Kompas.com - 11/08/2022, 18:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berasumsi bahwa sebagian besar kepala negara dan pemerintahan yang diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali bakal hadir, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa Zelensky akan datang ke KTT G20 jika Putin juga hadir di KTT tersebut.

"Keduanya merupakan presiden yang diundang oleh Presiden RI selaku presidensi G20," kata Faizasyah dalam press briefing, Kamis (11/8/2022).

"Dengan demikian sejauh ini kita belum mendengar katakanlah adanya pernyataan untuk tidak datang, jadi sebagian besar asumsi kita akan hadir di KTT G20 di Bali di bulan November yang akan datang," ujar dia.

Baca juga: Laporan Terbaru Amnesty International Buat Zelensky Geram

Namun, Faizasyah mengingatkan, rentang waktu dari Agustus hingga November masih cukup lama sehingga perkembangan pun bakal bersifat dinamis.

"Sehingga kita belum bisa secara 100 persen meyakini informasi yang saat sekarang berkembang di media menyangkut kepastian kehadiran kepala negara suatu negara," kata dia.

Lebih lanjut, Faizasyah mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan komitmen negara-negara undangan untuk hadir secara fisik di Bali pada November datang.

Menurut dia, jika Zelensky dan Putin benar bakal hadir di Bali, maka terbuka peluang bagi kedua negara maupun negara-negara lain untuk membahas konflik di Ukraina maupun isu-isu lainnya.

"Karena lazimnya seperti kita sama-sama ikuti, dalam brbagai event internasional, selain pembahasan mengenai core issues pertemuan multilateral tersebut, negara-negara juga melakuakn pertemuan secara terpisah untuk membicarakan berbagai isu bilateral mereka," ujar Faizasyah.

Baca juga: Zelensky dan Istri Berpose untuk Majalah Vogue kala Perang, Warganet Meradang

Diberitakan Tribunnews, Penasihat Kantor Kepresidenan Ukraina Mikhail Podolyak mengatakan, Zelensky akan menghadiri KTT G20 jika Putin juga datang.

"Presiden percaya dia harus berada di wilayah Ukraina," kata Podolyak dalam sebuah wawancara dengan layanan BBC Ukraina, seperti dikutip TASS.

"Tetapi, juka dia (Putin) akan hadir (di KTT), kita pasti harus memikirkan perlunya kehadiran kita," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laporkan Mamat Alkatiri ke Polisi, Hillary Brigitta: Dia Tiba-tiba Bully dan Memaki

Laporkan Mamat Alkatiri ke Polisi, Hillary Brigitta: Dia Tiba-tiba Bully dan Memaki

Nasional
Ini Kata Kemenkes Soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Ini Kata Kemenkes Soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Nasional
Mentan: Stok Beras RI Masih 10 Juta Ton

Mentan: Stok Beras RI Masih 10 Juta Ton

Nasional
Deklarasikan Dukungan ke Ganjar Setelah Pengumuman Pencapresan Anies, PSI: Kebetulan Saja

Deklarasikan Dukungan ke Ganjar Setelah Pengumuman Pencapresan Anies, PSI: Kebetulan Saja

Nasional
Dua Kader Mundur Setelah Nasdem Deklarasi Anies Capres, Waketum: Ini Seleksi Alam

Dua Kader Mundur Setelah Nasdem Deklarasi Anies Capres, Waketum: Ini Seleksi Alam

Nasional
PPP: Kami Ajak Demokrat Gabung KIB, Katanya Akan Diskusi Serius kalau Tawarannya Menarik

PPP: Kami Ajak Demokrat Gabung KIB, Katanya Akan Diskusi Serius kalau Tawarannya Menarik

Nasional
Gelar Rapat Paripurna, DPR Setujui 9 Calon Anggota Komnas HAM

Gelar Rapat Paripurna, DPR Setujui 9 Calon Anggota Komnas HAM

Nasional
Anies dan Ganjar Dideklarasikan Jadi Capres, Pengamat Yakin Ada 3 Poros pada Pilpres 2024

Anies dan Ganjar Dideklarasikan Jadi Capres, Pengamat Yakin Ada 3 Poros pada Pilpres 2024

Nasional
10.000 Petani dan Buruh Tani Tembakau di NTB Diikutkan Program BPJS Ketenagakerjaan

10.000 Petani dan Buruh Tani Tembakau di NTB Diikutkan Program BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
29 Aktivis, Pakar Hukum, dan Tokoh Publik Temui Mahfud MD, Ada Apa?

29 Aktivis, Pakar Hukum, dan Tokoh Publik Temui Mahfud MD, Ada Apa?

Nasional
Hakim Aswanto Dicopot DPR, Jokowi Didesak Tak Teken Keppres

Hakim Aswanto Dicopot DPR, Jokowi Didesak Tak Teken Keppres

Nasional
Kasus Hakim Agung, Mahfud Sebut Pailit Modus Baru Korupsi

Kasus Hakim Agung, Mahfud Sebut Pailit Modus Baru Korupsi

Nasional
Deklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres, PSI Tegaskan Tak Akan Dukung Anies Baswedan

Deklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres, PSI Tegaskan Tak Akan Dukung Anies Baswedan

Nasional
Siapkan Strategi untuk di Pengadilan, Pengacara Bharada E: Pastinya Nanti Ada Kejutan

Siapkan Strategi untuk di Pengadilan, Pengacara Bharada E: Pastinya Nanti Ada Kejutan

Nasional
DPR Dinilai Arogan Copot Hakim MK Sepihak, Didesak Batalkan Keputusan

DPR Dinilai Arogan Copot Hakim MK Sepihak, Didesak Batalkan Keputusan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.