Kompas.com - 11/08/2022, 19:20 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade meminta pemerintah membenahi basis data pangan dalam negeri.

Sebab, ada perbedaan pendapat antara dua menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo soal kenaikan harga mi instan.

“Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan koordinasi terkait data pangan,” kata Andre dalam keterangannya, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Selain itu, kata Andre, pemerintah mesti menyampaikan data soal pangan secara transparan.

“Agar rakyat tahu persis risiko yang dihadapi di tengah ancaman krisis pangan dunia,” ujar dia.

Adapun Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tak senada soal dugaan kenaikan harga mi instan.

Syahrul memprediksi harga mi instan bakal naik tiga kali lipat, imbas perang Rusia-Ukraina.

Sebaliknya, Zulhas menampik dugaan itu karena negara pemasok gandum seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat tidak mengalami gagal panen.

Andre mengkritik perbedaan perkataan kedua menteri tersebut. Menurut dia, publik bakal kebingungan untuk mencerna informasi tersebut.

“Jangan sampai pernyataan menteri yang satu berhantahan dengan menteri yang lain. Jangan buat bingung dan panik masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Ia menilai, para menteri mestinya punya data yang sama sebelum mengomentari masalah publik tertentu.

Perbedaan pandangan dapat menimbulkan anggapan tak ada rapat koordinasi antar-menteri untuk isu-isu yang berdampak besar pada hidup masyarakat.

“Kita minta menteri-menteri di bawah Pak Jokowi punya koordinasi yang berjalan baik. Sehingga suara yang keluar dari pemerintah itu satu,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.