Kompas.com - 08/04/2022, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo jika perintah larangan kepada para menteri untuk tidak lagi berbicara penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden berujung pada terjadinya perombakan atau reshuffle kabinet.

Menurut dia, reshuffle itu sepenuhnya merupakan kewenangan dari Jokowi selaku Presiden.

"Reshuffle kewenangannya beliau (Jokowi) ya," kata Ali saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/4/2022).

Kendati demikian, Ali mengakui bahwa harus ada sikap lebih tegas yang perlu dilakukan Jokowi jika masih ada menteri yang berbicara meski sudah dilarang.

Baca juga: Nasdem Sebut Menteri Tidak Layak Bicara Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode

Sebab, ia menekankan bahwa wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden bertentangan dengan aturan Konstitusi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Pernyataan penundaan pemilu yang dilakukan oleh para menterinya ini memang sesuatu hal yang menurut saya, kami ini, sesuatu hal yang mencederai," terang Ali.

Apalagi, pernyataan sejumlah menteri itu dinilai bisa dikaitkan langsung ke Jokowi.

Ia pun mengungkit bahwa hingga kini, banyak pihak berspekulasi bahwa penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden adalah keinginan Jokowi.

"Tapi kemudian sudah dilarang, tapi masih bicara, ya berarti kan pak Jokowi main-main ini. Orang pasti masih berspekulasi, wah ini maunya pak Jokowi ini. Buktinya enggak dikasih sanksi orang ini," jelas Ali.

Ali menilai, menteri yang berbicara penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan tidak menyayangi Jokowi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.