Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Pertama KTT G20: Salam Hormat Biden, Jamuan Makan Malam hingga Megawati-SBY Duduk Satu Meja

Kompas.com - 16/11/2022, 07:50 WIB

BALI, KOMPAS.com - Pelaksanaan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (14/11/2022).

Jokowi membuka pertemuan itu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tiba di lokasi acara yang berada di Candi Ballroom, Hotel Apurva Kempinski, Bali.

"Hari ini saya nyatakan KTT G20 dibuka," ujar Jokowi yang langsung disusul dengan pemulukan palu sebanyak empat kali.

"Selamat datang di Bali, selamat datang di Indonesia," lanjut Jokowi kepada para tamu.

Baca juga: Prabowo Unjuk Keakrabannya dengan Presiden Perancis saat Dampingi Jokowi di Bali

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan, butuh waktu dan upaya luar biasa dari semua pihak untuk bisa duduk bersama di KTT G20.

Jokowi pun mengingatkan bahwa dunia saat ini masih dalam kondisi krisis.

"Dunia sedang menghadapi krisis demi krisis dan ada dampak ketahanan pangan dan energi," tambah Jokowi.

Biden beri hormat ke Jokowi

Sebelum seluruh peserta KTT berkumpul di Candi Ballroom, Presiden Jokowi terlebih dulu melakukan penyambutan secara resmi.

Presiden menyambut peserta KTT di lobi Hotel Apurva Kempinski dengan sapaan langsung dan jabat tangan.

Selain itu, ada sesi foto bersama yang dilakukan Jokowi dengan para kepala negara G20 dan tamu undangan.

Baca juga: Biden Tak Ikut Gala Dinner KTT G20, Pejabat AS Ungkap Alasannya

Adapun para tamu yang hadir antara lain Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dan Muhammad Sulaiman Al Jasser selaku Presiden Islamic Development Bank (ISBD).

Kemudian, Menlu Brasil Carlos Alberto Franca, PM Singapura hingga Utusan Khusus Perdana Menteri Fiji Ratu Inoke Kubuabola.

Selanjutnya, ada Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Long, PM Belanda Mark Rutte, Presiden Rwanda Paul Kagame, Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen, Presiden European Council Charles Michael, dan PM Inggris Rishi Sunak.

Lalu, PM Kanada Justin Trudeau, PM Jepang Fumio Kishida, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, PM Australia Anthony Albanese, Sekjen PBB Antonio Guterrez, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Korea Selatan Yon Suk Yeol.

Serta, Presiden Argentina Alberto Fernadez, Menlu Rusia Sergey Lavrov, PM India Narendra Modi, Presiden UEA Muhammad bin Zayed Al Nahyan, PM Italia Giorgia Meloni, Presiden Perancis Emmanuel Macron Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Baca juga: Di Sela KTT G20, Macron dan Jokowi Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Proyek Alutsista Pertahanan

Presiden Biden yang datang paling akhir di antara para tamu terpantau sempat tampak memberikan hormat untuk Presiden Jokowi

Biden datang tepat pada pukul 10.00 WITA.

Usai turun dari mobilnya, Presiden Biden segera disambut pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Selanjutnya, Biden berjalan menyusuri lorong sebelum akhirnya tiba di Lobi The Apurva Kempinski.

Sejak turun dari mobilnya, Presiden Biden tampak sering tersenyum.

Selama berjalan di koridor pun senyum tipis terus tersungging di wajahnya.

Biden pun melambaikan tangannya kepada awak media yang memotret kedatangannya.

Setelah tiba di lobi, Presiden Biden tampak berlari-lari kecil menghampiri Presiden Jokowi yang telah menyambutnya.

Sambil menghampiri Jokowi, Biden tampak memberi tanda hormat di kepala dengan menggunakan tangan kanannya.

Presiden AS Joe Biden beri salam hormat kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di The Apurva Kempinski, Bali, untuk menghadiri KTT G0 pada Selasa (15/11/2022).dok.Sekretariat Presiden Presiden AS Joe Biden beri salam hormat kepada Presiden Joko Widodo saat tiba di The Apurva Kempinski, Bali, untuk menghadiri KTT G0 pada Selasa (15/11/2022).

Kedua presiden itu pun bersalaman dan saling menyapa.

Jokowi tampak senang melihat kedatangan Biden.

Setelah sesi foto bersama, keduanya lantas berjalan memasuki Candi Hall yang merupakan tempat pertemuan KTT G20.

Keduanya diiringi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sementara mereka sedang berjalan, tampak pada kepala negara anggota G20 sedang berada di ruangan KTT.

Baca juga: Jokowi Suguhkan Ragam Kuliner Nusantara Saat Jamuan Makan KTT G20

Mereka mayoritas sedang berdiri saat menanti Kepala Negara AS itu memasuki ruangan.

Tampak Kanselir Jerman Olaf Scholz sedang melihat-lihat hanphone miliknya sambil berjalan-jalan kecil.

Sementara itu, PM Kanada Justin Trudeau juga memeriksa handphone sambil sesekali melihat ke arah pintu masuk untuk memastikan kedatangan Joe Biden.

Ada pula PM Belanda Mark Rutte sibuk merapikan sejumlah dokumen dan peralatan di atas mejanya.

PM Rutte juga tampak berusaha membuat mejanya terlihat rapi dan bersih.

Tak lama kemudian, Presiden Jokowi dan Presiden Biden memasuki ruangan KTT.

Presiden Biden sempat tersenyum bertepuk tangan kecil menyaksikan rekan-rekan kepala negaranya sudah siap di meja masing-masing.

Pesan akhiri perang

Saat berpidato pada Sesi I KTT G20 Presiden Jokowi menegaskan bahwa paradigma dan semangat kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia.

Menurut Presiden dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa akibat berbagai krisis, mulai dari pandemi Covid-19, rivalitas yang menajam, hingga perang yang terjadi.

Berbagai krisis itu berdampak terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan yang sangat dirasakan dunia, terutama negara berkembang.

"Kita tidak punya pilihan lain. Paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Kita semua memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk masyarakat kita, tetapi juga untuk semua orang di dunia," ujar Jokowi.

Baca juga: Berharap Presidensi G20 Indonesia Atasi Krisis Geopolitik Global

Dia menegaskan bahwa bertanggung jawab berarti menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB secara konsisten. Bertanggung jawab juga berarti menciptakan situasi win-win, bukan zero-sum.

"Bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan mendatang," jelas Jokowi.

"Kita seharusnya tidak membagi dunia menjadi beberapa bagian. Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya," tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyebutkan Indonesia memiliki 17.000 pulau, 1.300 suku bangsa, serta lebih dari 700 bahasa daerah.

Demokrasi di Indonesia berjalan dari pemilihan kepala desa pada tataran tingkat desa hingga ke pemilihan presiden.

Baca juga: Ganjil Genap di KTT G20 Bali Bersifat Fleksibel

Untuk itu, Presiden mendorong agar G20 memiliki semangat dialog yang sama untuk menjembatani perbedaan.

"Sebagai negara demokrasi, Indonesia sangat menyadari pentingnya dialog untuk mempertemukan perbedaan, dan semangat yang sama harus ditunjukkan G20," tambah Jokowi.

Jangan ulangi kesalahan pandemi

Pada KTT Sesi II, kepala negara G20 membahas isu-isu kesehatan. Presiden Jokowi kembali memberikan pidato pengantar.

Presiden mengatakan, dunia tidak boleh lengah meski kini makin pulih dari pandemi Covid-19.

Pasalnya, darurat kesehatan berikutnya dapat muncul kapan saja. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mendorong G20 untuk mengambil langkah nyata dan segera agar dunia lebih siap sehingga bisa menyelamatkan nyawa dan ekonomi dunia.

"G20 harus mengambil langkah nyata dan segera. Pertama, arsitektur kesehatan global harus diperkuat. Kita perlu WHO yang lebih kuat dan bertaring. Solidaritas dan keadilan harus jadi roh arsitektur kesehatan global," ujar Jokowi.

Terkait hal tersebut, G20 telah berhasil membentuk pandemic fund.

Menurut Presiden, inisiatif tersebut harus diikuti penambahan kontribusi pendanaan agar berfungsi secara optimal.

"Saya mengajak semua pihak berkontribusi, Indonesia telah memberikan komitmen 50 juta dollar. G20 juga harus ikut mengawal proses pembentukan Traktat Pandemi. Ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nasional, kawasan, dan global," jelas Jokowi.

Baca juga: Macron Serukan Pembahasan Rudal Rusia Hantam Polandia di KTT G20

Kedua, Presiden mendorong agar negara berkembang diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Menurutnya, kesenjangan kapasitas kesehatan tidak dapat dibiarkan dan negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan.

Negara berkembang juga harus menjadi bagian rantai pasok kesehatan global, termasuk pusat manufaktur dan riset.

"Ini hanya bisa terjadi jika investasi industri kesehatan ditingkatkan, kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat, dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas," kata Jokowi.

Selain itu, TRIPS Waiver harus diperluas pada semua solusi kesehatan termasuk diagnostik dan terapeutik. WHO juga harus merealisasikan komitmennya terkait _hubs_ dan _spokes_ solusi kesehatan," lanjut kepala negara.

Presiden pun menegaskan bahwa dunia tidak boleh mengulang kesalahan saat pandemi Covid-19.

Menurutnya, pandemi Covid-19 adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global.

"Never again harus menjadi mantra kita bersama. Saya menantikan pandangan dan kontribusi Yang Mulia bagi penguatan arsitektur kesehatan dunia," ujarnya.

Sama halnya dengan KTT Sesi I, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju tampak mendampingi Jokowi di KTT Sesi II.

Mereka yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Jamuan makanan Nusantara

Pelaksanaan KTT G20 juga diwarnai dengan jamuan makan siang dan makan malam.

Pada Selasa siang, Presiden Jokowi juga menjamu para kepala negara G20 dan undangan di Bamboo Dome, Apurva Kempinski, Nusa Dua.

Indonesia sebagai tuan rumah menyajikan menu Nusantara termasuk berbagai macam menu untuk vegetarian.

Bagi yang non-vegetarian menu pembuka disajikan selada udang Bangka, cumi bumbu rujak, dan sate pusut Mandalika.

Untuk menu utama tersedia panggang ikan barramundi bumbu Bali, terik sirloin wagyu dan nasi ungu urap sayur yang mewakili Sumatera, Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara Barat.

Makanan utama ini didampingi emping Yogya dan kerupuk udang sedangkan untuk makanan penutup berupa puding Nangka dan kelapa muda disiram gula palem.

Untuk vegetarian menu pembuka terdiri dari selada tahu Bangka, bunga labu bumbu rujak dan sate pusut nangka Mandalika sedangkan menu utama berupa labu panggang bumbu Bali, terik tempe bacem dan nasi ungu urap sayur juga emping Yogya yang renyah.

Juga sebagai makanan penutup sama dengan menu non-vegetarian.

Acara makan siang terlihat santai semua delegasi melepaskan jas hanya dengan kemeja putih kemudian suasana bertambah hangat Ketika Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada Presiden Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dilanjutkan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino untuk memberikan pernyataan terkait perkembangan dunia olah raga.

“Sport adalah bagian penting dari hidup kita, tidak hanya hidup kita sehat tapi juga hidup kita lebih Bahagia,” demikian alasan Presiden Jokowi mengundang kedua tokoh olah raga ini.

Baca juga: Jokowi Suguhkan Ragam Kuliner Nusantara Saat Jamuan Makan KTT G20

Dalam pernyataannya Gianni dan Thomas sepakat bahwa olah raga termasuk sepak bola mampu menyatukan dunia dan damai antar negara.

Malam harinya, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo menjamu santap malam para pemimpin negara-negara G20, organisasi internasional, dan undangan lainnya di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Park.

Presiden dan Ibu Iriana yang tampak serasi menggunakan pakaian adat Bali, tiba di GWK sekitar pukul 19.00 WITA.

Presiden dan Ibu Iriana kemudian menyambut kedatangan para tamu seraya berfoto bersama dengan latar Patung Garuda Wisnu Kencana.

Presiden selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin negara G20 serta lembaga internasional di GWK.

"Para pemimpin negara-negara G20, undangan, organisasi internasional, hadirin sekalian, terima kasih atas kehadirannya di Garuda Wisnu Kencana," ucap Presiden dalam sambutannya sebelum memulai jamuan santap malam.

Presiden juga sempat menjelaskan makna Patung Garuda Wisnu Kencana kepada para tamu undangan yang hadir.

Menurut Presiden, makna patung GWK selaras dengan tugas yang diemban para pemimpin terhadap dunia dan kemanusiaan.

"Dalam mitologi Bali, patung ini menggambarkan cinta, tanggung jawab, keberanian, dan pengabdian. Ini adalah tugas kita terhadap dunia dan kemanusiaan," tutur Presiden.

Presiden Jokowi kemudian mempersilakan para tamu undangan untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan dan berharap hidangan tersebut sesuai dengan selera para tamu undangan.

"Silakan menikmati hidangan yang telah kami siapkan untuk Anda. Saya harap tidak terlalu pedas untuk Yang Mulia," ucap Jokowi.

Pada santap malam KTT G20 kali ini, para undangan disuguhi beragam makanan dari berbagai daerah yaitu Bali, Jawa, Sulawesi Utara, Lampung, Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh.

Sebagai makanan pembuka (appetizer), para pemimpin G20 menikmati sajian "Aneka Ratna Mutumanikam" (diversity in one) yang terdiri atas mangga, rumput laut, salad dengan bumbu rujak Bali, hingga perkedel jagung daging rajungan Manado.

Sementara itu, untuk menu utama (main course), para undangan disuguhi antara lain tenderloin sapi wagyu khas Lampung, rendang Padang, mousseline singkong dan kentang, asparagus dalam saus kunyit Bali, hingga puree terong balado.

Adapun untuk menu penutup (dessert), para undangan menikmati cokelat mousse Aceh, nasi tuille, beras ketan hitam dengan kelapa parut, dan coulis mangga.

Baca juga: Penampilan Pemimpin Dunia Pakai Batik Saat Makan Malam KTT G20, Putra Mahkota Arab Tetap Berjubah...

Selepas santap malam, para kepala delegasi dan tamu undangan kemudian disuguhi beragam penampilan budaya.

Lebih dari 200 penari menampilkan atraksi yang menggambarkan kekayaan dan keragaman warisan budaya bangsa Indonesia.

Penampilan bertajuk sama dengan tema G20 Indonesia, "Recover Together, Recover Stronger", tersebut terdiri atas empat babak yang menggambarkan situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Di balik kesulitan itu, juga terdapat peluang kuat untuk tumbuh lebih kuat dan tetap optimistis.

Penampilan budaya itu juga mengingatkan semua pihak untuk mulai berpegangan tangan bersama, hidup rukun, dan menyebarkan kebahagiaan.

Baca juga: Puncak Kepulangan Delegasi G20 Pada 16 November, Ini Persiapan Kemenhub Atur Penerbangan

Selain kepala negara anggota G20 dan tamu undangan mancanegara, jamuan makan malam juga dihadiri oleh para tokoh nasional.

Mereka yakni Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufida Jusuf Kalla, Mantan Wakil Pesiden Hamzah Haz dan Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Para tokoh nasional senior tersebut duduk satu meja dan sempat melakukan sesi foto bersama.

SBY sendiri juga sempat berbincang dengan sejumlah kepala negara G20, salah satunya dengan PM Singapura Lee Hsien Long.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.