Kompas.com - 25/03/2022, 13:35 WIB

ASMAT, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini melakukan video call dengan tim lapangan Kementerian Sosial (Kemensos) yang sempat mengalami hilang kontak lebih dari 12 jam di wilayah Kabupaten Asmat, Papua.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (24/3/2022). Satu kapal tim Kemensos yang hendak ke Distrik Agats tiba-tiba hilang kontak. Diketahui, mereka baru saja mengikuti kegiatan kunjungan kerja Risma ke Kampung Erosaman dan Amagais, Distrik Derkoumer, Kabupaten Asmat, Papua.

Tim yang sempat hilang kontak itu pun telah tiba dengan selamat di Pelabuhan Feri, Distrik Agats, pada Jumat (25/3/2022) pagi.

Setelah tim itu tiba dengan selamat, Risma langsung melakukan video call untuk mengecek kondisi stafnya.

Baca juga: Kunjungi Papua, Mensos Risma Banyak Dapat Permintaan soal Pendidikan dan Akses Jalan

"Bagaimana kabar kalian, sehat-sehat ya?" kata Risma melalui video call ke timnya di Asmat Permai Hotel, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat.

Salah seorang tim dari kapal yang sempat hilang kontak itu pun menjelaskan bahwa ia dan rombongan dalam keadaan baik.

Adapun rombongan tim Kemensos yang sempat hilang kontak adalah Koordinator Bagian Organisasi Hukum dan Humas Ditjen Pemberdayaan Sosial Latifah Ningrum; Subkoordinator Bagian Humas, Ratri Handayani; dan Pengelola Kehumasan, Ersyad Tonnedi.

"Alhamdulillah, Ibu, kami baik-baik saja," ujar Ratri.

Lebih lanjut, Risma menyampaikan terima kasih kepada timnya yang telah mempersiapkan segala persiapan kunjungan kerja dan memastikan agar bantuan kepada Kampung Erosaman dan Amagais tepat sasaran.

"Terima kasih buat kalian semua," ujar Risma.

Baca juga: Kunjungan ke Kampung Amagais Papua, Mensos Risma Disambut Tarian Adat

Sebelumnya, seorang tim yang juga sempat hilang kontak bernama Latifah menceritakan, mesin speedboat-nya mulai mengalami masalah dalam perjalanan ke Distrik Agats.

Selain itu, situasi di wilayah perairan dan pedalaman Papua yang tidak terjangkau sinyal juga menyulitkannya untuk melakukan komunikasi.

"Baru sampai mulut laut, sebelum sampai mesin mulai mengalami masalah. Akhirnya enggak bisa komunikasi, bolak-balik enam kali," kata Latifah, di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat.

Cuaca yang semakin gelap membuat Latifah dan rombongan memutuskan untuk menepi dan bermalam di lokasi terdekat, yaitu Kampung Ocenep.

Latifah juga berusaha untuk memercayakan driver atau pengemudi kapalnya. Terlebih lagi, driver tersebut merupakan putra asli Papua yang sudah mengenal daerahnya.

"Jangan ambil risiko untuk menerjang laut. Percaya ke driver karena putra daerah yang memahami laut. Kita harus yakin ke driver," ucap Latifah.

Setelah menginap di Kampung Ocenep, Latifah dan rombongan pun memutuskan kembali melanjutkan perjalanan ke Agats.

Baca juga: Bangun Rumah Produksi, Mensos Hidupkan Koridor Ekonomi Mamberamo-Sarmi-Jayapura

Pada pagi hari tadi sekitar pukul 07.20 WIT, rombongan pun tiba di Pelabuhan Feri, Distrik Agats, dengan selamat.

"Alhamdulillah kondisi laut juga telah tenang dan layak untuk melakukan perjalanan pulang," kata Latifah.

Diberitakan sebelumnya, Risma melakukan kunjungan kerja ke dua kampung di pedalaman Papua pada Kamis (24/3/2022).

Kunjungan kerja dilakukan dalam rangka memberdayakan masyarakat setempat. Bantuan yang diberikan di antaranya benih ikan lele, bibit tanaman kelapa dan jambu, serta fasilitas penjernihan air atau water treatment.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang KTT G20, Polri Antisipasi Gangguan Bencana Alam, Terorisme hingga Siber

Jelang KTT G20, Polri Antisipasi Gangguan Bencana Alam, Terorisme hingga Siber

Nasional
KSAL Sebut Komandan Marinir Bakal Dijabat Jenderal Bintang Tiga

KSAL Sebut Komandan Marinir Bakal Dijabat Jenderal Bintang Tiga

Nasional
Hadiri Pemakaman Shinzo Abe, Wapres Ma'ruf Amin Berikan Penghormatan Terakhir

Hadiri Pemakaman Shinzo Abe, Wapres Ma'ruf Amin Berikan Penghormatan Terakhir

Nasional
MKD Batal Panggil KSAD Dudung Soal Prajurit TNI AD Ramai-ramai Kecam Effendi Simbolon

MKD Batal Panggil KSAD Dudung Soal Prajurit TNI AD Ramai-ramai Kecam Effendi Simbolon

Nasional
KPK Panggil Direktur Asia Cargo Airline dan Seorang Mahasiswa Terkait Kasus Lukas Enembe

KPK Panggil Direktur Asia Cargo Airline dan Seorang Mahasiswa Terkait Kasus Lukas Enembe

Nasional
Survei LSJ: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Ungguli Ganjar dan Anies

Survei LSJ: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Ungguli Ganjar dan Anies

Nasional
Panglima TNI Revisi Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna, Ini Alasannya

Panglima TNI Revisi Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna, Ini Alasannya

Nasional
IPW Bela Anggota DPR yang Dilaporkan ke MKD soal 'Private Jet' Brigjen Hendra Kurniawan

IPW Bela Anggota DPR yang Dilaporkan ke MKD soal "Private Jet" Brigjen Hendra Kurniawan

Nasional
Baru Bebas 21 Hari, Zumi Zola Kembali Dipanggil KPK

Baru Bebas 21 Hari, Zumi Zola Kembali Dipanggil KPK

Nasional
Amankan KTT G20, Polri Kerahkan Ribuan Personel Gabungan, Prioritaskan 5 Kawasan

Amankan KTT G20, Polri Kerahkan Ribuan Personel Gabungan, Prioritaskan 5 Kawasan

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Hari Ini

Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Hari Ini

Nasional
Atasan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dkk Diperiksa Badan Pengawas MA

Atasan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dkk Diperiksa Badan Pengawas MA

Nasional
KSAL Tegaskan Tak Ingin Hasil Investigasi Pesawat Bonanza Direkayasa

KSAL Tegaskan Tak Ingin Hasil Investigasi Pesawat Bonanza Direkayasa

Nasional
Jokowi Sebut Jumlah Wisman yang Datang ke Indonesia Capai 2 Kali Lipat Dibanding 2021

Jokowi Sebut Jumlah Wisman yang Datang ke Indonesia Capai 2 Kali Lipat Dibanding 2021

Nasional
Politikus Demokrat: DPR Jangan seperti Era Orba Jadi Cap Stempel Pemerintah

Politikus Demokrat: DPR Jangan seperti Era Orba Jadi Cap Stempel Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.