Kompas.com - 03/08/2022, 16:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan, ada kemungkinan dampak inflasi yang perlu diwaspadai masyarakat pada 2023.

Dampak tersebut diperkirakan terjadi apabila harga komoditas barang-barang ekspor Indonesia turun.

"Tahun depan satu yang mesti diwaspadai, (harga) komoditas itu bakal turun. Berarti pendapatan negara akan turun (dari sisi ekspor). Berarti kalau subsidi kan enggak akan mampu. Berarti masyarakat harus menerima inflasi ya," ujar Aviliani usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Ini 3 Kunci untuk Membangkitkan Ekonomi Indonesia Versi Sandiaga Uno

"Ini tadi enggak diomongin (dengan presiden), tapi ini kira-kira dampaknya. Kalau masyarakat harus menanggung perang, ini belum akan selesai, harga-harga di satu sisi akan naik kan, itu berarti akan terjadi inflasi," kata dia.

Oleh karena itu, Aviliani menyarankan pemerintah melakukan sosialisasi agar kenaikan inflasi dan dampaknya bisa diterima masyarakat sehingga tidak terjadi konflik. 

"Yang ditakutkan di berbagai negara itu terjadi konflik karena inflasi dan daya beli yang turun. Oleh sebab itu mungkin tahun depan kalau kebijakan defisitnya masih bisa ditingkatkan, mungkin diarahkan kepada peningkatan daya beli. Ketika kompensasi BBM enggak ada, daya beli tetap bagus. Jadi bertahap," ujar dia. 

Ia juga menyampaikan, dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi hari ini, dibahas tiga hal.

Ketiga hal tersebut yakni pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi.

Baca juga: Indonesia Alami Inflasi Tertinggi sejak 2015, Apakah Bisa Resesi Lagi?

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono mengatakan, terkendalinya inflasi saat ini bukan karena terkontrolnya harga-harga komoditas, melainkan adanya intervensi pemerintah.

Adapun intervensi tersebut salah satunya pemberian subsidi.

“Intervensi itu dilakukan dalam bentuk penyaluran subsidi, terutama di sektor energi. Nilainya mencapai lima ratus triliun rupiah lebih. Ini yang saat ini benar-benar dijaga oleh pemerintah agar subsidi tidak jebol,” ujar Edy dilansir dari siaran pers KSP pada 28 Juli lalu.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, besarnya inflasi di Indonesia saat ini 4,35 persen.

Menurut dia, besaran inflasi itu masih terjaga.

“Tahun yang lalu kita tumbuh 3,69 (persen) dan kuartal pertama tahun ini Indonesia ekonominya masih tumbuh 5,01 persen year on year, inflasi juga bisa dijaga di 4,35 (persen). Kemudian defisit fiskal juga cukup baik, saya kira tahun ini akan jatuh di bawah 4,” ujar Jokowi.

Selain itu, kata Jokowi, Indonesia masih memiliki cadangan devisa sebesar 135 miliar dollar AS dan bisa untuk 6-7 bulan impor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Majelis Warga Deklarasi Dukung Anies Capres 2024

Majelis Warga Deklarasi Dukung Anies Capres 2024

Nasional
Mahfud Rekomendasikan Perombakan Divisi Propam Polri agar Tak “Abuse of Power”

Mahfud Rekomendasikan Perombakan Divisi Propam Polri agar Tak “Abuse of Power”

Nasional
Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar di Atas Prabowo dan Anies

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar di Atas Prabowo dan Anies

Nasional
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Pengamat: Pihak yang Bersalah Terancam Pidana

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Pengamat: Pihak yang Bersalah Terancam Pidana

Nasional
UPDATE 2 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,96 Persen, Ketiga 27,13 Persen

UPDATE 2 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,96 Persen, Ketiga 27,13 Persen

Nasional
Survei Indikator: Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Capai 67 Persen

Survei Indikator: Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Capai 67 Persen

Nasional
Mahfud Sebut Jaksa Kasus Sambo Dikarantina agar Tak Diteror

Mahfud Sebut Jaksa Kasus Sambo Dikarantina agar Tak Diteror

Nasional
UPDATE 2 Oktober 2022: Bertambah 1.322, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.434.585

UPDATE 2 Oktober 2022: Bertambah 1.322, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.434.585

Nasional
Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Kemenlu RI: Langgar Prinsip Piagam PPB dan Hukum Internasional

Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina, Kemenlu RI: Langgar Prinsip Piagam PPB dan Hukum Internasional

Nasional
Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan

Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan

Nasional
Kontras Duga Ada Pelanggaran Hukum dan HAM dalam Tragedi Kanjuruhan

Kontras Duga Ada Pelanggaran Hukum dan HAM dalam Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Tragedi Stadion Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Copot Kapolres Malang

Tragedi Stadion Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Copot Kapolres Malang

Nasional
Kurangi Vonis Bermasalah, KY Dorong Ketua Pengadilan Eksaminasi Putusan

Kurangi Vonis Bermasalah, KY Dorong Ketua Pengadilan Eksaminasi Putusan

Nasional
Komnas HAM Turunkan Tim Usut Kerusuhan Kanjuruhan Malang

Komnas HAM Turunkan Tim Usut Kerusuhan Kanjuruhan Malang

Nasional
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Independen Usut Kerusuhan Kanjuruhan

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Independen Usut Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.