Kompas.com - 20/04/2022, 04:00 WIB

KOMPAS.com - Transformasi budaya adalah salah satu cara atau strategi manusia atau masyarakat dalam usahanya melakukan adaptasi terhadap perubahan di dunia.

Transformasi budaya juga dapat diartikan sebagai proses dialog terus menerus antara kebudayaan lokal dengan kebudayaan "donor" sampai tahap tertentu dan melahirkan format akhir budaya yang mantap.

Proses transformasi kebudayaan dapat terjadi melalui berbagai macam cara yang kemudian mewujudkan bentuk-bentuknya sendiri.

Berikut bentuk-bentuk transformasi budaya:

Akulturasi

Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi.

Baca juga: Batik Pekalongan, Wujud Akulturasi Budaya dalam Motif dan Warna

Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul dari satu kelompok manusia atau kebudayaan lokal berhadapan dengan kebudayaan tertentu dari luar.

Nilai-nilai kebudayaan dari luar tersebut diterima sebagai nilai baru oleh kebudayaan lokal tanpa menghilangkan kepribadian dan nilai-nilai budaya lokal itu sendiri.

Contoh hasil akulturasi di Indonesia adalah Masjid Menara Kudus. Masjid Menara Kudus merupakan akulturasi antara Islam dan Hindu. Masjid berfungsi sebagai tempat ibadah umat muslim, sementara ciri fisiknya menyerupai bangunan pura untuk umat Hindu.

Wayang juga merupakan contoh akulturasi kebudayaan Jawa dan India. Tokoh wayang yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong adalah kebudayaan jawa. Sementara, kebudayaan India adalah ceritanya yang diambil dari kitab Ramayana dan Mahabharata.

Asimilasi

Asimilasi adalah proses percampuran unsur-unsur kebudayaan baik secara individual maupun kelompok sehingga terbentuk kebudayaan baru yang dapat dirasakan oleh para pendukungnya tanpa kecanggungan.

Proses asimilasi dimulai dengan adanya mobilitas fisik manusia dalam bentuk migrasi penduduk, penyebaran agama, perdagangan, pariwisata, dan lain-lain.

Asimilasi mengakibatkan perubahan pandangan, penilaian, dan pikiran pada manusia yang mendukungnya sehingga terjadi perubahan sosial.

Contoh hasil asimilasi di Indonesia adalah musik dangdut. Musik dangdut mendapat pengaruh dari musik India dan musik Melayu. Pencampuran keduanya menghasilkan satu kebudayaan baru yaitu musik dangdut.

Selain itu, pakaian pengantin betawi juga merupakan contoh asimilasi. Pakaian pengantin betawi dipengaruhi oleh berbagai macam budaya yaitu Arab, China, dan Melayu.

Baca juga: Faktor-Faktor Pendorong Asimilasi dan Ciri-cirinya

Difusi

Difusi adalah penyebaran unsur budaya dari satu kelompok ke kelompok lainnya.

Difusi terjadi dalam hubungan antarmanusia atau kebudayaan. Dalam prosesnya terjadi penyerapan. Dalam difusi tidak ada pelajaran, tetapi pengambilan dari sistem organisasi atau unitnya akan ciri-ciri dan kompleksitas kebudayaan.

Contoh difusi kebudayaan di Indonesia adalah penyebaran agama Islam ke Indonesia melalui perdagangan yang disertai dengan prinsip kejujuran. Model dan cara berpakaian pedagang muslim pun lambat laun ditiru oleh masyarakat setempat.

Enkulturasi

Enkulturasi adalah proses pembudayaan. Dalam proses enkulturasi, seseorang mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam suatu kebudayaan.

Enkulturasi menggerakan secara dinamis suatu kebudayaan masyarakat mengikuti perkembangan zaman.

Contoh enkulturasi adalah bahasa. Seseorang akan tumbuh dengan bahasa yang sesuai dengan tempat tinggalnya atau sering disebut bahasa ibu.

Contoh lain enkulturasi adalah cara makan. Orang yang tinggal di Indonesia akan terbiasa makan menggunakan tangan atau sendok. Akan tetapi, orang yang tinggal di Jepang akan terbiasa menggunakan sumpit untuk makan.

 

Referensi

  • Hisyam, Muhammad, dkk. 2021. Globalisasi dan Transformasi Sosial Budaya. Jakarta: Penerbit Buku Kompas
  • Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.