Blunder Partai Wong Cilik: Megawati di Antara Minyak Goreng, Tukang Bakso, dan Kecerobohan Komunikasi Politik

Kompas.com - 26/06/2022, 07:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) beberapa waktu belakangan mendapatkan sorotan publik karena pernyataan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.

Megawati yang kerap melabeli partainya sebagai partai wong cilik (rakyat kecil dalam bahasa Jawa) justru kerap melontarkan pernyataan yang bertolak belakang dengan titel itu.

Pernyataan-pernyataan itu ia sampaikan di forum terbuka dan menjadi konsumsi publik.

Ada dua pernyataan kontroversial Megawati yang masih diingat oleh publik. Pertama soal minyak goreng dan yang kedua terkait tukang bakso.

Megawati soal minyak goreng

Beberapa bulan lalu, Megawati Soekarnoputri menyarankan masyarakat untuk merebus atau mengukus makanan sebagai solusi kelangkaan minyak goreng.

Baca juga: [POPULER NASIONAL] Safari Politik AHY | Megawati Pantau Kondisi Tjahjo Kumolo di RS

Hal ini disampaikan Megawati ketika masyarakat tengah kesulitan memperoleh minyak goreng di pasaran. Pernyataan Megawati itu pun mendapat cibiran dari masyarakat.

Megawati disorot atas pernyataannya. Ia mengaku heran melihat ibu-ibu rela mengantre berjam-jam demi membeli minyak goreng.

Ia juga mempertanyakan kebiasan para ibu-ibu Indonesia yang terlalu banyak menggoreng.

"Saya sampai mengelus dada, bukan urusan masalah nggak ada atau mahalnya minyak goreng, saya sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng sampai begitu rebutannya?" kata Megawati dalam webinar yang disiarkan Youtube Tribunnews, Jumat (18/3/2022).

Padahal, menurut Mega, masih banyak cara untuk membuat makanan selain menggoreng. Misalnya dengan direbus atau dikukus.

"Apa tidak ada cara untuk merebus, lalu mengukus, atau seperti rujak, apa tidak ada? Itu menu Indonesia lho. Lha kok njelimet (rumit) gitu," imbuh Megawati.

Baca juga: Ganjar Pranowo di antara Megawati dan Surya Paloh Menuju Pilpres 2024...

Sebulan kemudian, lagi-lagi Megawati berbicara soal antrean minyak goreng.

Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu mengaku bingung dengan maraknya warga yang mengantre lama untuk mendapatkan minyak goreng ketika terjadi kelangkaan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.