak Selalu Terkatakan

Salah satu gambarannya, kebijakan satu arah tol Jakarta-Cikampek diperpanjang, untuk meminimalkan kemacetan akibat kepadatan arus mudik. Sedianya, kebijakan ini berlaku hingga Rabu pukul 24.00 WIB, tetapi diperpanjang setidaknya sampai Kamis pukul 12.00 WIB.

"Enggak apa-apa, setahun sekali ini juga (bermacet-macet mudik)," kata Sigit, salah satu pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah, saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (19/4/2023) malam.

Baca juga: Pak, Bu, Maaf Anakmu Pulang Cuma Bawa Khong Guan, Belum Bisa Bawa Menantu Idaman

Pemberitaan dari waktu ke waktu terkait mudik 2023 di Kompas.com dapat disimak di liputan khusus Mudik Lebaran 2023, yang bisa diakses di sini.

Bagi yang berencana berwisata sembari mudik, tersedia pula liputan khusus Destinasi Wisata di Jalur Mudik 2023 di Kompas.com, yang bisa diakses di sini.

Gerhana matahari hibrida

Foto fenomena gerhana matahari hibrida pada 3 November 2013 yang diambil di Arbil, Irak. Saat itu, gerhana matahari hibrid juga dapat dilihat antara lain di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, dengan sebagian melihat gerhana matahari total dan sebagian yang lain melihat gerhana matahari parsial, tergantung lokasi dan posisi bulan yang menutupi matahari. FP/SAFIN HAMED Foto fenomena gerhana matahari hibrida pada 3 November 2013 yang diambil di Arbil, Irak. Saat itu, gerhana matahari hibrid juga dapat dilihat antara lain di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, dengan sebagian melihat gerhana matahari total dan sebagian yang lain melihat gerhana matahari parsial, tergantung lokasi dan posisi bulan yang menutupi matahari.

Mudik 2023 menjadi semakin istimewa tersebab salah satu puncak mudik pada Kamis (20/4/2023) berbarengan dengan gerhana matahari hibrida yang antara lain melintasi Indonesia. Ini adalah fenomena yang disebut baru akan terulang lagi pada 2049 dan abad ke-23. 

Baca juga: 5 Hal yang Perlu diketahui soal Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023

Gerhana matahari hibrida merupakan fenomena yang pada satu waktu yang sama menyajikan gerhana matahari total di sejumlah wilayah dan gerhana matahari sebagian di sejumlah wilayah yang lain.

Sebelumnya, gerhana matahari hibrida terjadi pada 3 November 2013, meski tak menyambangi Indonesia.

Baca juga: Jadwal, Lokasi, dan Link Live Streaming Gerhana Matahari 20 April 2023

Untuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana matahari total, siang hari akan gelap karena matahari sepenuhnya tertutup bulan. Adapun wilayah yang menyaksikan gerhana matahari sebagian, hari akan menjadi temaram tetapi masih ada sepotong matahari terlihat.

Pemberitaan Kompas.com atas fenomena gerhana matahari hibrida pada Kamis (20/4/2023) yang berbarengan dengan puncak arus mudik 2023 dapat diikuti lewat kumpulan berita menggunakan tagging gerhana matahari, yang dapat diakses di sini.

Baca juga: Bagaimana Proses Terjadinya Gerhana Matahari Hibrida?

Bagi pemudik yang beruntung, bisa jadi perjalanan yang dilalui sekaligus menjadikannya saksi fenomena alam yang boleh dibilang langka ini.

Selamat mudik bagi yang punya kampung halaman dan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakannya. Semoga mudik dan lebaran memberikan pula makna istimewa, seistimewa fenomena gerhana matahari hibrida.

Baca juga: Pada Ramadhan dan Lebaran 2023, Ekonomi Indonesia Berharap...

Naskah: KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Soal Kemungkinan Gabung Koalisi Prabowo, Cak Imin: Kita Lihat pada 20 Oktober

Soal Kemungkinan Gabung Koalisi Prabowo, Cak Imin: Kita Lihat pada 20 Oktober

Nasional
Kementerian PPPA Akan Dampingi Anak Korban Mutilasi di Ciamis

Kementerian PPPA Akan Dampingi Anak Korban Mutilasi di Ciamis

Nasional
'Orang Toxic Jangan Masuk Pemerintahan, Bahaya'

"Orang Toxic Jangan Masuk Pemerintahan, Bahaya"

Nasional
Prabowo Perlu Waktu untuk Bertemu, PKS Ingatkan Silaturahmi Politik Penting bagi Demokrasi

Prabowo Perlu Waktu untuk Bertemu, PKS Ingatkan Silaturahmi Politik Penting bagi Demokrasi

Nasional
Soal Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Bukan Cuma Harapan Pak Luhut

Soal Tak Bawa Orang “Toxic” ke Pemerintahan, Cak Imin: Bukan Cuma Harapan Pak Luhut

Nasional
Halal Bihalal Akabri 1971-1975, Prabowo Kenang Digembleng Senior

Halal Bihalal Akabri 1971-1975, Prabowo Kenang Digembleng Senior

Nasional
Anggap “Presidential Club” Positif, Cak Imin:  Waktunya Lupakan Perbedaan dan Konflik

Anggap “Presidential Club” Positif, Cak Imin: Waktunya Lupakan Perbedaan dan Konflik

Nasional
Anggap Positif “Presidential Club” yang Ingin Dibentuk Prabowo, Cak Imin: Pemerintah Bisa Lebih Produktif

Anggap Positif “Presidential Club” yang Ingin Dibentuk Prabowo, Cak Imin: Pemerintah Bisa Lebih Produktif

Nasional
Jokowi Gowes Sepeda Kayu di CFD Jakarta, Warga Kaget dan Minta 'Selfie'

Jokowi Gowes Sepeda Kayu di CFD Jakarta, Warga Kaget dan Minta "Selfie"

Nasional
Ketidakharmonisan Hubungan Presiden Terdahulu jadi Tantangan Prabowo Wujudkan 'Presidential Club'

Ketidakharmonisan Hubungan Presiden Terdahulu jadi Tantangan Prabowo Wujudkan "Presidential Club"

Nasional
Bela Jokowi, Projo: PDI-P Baperan Ketika Kalah, Cerminan Ketidakdewasaan Berpolitik

Bela Jokowi, Projo: PDI-P Baperan Ketika Kalah, Cerminan Ketidakdewasaan Berpolitik

Nasional
Cek Lokasi Lahan Relokasi Pengungsi Gunung Ruang, AHY: Mau Pastikan Statusnya 'Clean and Clear'

Cek Lokasi Lahan Relokasi Pengungsi Gunung Ruang, AHY: Mau Pastikan Statusnya "Clean and Clear"

Nasional
Di Forum Literasi Demokrasi, Kemenkominfo Ajak Generasi Muda untuk Kolaborasi demi Majukan Tanah Papua

Di Forum Literasi Demokrasi, Kemenkominfo Ajak Generasi Muda untuk Kolaborasi demi Majukan Tanah Papua

Nasional
Pengamat Anggap Sulit Persatukan Megawati dengan SBY dan Jokowi meski Ada 'Presidential Club'

Pengamat Anggap Sulit Persatukan Megawati dengan SBY dan Jokowi meski Ada "Presidential Club"

Nasional
Budi Pekerti, Pintu Masuk Pembenahan Etika Berbangsa

Budi Pekerti, Pintu Masuk Pembenahan Etika Berbangsa

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com