Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Pengamanan Jokowi Jelang Kunjungan ke Ukraina Membawa Misi Damai

Kompas.com - 27/06/2022, 14:36 WIB
Fitria Chusna Farisa

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo segera bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Ukraina.

Mengingat ibu kota negara tersebut masih dalam situasi perang, pemerintah Ukraina akan memberikan pengamanan khusus kepada Jokowi.

"Mereka (pemerintah Ukraina) akan menyiapkan beberapa konvoi. Jadi selain konvoi oleh yang betul-betul mengangkut presiden, akan ada juga konvoi-konvoi bayangan yang tidak mengangkut presiden," demikian laporan Jurnalis Harian Kompas Kris Mada dari Sumy, Ukraina, dikutip dari Kompastv, Senin (27/6/2022).

Baca juga: Misi Jokowi Damaikan Rusia dan Ukraina Dimulai...

Pengamanan yang akan diberikan ke Jokowi itu juga diberlakukan ke para pimpinan negara-negara Eropa yang berkunjung ke Ukraina beberapa waktu lalu.

"Dan juga ada pengamanan di sepanjang jalur-jalur yang akan dilewati presiden di kota Kyiv ini," ujarnya.

Berdasar laporan Kris Mada, serangan darat dan udara masih terus diluncurkan Rusia terhadap Ukraina. Terbaru, Minggu (26/7/2022), Rusia melontarkan rudal ke kawasan Kota Sumy di Ukraina.

Rudal itu meledak sekitar 5 kilometer dari kantor Presiden Ukraina dan 1 kilometer dari kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv. Akibatnya, sejumlah gedung rusak mengakibatkan warga luka-luka dan meninggal dunia.

Baca juga: Misi Jokowi Temui Zelensky dan Putin untuk Hentikan Perang

"Beberapa minggu terakhir ini memang ada peningkatan serangan dari Rusia-Ukraina. Kemarin Menteri Pertahanan Ukraina menyebutkan, per jam Rusia menembakkan 1.000 rudal, artileri, roket, berbagai macam projektil setiap jam," ujar Kris Mada.

"Jadi kalau 24 jam, artinya 24.000 roket, rudal, artileri ditembakkan Rusia ke wilayah Ukraina," tuturnya.

Paspampres turun tangan

Sementara, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Tri Budi Utomo sebelumnya mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dalam rangka mengamankan kunjungan Presiden Jokowi ke Kyiv dan Moskwa, Rusia.

Menurut Tri, Paspampres sudah melakukan latihan untuk mengantisipasi pengamanan dan penyelamatan terhadap presiden.

"Pertama dari internal kita sendiri kita sudah mulai dari beberapa minggu lalu. Kita sudah mulai latihan sampai hari ini, sudah selesai kita latihan. Terkait dengan bagaimana kira-kira kegiatan ataupun kejadian apa yang harus kita antisipasi, kita sudah latihan," ujar Tri saat dikonfirmasi pada Kamis (23/6/2022)

"Contohnya penyelamatan dari kereta api, penyelamatan di stasiunnya sendiri, di jalan seperti apa, meng-escape (melarikan diri) beliau itu kita sudah latihan, itu dari teknisnya," tuturnya.

Tak hanya itu, personel Paspampres juga sudah menyiapkan tim penyelamatan (matan). Tim ini disiapkan khusus pada kunjungan Jokowi ke Kyiv dan Moskwa kali ini.

Pasukan tim penyelamat akan mengenakan pakaian dinas lengkap (PDL) TNI.

Baca juga: Tiba di Jerman, Jokowi Segera Ikuti Pertemuan KTT G7

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kenaikan UKT Dinilai Bisa Buat Visi Indonesia Emas 2045 Gagal Terwujud

Kenaikan UKT Dinilai Bisa Buat Visi Indonesia Emas 2045 Gagal Terwujud

Nasional
Komnas HAM Minta Polda Jabar Lindungi Hak Keluarga Vina Cirebon

Komnas HAM Minta Polda Jabar Lindungi Hak Keluarga Vina Cirebon

Nasional
Komunikasi Intens dengan Nasdem, Sudirman Said Nyatakan Siap Jadi Cagub DKI

Komunikasi Intens dengan Nasdem, Sudirman Said Nyatakan Siap Jadi Cagub DKI

Nasional
Megawati Minta Api Abadi Mrapen Ditaruh di Sekolah Partai, Sekjen PDI-P Ungkap Alasannya

Megawati Minta Api Abadi Mrapen Ditaruh di Sekolah Partai, Sekjen PDI-P Ungkap Alasannya

Nasional
Pembayaran Dana Kompensasi 2023 Tuntas, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah

Pembayaran Dana Kompensasi 2023 Tuntas, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah

Nasional
Hari Ke-12 Penerbangan Haji Indonesia, 72.481 Jemaah Tiba di Arab Saudi, 8 Wafat

Hari Ke-12 Penerbangan Haji Indonesia, 72.481 Jemaah Tiba di Arab Saudi, 8 Wafat

Nasional
Sahroni Ungkap Anak SYL Indira Chunda Tak Pernah Aktif di DPR

Sahroni Ungkap Anak SYL Indira Chunda Tak Pernah Aktif di DPR

Nasional
Kemenag Imbau Jemaah Haji Indonesia Pakai Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram

Kemenag Imbau Jemaah Haji Indonesia Pakai Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram

Nasional
Mahasiswa Kritik Kenaikan UKT: Persempit Kesempatan Rakyat Bersekolah hingga Perguruan Tinggi

Mahasiswa Kritik Kenaikan UKT: Persempit Kesempatan Rakyat Bersekolah hingga Perguruan Tinggi

Nasional
Tak Ada Jalan Pintas, Hasto: Politik Harus Belajar dari Olahraga

Tak Ada Jalan Pintas, Hasto: Politik Harus Belajar dari Olahraga

Nasional
Megawati hingga Puan Bakal Pidato Politik di Hari Pertama Rakernas PDI-P

Megawati hingga Puan Bakal Pidato Politik di Hari Pertama Rakernas PDI-P

Nasional
Kunjungi Lokasi Bencana Banjir Bandang di Agam, Zulhas Temui Pengungsi dan Berikan Sejumlah Bantuan

Kunjungi Lokasi Bencana Banjir Bandang di Agam, Zulhas Temui Pengungsi dan Berikan Sejumlah Bantuan

Nasional
Diterima Hasto, Pawai Obor Api Abadi dari Mrapen sampai di Jakarta Jelang Rakernas PDI-P

Diterima Hasto, Pawai Obor Api Abadi dari Mrapen sampai di Jakarta Jelang Rakernas PDI-P

Nasional
Sahroni Pastikan Hadiri Sidang SYL untuk Diperiksa Sebagai Saksi

Sahroni Pastikan Hadiri Sidang SYL untuk Diperiksa Sebagai Saksi

Nasional
LPSK Sebut Masih Telaah Permohonan Perlindungan Saksi Fakta Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

LPSK Sebut Masih Telaah Permohonan Perlindungan Saksi Fakta Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com