Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 21:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan tinggi umat Katolik di Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo, membacakan catatan cendekiawan muslim Quraish Shihab yang menjadi saksi pertemuan penandatanganan Deklarasi Abu Dhabi.

Deklarasi Abu Dhabi merupakan momen bersejarah yang dihadiri tokoh berbagai agama, termasuk Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Dr Ahmed Al-Tayyeb di Uni Emirat Arab.

Mereka menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan pada Februari 2019 lalu.

Ignatius mengatakan, dalam catatannya, Quraish Shihab menuliskan penuturan Ahmed Al-Tayyeb saat ia diundang ke rumah Sang Paus.

Baca juga: Di Abu Dhabi, Paus dan Imam Besar Al Azhar Tanda Tangani Dokumen Persaudaraan Manusia

“Imam Besar Al Azhar berkata begini, saya diundang oleh sahabat dan saudara saya Fransiskus ke rumah beliau yang dipenuhi keramahtamahan untuk bersantap bersama,” kata Ignatius membacakan catatan Quraish Shihab dalam Seminar Nasional Abu Dhabi 2023 yang disiarkan di YouTube Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Rabu (25/1/2023).

Saat mereka bersantap, seorang hadirin yang masih berusia muda menyampaikan harapan dan idenya tentang persaudaraan kemanusaiaan.

Usulan tersebut kemudian disambut oleh Paus dan didukung kuat oleh Ahmed Al-Tayyeb.

Ahmed Al-Tayyeb, kata Ignatius, kemudian mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa kali dialog dan pengamatan terhadap situasi dan kondisi dunia saat ini.

Menurutnya, keadaan dunia ditandai penderitaan akibat pembunuhan, nestapa fakir, miskin, janda, anak-anak yatim, serta orang-orang teraniaya dan mereka yang hidup dalam perasaan takut, hingga terpaksa meninggalkan kampung halaman berikut keluarganya.

Baca juga: Dokumen yang Disepakati Paus dan Imam Besar Al-Azhar Relevan untuk Indonesia

“Setelah memperhatikan semua itu maka lahirlah pertanyaan, apakah yang dapat dipersembahkan oleh agama-agama untuk menjadi pelampung demi keselamatan mereka?” kata Ignatius mengutip Ahmed Al-Tayyeb.

Ahmed Al-Tayyeb merasa risau dengan apa yang melanda umat manusia di bumi. Menurutnya, Paus Fransiskus juga merasakan kegundahan yang sama.

Ia disebut merasakan penderitaan akibat kesulitan yang dialami umat manusia, apapun perbedaan mereka.

“Kami berdua merasakan tugas besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” kata Ahmed Al-Tayyeb sebagaimana dikutip Ignatius.

Lebih lanjut, kata Ignatius, keresahan Ahmed Al-Tayyeb ditanggapi oleh Paus Fransiskus.

Baca juga: Imam Besar Al Azhar Temui Paus Fransiskus, Pulihkan Hubungan Baik

Paus Fransiskus mengatakan, persaudaraan kemanusiaan tercermin dengan jelas dalam lambang pertemuan Abu Dhabi.

Berbentuk burung merpati yang terbang dengan dua sayap, sementara di paruhnya terdapat ranting pohon zaitun.

Menurut Paus Fransiskus, kedua sayap itu mutlak diperlukan. Satu sayap melambangkan keadilan sementara lainnya melambangkan pendidikan.

Setelah itu, Fransiskus memberikan pesan yang selalu disampaikan pada 1 Januari.

“Yang satu bicara mengenai pendidikan sebagai syarat perdamaian dan yang kedua adalah keadilan sebagai syarat perdamaian,” ujar Fransiskus sebagaimana dikutip Ignatius.

Baca juga: 9 Tokoh Lintas Agama Tandatangani Deklarasi Atma Jaya, Penyelesaian Konflik Sosial dengan Cara-cara Damai

Lebih lanjut, Ignatius mengatakan, pertemuan bersejarah itu tidak hanya dihadiri oleh tokoh agama Katolik dan Islam. Sejumlah tokoh agama lainnya juga menghadiri pertemuan tersebut.

Selain itu, dalam Dokumen Abu Dhabi juga disebutkan alamat dokumen tersebut adalah umat beragama seluruh dunia dan lembaga-lembaga keagamaan.

Ignatius mengatakan, dokumen tersebut memang membicarakan persoalan global.

Namun, masyarakat yang diundang dalam forum seminar nasional di Atma Jaya diminta untuk menerjemahkan gagasan global tersebut menjadi gerakan bersama.

“Imam Besar Al Azhar mengajukan pertanyaan, apakah yang dapat dipersembahkan oleh agama-agama untuk menjadi pelampung keselamatan mereka?” ujar Ignatius.

Baca juga: Ini Alasan Jokowi Terima Penghargaan Perdamaian Internasional dari Abu Dhabi

“Kita juga diharapkan mengajukan pertanyaan, apa yang harus kita lakukan agar lingkungan hidup kita semakin bersaudara?” tuturnya.

Sebagai informasi, dalam forum Deklarasi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab itu, Paus Fransiskus menyatakan bahwa kekerasan dan kebencian yang mengatasnamakan Tuhan tidak bisa dibenarkan.

Sementara, Imam Besar Al Azhar Ahmed Al-Tayyeb mengingatkan umat Islam agar melindungi komunitas Kristen di Timur Tengah dan umat Islam di negara Barat agar bisa hidup berdampingan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Jebloskan Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia ke Lapas Sukamiskin

KPK Jebloskan Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia ke Lapas Sukamiskin

Nasional
Kecewanya Baiquni Wibowo, Sebut Tak Punya Utang Budi ke Ferdy Sambo dan Tidak Berniat Tanam Budi

Kecewanya Baiquni Wibowo, Sebut Tak Punya Utang Budi ke Ferdy Sambo dan Tidak Berniat Tanam Budi

Nasional
Nasdem Tampik Surya Paloh Ngotot Ingin Bertemu Megawati

Nasdem Tampik Surya Paloh Ngotot Ingin Bertemu Megawati

Nasional
Nasdem Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G di Kominfo

Nasdem Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi BTS 4G di Kominfo

Nasional
[POPULER NASIONAL] Menkes soal Kasus Diabetes Anak Naik | Bawahan Sambo Bongkar Budaya Sulit Perintah Atasan di Polri

[POPULER NASIONAL] Menkes soal Kasus Diabetes Anak Naik | Bawahan Sambo Bongkar Budaya Sulit Perintah Atasan di Polri

Nasional
Cara Mengubah Data di KTP Elektronik

Cara Mengubah Data di KTP Elektronik

Nasional
Cara Memperbaiki KTP-el yang Salah Data

Cara Memperbaiki KTP-el yang Salah Data

Nasional
Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Nasional
Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Nasional
Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Nasional
Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Nasional
KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

Nasional
Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya 'PR'

Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya "PR"

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.