Dokumen yang Disepakati Paus dan Imam Besar Al-Azhar Relevan untuk Indonesia

Kompas.com - 07/02/2019, 16:56 WIB
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang di Kompleks Parlemen, Kamis (31/1/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang di Kompleks Parlemen, Kamis (31/1/2019).
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia Tuan Guru Bajang ( TGB) Zainul Majdi mengatakan Dokumen Perdamaian Manusia Universal juga menjadi milestone hubungan antara agama Islam dan Kristen di Indonesia.

Dokumen tersebut telah ditandatangani oleh Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyib dalam pertemuan lintas agama di Masjid Founder’s Memorial di Abu Dhabi.

"Dokumen itu bisa menjadi basis untuk kita membangun dan mengokohkan pola interaksi sosial yang baik dan saling menghormati sebagaimana yang ada di Indonesia," ujar TGB di Posko Cemara, Kamis (7/2/2019).

Deklarasi yang disebut "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan" itu berupaya mendorong untuk hubungan yang lebih kuat antara umat manusia.


Selain itu juga mempromosikan kepada hidup berdampingan antara umat beragama untuk melawan ekstremisme dan dampak negatifnya.

Baca juga: Di Abu Dhabi, Paus dan Imam Besar Al Azhar Tanda Tangani Dokumen Persaudaraan Manusia

TGB mengatakan dokumen tersebut mencerminkan pola interaksi umat beragama di Indonesia. Dia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persaudaraan umat beragama.

"Kalau kita ingin bumi ini lebih berkah untuk kita semua, mari kita bangun hubungan antar kita, antar bangsa, antar agama yang berbasis pada saling penghormatan dan pembelaan kepada yang terindas. Jadi saya pikir itu sangat relevan untuk kita semua," kata dia.

Dokumen Perdamaian Manusia Universal salah satunya berisi tentang ajakan agar tidak membawa nama Tuhan dan agama untuk kepentingan pribadi atau kelompok. TGB mengatakan alumni Al-Azhar di Indonesia sudah menyerukan hal ini di lingkungan mereka masing-masing.

"Bahwa jangan kita menzolimi agama, kebenaran, hanya untuk kepentingan politik jangka pendek. Karena isu agama itu sangat sensitif dan kita punya kewajiban untuk sama-sama menjaga kerukunan persaudaraan," kata TGB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insan Pers Tolak Pemerintah Ikut Campuri Dunia Pers Lewat Omnibus Law

Insan Pers Tolak Pemerintah Ikut Campuri Dunia Pers Lewat Omnibus Law

Nasional
Presiden Bisa Ubah UU, Syarief Hasan Ingatkan 'Itu Hak Legislasi DPR'

Presiden Bisa Ubah UU, Syarief Hasan Ingatkan "Itu Hak Legislasi DPR"

Nasional
Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

Nasional
Syarief Hasan Sebut Pembahasan Wacana GBHN Tak Melebar, Ini Jaminannya

Syarief Hasan Sebut Pembahasan Wacana GBHN Tak Melebar, Ini Jaminannya

Nasional
Dapat Rp 30 Miliar dari DKI, Bima Arya Apresiasi Anies Baswedan

Dapat Rp 30 Miliar dari DKI, Bima Arya Apresiasi Anies Baswedan

Nasional
Said Iqbal Sebut Menko Perekonomian Catut Nama KSPI

Said Iqbal Sebut Menko Perekonomian Catut Nama KSPI

Nasional
Jadwal Pelaksanaan Kongres Demokrat 2020 Bisa Berubah Jika...

Jadwal Pelaksanaan Kongres Demokrat 2020 Bisa Berubah Jika...

Nasional
Syarief Hasan: Proses Pengambilan Keputusan soal GBHN Masih Panjang

Syarief Hasan: Proses Pengambilan Keputusan soal GBHN Masih Panjang

Nasional
Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

Nasional
Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Nilai Ahok Paling Berhasil Tangani Banjir Jakarta

Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Nilai Ahok Paling Berhasil Tangani Banjir Jakarta

Nasional
Masih Percaya Parpol, KSPI Minta DPR Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Masih Percaya Parpol, KSPI Minta DPR Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja

Nasional
Selain Demo Besar-besaran, KSPI Akan Tempuh Langkah Hukum Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Selain Demo Besar-besaran, KSPI Akan Tempuh Langkah Hukum Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Nasional
Pakar Minta Wacana Menghidupkan GBHN Dikaji Lagi, Ini Alasannya...

Pakar Minta Wacana Menghidupkan GBHN Dikaji Lagi, Ini Alasannya...

Nasional
Survei Indo Barometer: Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik

Survei Indo Barometer: Prabowo Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik

Nasional
Sasar Ketum Demokrat, AHY Rajin Kunjungi Konsolidasi Daerah

Sasar Ketum Demokrat, AHY Rajin Kunjungi Konsolidasi Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X