Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Misteri Pistol Glock Dipakai Ferdy Sambo buat Tembak Brigadir J

Kompas.com - 02/12/2022, 10:23 WIB
Aryo Putranto Saptohutomo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan sebuah senjata api Glock yang diduga digunakan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo buat turut menghabisi Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) pada 8 Juli 2022 belum diketahui.

Penggunaan senjata api Glock oleh Sambo buat menghabisi Yosua diungkap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) di dalam persidangan terdakwa Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma'ruf, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Dalam persidangan itu, Richard menyampaikan Yosua jatuh dan tertelungkup setelah dia melepaskan 3 atau 4 tembakan karena diperintah Sambo.

Menurut surat dakwaan, Richard menggunakan senjata api Glock-17 dengan nomor seri MPY851 saat menembak Yosua.

Baca juga: Hakim Soroti CCTV yang Perlihatkan Kodir ART Ferdy Sambo Mondar-mandir Usai Penembakan Brigadir J

Dalam ingatan Richard, saat itu tertelungkup itu Yosua masih mengerang dan sekarat. Kemudian Ferdy Sambo melepaskan sebuah tembakan yang diperkirakan membuat sang ajudan tewas di tempat.

Richard kemudian membeberkan jenis senjata api yang digunakan oleh Sambo ketika menembak Yosua setelah ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa.

"Apa senjata yang digunakan FS saat menembak Yosua?" tanya Hakim Wahyu.

"Itu pada saat dia maju pertama setahu saya Glock, Yang Mulia. Kelihatan Glock, Yang Mulia," kata Richard seperti dikutip dari tayangan Kompas TV.

Baca juga: Ahli Digital Forensik Ungkap Perangkat DVR CCTV di Rumah Dinas Sambo Dimatikan Paksa 26 Kali

Akan tetapi, Richard tidak mengetahui keberadaan pistol Glock yang digunakan oleh Sambo.

"Tapi, tidak ada sampai sekarang Glock itu, Yang Mulia. Saya tidak tahu Glock itu di mana," ucap Richard.

Menurut Richard, Sambo belum memegang senjata api saat memerintahkannya untuk menembak Yosua.

Rumah dinas Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Rumah itu diduga menjadi tempat Brigadir J tewas setelah diduga terlibat aksi saling tembak dengan Bharada E. Foto diambil pada Minggu (24/7/2022). KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Rumah dinas Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Rumah itu diduga menjadi tempat Brigadir J tewas setelah diduga terlibat aksi saling tembak dengan Bharada E. Foto diambil pada Minggu (24/7/2022).
Setelah Yosua tertelungkup, kata Richard, dia baru melihat Sambo memegang sebuah senjata api.

Baca juga: Pengacara Sambo Bantah Ada Perempuan Nangis di Rumah Jalan Bangka

"Dia ambil senjata dari mana?" tanya Hakim Wahyu.

"Antara pinggang atau kantong, saya sudah tidak perhatikan lagi, Yang Mulia," ujar Richard.

Lantas Hakim Wahyu kembali menanyakan apakah Richard betul-betul melihat Ferdy Sambo menggunakan senjata api Glock saat menembak Yosua.

Halaman:


Terkini Lainnya

Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 16 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Pengamat Sebut Penyebutan KKB Jadi OPM Langkah Maju dari Pemerintah

Nasional
Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Cerita Samsuri Bandingkan Fasilitas Kereta Api Dulu dan Sekarang, bagai Langit dan Bumi

Nasional
Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, 'Safety Car' Bakal Kawal Pemudik

Buntut Kecelakaan Maut di Jalur Contraflow Tol Cikampek, "Safety Car" Bakal Kawal Pemudik

Nasional
Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Pertemuan Jokowi dan Megawati Tak Usah Ditambahi Syarat Politis

Nasional
Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Dipastikan, Tak Ada WNI Jadi Korban Penusukan di Bondi Junction, Sydney

Nasional
Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Akhir Pekan di Sumut, Jokowi Belanja Jeruk, Mangga, hingga Salak

Nasional
OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

OPM Ajukan Syarat Pembebasan Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens

Nasional
Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Tampilkan Lagi Pilot Susi Air dalam Video, OPM Minta Bom Dihentikan

Nasional
Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Beri Izin ASN untuk WFH 16-17 April

Nasional
Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Menteri Anas: WFH ASN Maksimal 50 Persen pada 16-17 April, Pelayanan Publik Wajib WFO 100 Persen

Nasional
Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Mensos Risma Paparkan Program PENA untuk Penerima Bansos dan Penyandang Disabilitas kepada Direktur OECD

Nasional
Menlu Retno: Banyak Tekanan agar RI Mulai Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menlu Retno: Banyak Tekanan agar RI Mulai Normalisasi Hubungan dengan Israel

Nasional
Sebut RI Tak Menutup Diri Normalisasi Diplomatik dengan Israel, Menlu: Syaratnya 'Two State Solution'

Sebut RI Tak Menutup Diri Normalisasi Diplomatik dengan Israel, Menlu: Syaratnya "Two State Solution"

Nasional
Menhub Targetkan Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo di Solo Rampung Agustus 2024

Menhub Targetkan Pembangunan Rel Layang Simpang Joglo di Solo Rampung Agustus 2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com